Senin, 11 Juni 2012

X18X-Part 5 {Pierrot}

Genre                        : Crime,Suspense.

Rating            : Ini yg aku ga tau ==’

Disclaimer    :Ide utama dari ff ini aku dapatkan dari beberapa film suspense seperti “Bloody Monday”dan sebagian lagi aku dapat dari manga “meitantei Conan”..^^.Jadi kalau menemukan beberapa kode/kejadian yg mirip,itu memang sumberx dari yg diatas tadi.^-^.*saia mnggunakan sistim dialog.krna lbh mudh*


Cast~


Leeteuk         as        Dennis

Heechul         as        Casey

Hankyung     as        Joshua.

Yesung           as        Jerome.

Shindong      as        Mathew

Zhoumi          as        Wolfer

Kangin           as        Jordan

Sungmin       as        Vincent

Eunhyuk       as        Spencer

Donghae       as        Aiden

Siwon            as        Andrew

Ryeowook    as        Nathan

Kibum         as        Bryan

Kyuhyun       as        Marcus

Henry          as        Henry

Ara         as        Seba

   Leon               as        Jey/Jenney

  Vivi                as        Violet/V



~X18~


*{Pierrot}*
~$*Preview*$~

10 Second Before Explode…


***

“Sebentar lagi dia akan melancarkan aksinya..”

***

7 Second before explode…

***

“Cepat!Kita Harus sampai disana sebelum waktunya!!”

***

3 Second Before Explode…

***

“Kenapa Lift ini jalannya lama sekali???”

***

1 Second Before Explode…

***


“Welcome….My Night Fellow…”

***


“BLAAAAARRRR!!!!’





~X18X~
{Pierrot}




“Apa?!Sudah Dimulai??!!”

Kitami :”Miyamoto-san!Tambah kecepatan!!”

Miura :” Haaah…Sudah terlambat rupanya.Kalau saja Akira-san cepat berpikir,kita pasti tepat waktu.”

Miyamoto :”Tapi….Bagaimana caranya dia mengetahui kalau bintang merah itu adalah Menara Tokyo?”

Miura :”Sebenarnya itu mudah saja dengan cara mengaitkan seluruh hint yang ada pada surat itu.”

Kitami :”Hint?”

Miura :” Ya.Hint pertama.Puncak bintang merah yang berada di Tokyo.Kata-kata puncak jelas sekali menunjukan sebuah tempat tinggi.Dan kata-kata ‘Bintang merah’.Menunjukan kalau tempat yang dimaksu itu berwarna merah dan bintang menunjukan langit karena bintang hanya dapat dilihat dilangit dan tempat yang paling strategis untuk melihat bintang meskipun ada disiang hari adalah menara Tokyo.”

Miyamoto :”Tapi ketua!Bisa saja tempat itu adalah gedung yang lain yang juga berwarna merah atau…”

Miura :”Kemungkinan besar serangan mereka kali ini hanya untuk menarik perhatian kita pad mereka.Dan pastinya seluruh penduduk Jepang.Terutama Tokyo.Jadi…tempat yang berwarna merah.pencakar langit dan dengan kapasitas keramaian tertinggi adalah…”

Kitami :”Menara Tokyo…”

Miyamoto :”Akh!!Sial!Apa sebenarnya yang direncanakan oleh mereka saat ini?”

Miura :”Ntahlah…”


Drrrt…Drrrt….Drrrt.


Miura :” Ya dengan Kepala penyelidikan THIRD-I Miura desu….Nani!Kami akan segera kesana!”

Kitami:”Ada apa lagi ketua?”

Miura :” Telpon dari petugas kepolisian yang mengawasi menara Tokyo.Mereka melaporkan  kalau Bom berasal Dari ruang kendali Lift.”

Miyamoto :”Jadi mereka benar-benar sudah  meledakkannya…”

Miura :”Yah…Festivalnya sudah dimulai…”






-“-‘----Tokyo Tower----‘-‘’-




Haruma :”Aish….Ada apa sih?Adududuh…Kepalaku terbentur.Kurara-san.Kau tidak apa-apa?”

Seba :”Auh…Sakit!Ya.Apa terjadi sesuatu?Liftnya berhenti.”

Haruma :”Apa kita terjebak disini?”

Dook..Dokk..Dokk.

“Apa Ada orang dibawah sana?Tolong jawab jika iya!”

Haruma :”Haii!Ada orang disini.Tolong keluarkan kami!”

.
.
.
.
TIK…tik…tik…tik…          

Seba :”Haruma-kun.Bisa tolong tenang sebentar?”

Haruma :”Eh?”

Seba :”Sssstt!”
.
.
.
.
Tik…tik…tik…
.
.
.
.
.
Seba :”Haruma-kun,maukah kau menjadi pijakanku untuk membuka pintu atas lift ini?”

Haruma :”Ha?”

Seba :”Aku akan lepas sepatu.”

Haruma :”Kau gila.”

Seba :”Tidak aku waras.Sudah cepat.Dan jangan melihat keatas atau kupukul kau!’’

Haruma :”Ah…eh..um Iya.”

                Haruma yang entah kerasukan apa langsung menuruti gadis itu tanpa protes lagi.Dan…

Hup!

Seba menaiki punggung Haruma dan membuka pintu atas Lift.

Track!Sreg!

Seba :”Aish! Gelap sekali disini!”

Haruma :”Memangnya ada apa sih?Ak…Ah..Telfonku berbunyi.Moshi moshi…Ah..Ayah.Yah.Aku memang terjebak didalam lift…Ledakan?..Aku baik-baik saja.Ah..Kurara-san,Bagaimana denganmu?Apa ad masalah?”

Seba :”…”

Haruma :”Kurara-san?”

Seba :”Haruma-kun….Ada bom disini.”




@Seba POV@

“Haruma-kun….Ada bom disini.”

                Haaah…Sudah kuduga Mark pasti akan meletakannya disini.Nah…Sekarang tinggal menjinakkan bom ini dan meninggalkan tempat ini.

“A..Apa!Bom?Kau yakin kurara-san?”

                Haissh!Anak ini!tentu saja aku yakin.Sudah jelas bom ini hasil rakitanku.Bersabarlah Seba.

“Ne..Ini bom asli.”

“Kalau begiu kita harus keluar dari sini secepatnya!”

“Jangan!Bom ini dilengkapi dengan radar suara dan pemicu jarak jauh.Kalau ia tidak mendengar suara kita lagi,dia akan meledakan bom ini dari jarak jauh.”

                Pemicu jarak jauh…Mereka tidak akan menyalakannya selama tidak kuperintahan.

“Jadi apa yang harus kita klakukan?membiarkan bom ini meledak?”

                Anak ini otaknya sudah tersumbat sesuatu atau apa?aku tidak mau mati konyol disini bersamamu.Matipun aku masih lebih memilih menembak kepalaku sendiri dari pada mati dengan bom yang kurakit sendiri.

“Jangan panik.Suruh ayahmu mengantarkan alat-alat untuk menjinakkan bom kesini.Kurasa aku masih bisa menjinakkannya.”

 
X*Seba POV End*X




XXXXXX





Seba :”Jangan Panik.Suruh ayahmu mengatarkan alat-alat untuk menjinakkan bom kesini.Kurasa ak masih bisa menjinakkannya.”

Haruma :”APA!”

Seba :”sudah lakukan saja.Apa kau lebih memilih mati konyol disini ?”

Haruma :”Kalau itu berguna bagi Negara tidak masalah…”

Seba :”Kau ini idiot ya?Aku masih ingin hidup!Cepat lakukan!”

‘Kemana perginya kurara yang manis dan lembut yang kemari?’Batin Haruma.Ia pun menlpon ayahnya diluar sana.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

~OutSide ~

Miura :”NANI!Alat penjinak bom?Apa kau sudah kehilangan akal pikiranmu Haruma?”

Haruma :”ayah…Ini demi menyelamatkan menara Tokyo.Dan juga…aku.”

Miura :”….Baiklah.Tapi kami akan tetap memandumu.”

Haruma :”Arigato..Ayah…”


…………


Kitami :”Jadi kita akan masuk kedalam ketua?”

Miura :”Tidak!Bo itu sudah dilengkapi dengan radar pendeteksi suara.Dan pmicu jarak jauh.Jadi kita tidak dapat berba banyak.Kirim Alat penjinak bom pada anakku didalam sana.Kita lebih baik menyerahkan semuanya pada dia.”

Miyamoto :”Tapi itu erlalu berbahaya ketua!”

Miura :”Kita tidak punya pilihan lain…Cepat lakukan..”

Miyamoto :”…..Wakarimashita..”




xxXxx

Seba :”Yak!Sedikit lagi…dan…Dapat!Aku suah dapat tasnya!”

Haruma :”Kurara-san.Tolong dengarkan instruksi dari Kitami-san,ok?”

Seba :”Haaii~”

Kitami :”Ok…Sebelum itu,tolong pakai kacamata infrared yang ada disana.Carilah kabel yang sensitive terhadap cahaya dan putuskan sambungannya untuk mencegah  tegangan secara tiba-tiba saat terkena cahaya lampu.”

Tes!Kabel tepotong.

Kitami :”Lalu potong kabel berwarna putih yang berada ditengah-tengah bom.Itu adalah kabel penahan daya listrik pada bom.”

Tes!

Seba :”ups…Sepertinya itu memicu daya tegangan listrik pada kabel yang lain.Pasang Stopper pada bagian tengah badan bom.”


Trek!Trek!Tes!

Kitami :”Hei..Kalian sudah berhasil menjinakkan bomnya?”

Seba :”…”

Haruma :”Kurara-san?”

Seba :”Dear my Special Fellow~

                Aku senang kalian menikmati festival yang kami sajikan.Tapi ini belum selesai.Karena pada saat matahari tersenyum cerah meberi tatapan hangat demi menyambut kedatangan kalian besok,maa acara utama akan kamu mulai.Kami menantikan kehadiran kalian.Para tamu terhormat kami dimeja bundar istimewa kami.Kami semua menunggu kalian dikursi ke-58
Salam….X18X.”



Haruma :”Apa yang kau katakana?”

Seba :”Itu yang tertera pada panel LCD ini.”

Haruma :”Panel LCD?”

Seba :”Ya..Ini artinya besok masih ada bom yang akan sap meledak.”

Haruma :”AAAH!Sial!Lalu bagaimana dengan..”

Seba :”Tenang saja.Bom ini sudah aku jinakkan.”

Haruma :”Huft…setidaknyakita bisa keluar dari sini.”

*************************************************************************************

*After Accident*

Haruma :”ada apa ayah?Kenapa tiba-tiba memanggilku kemari?”

Miura :”Haruma…Aku ingin kau…Membantu ayah.”

Haruma :”Membantu?membantu apa ayah?”

Miura :”Kau tahu pencuri sekaligus terrorist yang bernama ‘X18X’?”

Haruma :”Tentu saja.Mereka adalah kawanan pencuri paling dicario diseluruh dunia.Mereka sudah sangat seing mencuri permata-permata yang rata-rata adalah permata ‘Big Jewel’ yang tersebar diseluruh dunia.Permata yang baru saj mereka curi adalah Crystal Tears dan puplre nail.”

Miura :”Tepat.Dan sekarang mereka berada di Jepang.”

Haruma :”Apa?”

Miura :” yah…kasus bom yang baru saja kau alami adalah ulah mereka.Menurut dugaan sementara mereka berada di Jepang untuk mengincar Virus  B.X”

Haruma :”Virus…B.X?”

Miura :”Ya.Virus B.X Atau Bloody X.Virus mematikan yang permah meneror Jpeang dahulu.Virus yang saat ini masih diteliti penawarnya.Meski sudah beberapa kali dilakukan experiment untuk menentukan asal virus ini,tetap saja.Virus ini sama sekali tidak diketahui penawarnya.”

Haruma :”Jadi?”

Miura :”Aku meminta bantuanmu untuk melacak beberapa membernya.Dan menurut petunjuk yang berhasil kami kumpulkan sementara,mereka berada disekitarmu.”

Haruma :”!”

Miura :”Kami meminta bantuan dari anggota CIA yang pernah terlibat dengan mereka dulu.”

Haruma :”Baiklah.Apa yang haruys aku lakukan?”

Miura:” Aku ingin kau menelit hasil rekaman video saat kejadian permatacrystal tearts yang dicuri di Russia.”

Haruma :”Baiklah ayah.”
CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC

~*Tokyo High School – Com.Laboratorium -*~

Takeru :”Hooi!Haruma apa yang sedang kau lakukan?”

Haruma :”Ah..Aku kira hantu.Ternyata kamu.”

Takeru :”Sembarangan!NGomong-ngomong kau sedang apa?”

Haruma :”Hmm..ini.Ayahku menyuruhku memeriksa video ini.Tapi sudah berkali-kali kucek tetap saja tidak ada yang aneh dari video ini.”

Takeru :”Ummm….Ah..Inikan.!”

Haruma :”video saat para pencuri X18X mencuri permata Crystal Tearts di Russia saat natal.”

Takeru :”Hmm……..

…Are?Coba diputar ulang adegan yang tadi.”

Haruma :”Umm??”

Takeru :”….Ah!Stop!”

Haruma :”Hmm?Memang ada apa dengan ini?”

Takeru :” Ini…Rasanya aku sangat familiar dengan wajah ini.Ah…Bisa kau perbesar dan pjelas gambar wajahnya?”

Haruma :”Tentu.”

CtekCtek!Klik!klik!

                Haruma pun berusaha membesarka gambar wajah yang ditunjuk oleh Takeru .Lalu saat wajah itu sudah sangat terlihat jelas,mereka berdua saling bertatapan tidak percaya.

Haruma :”Takeru….Dia ini kan….Kurara??”


XXXXXXXXX

Seba :”Eh?Natal?

Haruma :”Saat natal,Apa yang saat itu kau lakukan?”

Seba :”Umm…Natal tahun lalu sih aku hanya dirumah dengan semua hyungku sambil menonton video yang kupinjam dirental video.Itu saja.”

Haruma :”boleh aku tahu nama Rental tersebut?”

Seba :”Boleh saja sih.Tapi untuk apa?”


Haruma :”Bukan apa-apa.Saudaraku yang tinggal dikorea bru saja pindah.Lalu dia bertanya padaku dimana tempat rental video yang bagus.”

Seba :”Ah…begitu.Namanya adalah xxxxxx.Tempatnya didaerah busan.”

Haruma :”Ok.Sankyuu.”

Harma pun meninggalkan Seba dikelas.Lalu saat Haruma sudah benar-benar hilang dari kelas,Seba berguman sendiri.

“Sepertinya aku harus ubah rencana…”


XxXxXxXxXxXxXxXxXxXxx


Takeru :”Bagaimana?”

Haruma :”Sepertinya bukan.Dia bilang pada saat itu dia sedang bersama kakaknya menonton video yang disewanya disebuah rental.Dan setelah kucek  video yang ad ditoko it,ternyata benar kalau saat itu dia memang ada disana.”

Takeru :”Aish!”

                                Mereka berpikir sebentar untk menemukan jalan keluarnya.Dan akhirnya Takeru membuka mulutnya.

Takeru :”Matte…Haruma.Kau bilang saat itu pemberkatan natal digereja bukan?”

Haruma :”Ya.Lalu?”

Takeru :”Sepertinya dugan kita tidak salah.Karena natal dirusia itu..”


________________________________________________________________________________-


CKLEKK!

Seba :”Ah..Haruma-kun.Kau sedang apa disini?”

Haruma :”Tidak ad.Hanya ingin mengunjungimu.”

Seba :”Ah..Kau ini mau kemari gak  bilang dulu.Ayo masuk.”

Haruma :”Sankyuu.”

                Hari ini Haruma berkunjung keApartemen tepat Kurara tinggal hanya untuk memastikan satu hal.Memastikan kalau apa yang Takeru katakana itu tidak benar.

Seba :”Hari ini semua hyungku sedang pergi.Jadi tidak masalahkan kalau hanya berdua denganku?”

Haruma:”Tidak masalah.Oh ya.Sebelumnya ada yang ingin aku tanyakan padamu.Mengenai pertanyaanku yang lalu..”

Seba :”Umm?”

Haruma :”ayahku mencurigai kalau diantara semua temanku,ada salah satu yang merupakan anggota X18X.”

Seba :”Hee~Jadi kau mencurigaiku?”

Haruma :”Ah…Bukan begitu ano..itu..”

Seba :”Sudah kukatakan bukan.Pada saat itu aku sedang menonton video sewaan dirumah bersama kedua hyungku.”

Haruma :”Yah…itu memang benar.Tapi pernyataan itu sama sekali tidak memiliki arti penting pada umumnya. Karena…
                Natal Di Russia bukan dilakukan pada tanggal 25 desember.Melainkan pada tanggal 7 Januari.”

                Seba terlihat sedikit kaget.Namun ia berhasil menutupi rasa kagetnya dan tetap memasang wajah tenang.

Haruma :’’Pertanyaan yang seharusnya aku lontarka adalah…Apa yang kau lakukan pada tanggal 7 Januari…tahun ini Kurara-san??”

Seba tetap memasang wajah tenang.Tidak tampak sedikitpun rasa takun diwajahnya.

Haruma :”Dimana saat itu kau..Kurara-san?”

Seba lalu beranjak menuju meja kecil didepan jendela besar dan mengambil sesuatu dari tas tanganya.

Seba :”Aku?...Hem..Saat itu aku..sedang menikmati indahnya malam natal bersama semua keluargaku..”

Seba lalu mengacungkan benda yang diambilnya dari tas tangannya kepada Haruma.

Seba :”Aku…Sedang menikmati indahnya festival yang disiapkan hyungku.Didalam gereja yang kau lihat divideo itu…”


#################################TBC#################################################

Tidak ada komentar:

Posting Komentar