The Blind Piano.
Playlist : Magic Castle-DBSK
* Cast *
-Kim Jongwoon ( Yesung ) Super Junior-
-Han Songkyu-
--And Other cast—
*Somewhere in Seoul*
Seorang anak laki-laki berusia
sekitar 7 tahun,melangkahkan kakinya dengan tergesah-gesah ditengah hutan.Ia
berjalan melihat sekitarnya dengan pandangan takut.Ia sepertinya tidak tahu
jalan kembali ketempatnya atau lebih tepatnya ia tersesat.
Duk!
“Aww..appo.”Anak lelaki itu tersandung akar
tanaman sehingga ia jatuh terjerembab ketanah.Ia memegang lutut kanannya yang
dirasa perih.Terdapat luka lecet disana.Bahkan terlihat mengeluarkan darah.Anak
lelaki itu menangis menahan rasa sakit dikakinya.Ia ingin segera pulang
kerumahnya.Ia takut berada disana sendirian.
Tiba-tiba terdengar suara alunan music piano yang
indah dari arah tengah hutan.Anak lelaki itu mendongakkan kepalanya dan
menghentikan isakkannya sejenak saat mendengarkannya.Alunan piano yang lembut
dan memberi ketengan bagi yang mendengarnya.
Karena penasaran,anak lelaki itu akhirnya mencoba
berdiri dan mencari asal suara tersebut.Ia melangkahkan kakinya semakin kedalam
hutan.Semakin dalam anak itu memasuki hutan,semakin terdengar jelas pula suara
dentingan piano tersebut hingga akhirnya ia mendengan suara nyanyian.
“Midursu
inayo naui kum sogeso
Nonun mabobe pajing gongjuragoh
Onjena noru hyanghan momchisen
Sumanin oryoun punijiman…”
Akhirnya anak lelaki itu sampai pada sebuah
bangunan rumah yang terlihat sangat menyeramkan.Tapi ia yakin kalau suara yang
didengarnya tadi berasal dari dalam.Ia mencari celah yang barang kali bisa ia
gunakan untuk melihat kedalam.Ia ingin memastikan kalau suara itu benar-benar
dari dalam sana.
Ia akhirnya menemukan sebuah jendela yang memiliki
sedikit celah diantara kayu yang menutupinya sebagai tempatnya mengintip.Ia
memakai tumpukan kayu yang ada dibawah jendela tersebut sebagai tumpuannya
untuk meraih jendela tersebut.Ia akhirnya dapat melihat kedalam melalui celah
itu.Dari sana,ia dapat melihat seorang anak perempuan yang mungkin seumuran
dengannya tengah duduk diatas grand piano besar berwarna putih.Tangan gadis itu
lincah menari diatas tuts piano sehingga menghasilkan suara yang indah.Gadis
itu juga bernyanyi mengiringi suara piano yang dimainkannya.Anak lelaki yang
sedari tadi mengintip dari balik jendela terpaku akan suara gadis itu.Ia sampai
melupakan ketakutannya saat ia tersesat tadi.Kini semua pikirannya tertuju pada
gadis itu.Ia tidak dapat melihat wajah gadis itu karena posisinya saat ini adalah
membelakangi anak lelaki itu.
“…Woon-ah!”
“Kim Jongwoon!Dimana kau?!”
Anak lelaki itu samar-samar mendengar suara yang
memanggil namanya dari belakangnya.
“Jongwoon-ah!”
Lagi-lagi suara itu terdengar.Jongwoon-anak lelaki
itu-berharap kalau suara itu adalah suara ayah dan hyungnya yang datang
mencarinya.Jongwoo turun dari pijakannya dan berlari kecil kedalam hutan.Dan
benar saja.Appa dan hyungnya tengah berada disana sambil mengawasi sekitarnya
untuk mencari dirinya.
“Jongwoon-ah!”
“Appa!Hyung!”
Appa dan hyung Jongwoon segera menoleh kearah
sumber suara.Dan mata mereka berubah senang saat menemukan orang yang sedari
tadi mereka cari.Seketika mereka mendekati Jongwoon yang berlari kecil kearah
mereka.Ayahnya langsung memeluk tubuh Jongwoon saat ia berhasil mendekati
anaknya tersebut.
“Jongwoon-ah!Kemana saja kau?Kau membuat
Appa,eomma dan hyungmu khawatir.”ujar sang appa sambil memeluk erat putra
bungsunya tersebut.
“Mianhae appa.Mian karena membuat khawatir.”ujar
Jongwoon senang karena bisa bertemu dengan appanya lagi.
“Jongwoon-ah.Kemana saja kau?Kenapa kau bisa
tersesat disini?”ujar kakak Jongwoon yang berdiri tak jauh dari tempat bocah
itu.
“Tadi aku bermain petak umpet dengan
teman-temanku.Tapi aku justru tersesat disini saat akan kembali.”
“Sudah.Sekarang kita kembali saja.Yang penting
Jongwoon sudah ditemukan.”ujar sang appa sambil menggendong putranya dibelakang
punggungnya.Jongwoon mengangguk namun kemudian ia sadar akan sesuatu.
“Appa,tadi saat kau mencariku,apa appa dan hyung
mendengar suara piano dan nyanyian dari dalam hutan?”Tanya Jongwoon.Ia baru
menyadari kalau suara yang membuatnya terpaku itu sudah tidak terdengar lagi.
“Piano?Tidak.Appa tidak mendengar apapun sedari
tadi.”
“Hyung juga tidak mendengar apapun.Kau pasti
berhalusinasi Jongwoon-ah..”ujar kakaknya sambil mengelus kepala Jongwoon
lembut.
“Jinja?Tapi aku mendengarnya appa.Dengan sangat
jelas.Suara itu berasal dari rumah yang ada ditengah hutan ini appa,hyung.Aku
tidak berhalusinasi.Ada anak perempuan yang tinggal disana.”ujar Jongwoon
berusaha meyakinkan appa dan hyungnya.
“Didalam hutan ini memang ada sebuah rumah kuno
yang sudah berumur lebih dari 100 tahun.Dan rumah itu tidak pernah dihuni
siapapun disana.Appa yakin kau hanya berhalusinasi.”jelas ayahnya.Jongwoon
mengangguk saja.Tapi sebenarnya ia yakin kalau ada seseorang didalam rumah itu.
_10 year’s Later_
Sudah genap sepuluh tahun semenjak kejadian dimana
dirinya tersesat didalam hutan dan bertemu dengan seseorang disana.Tapi lelaki
itu,Jongwoon tetap tidak bisa melupakannya.Sampai saat ini ia masih penasaran
dengan sosok yeoja yang tengah memainkan piano didalam rumah tua itu.Sudah
berulang kali ia berusaha masuk kedalam hutan itu kembali.Namun meski berhasil
masuk,ia tak menemukan rumah itu lagi.
“Nananana~nananaaaaana.
Nanana…nananananana..
Naanananaa~nanaa na na naa~
Nananana nana~”
Bahkan sampai sekarang ia masih mengingat lagu
yang dimainkan oleh yeoja itu walau ia tidak tahu liriknya.
“Yo!Yesung hyung!Masih saja menyanyikan lagu tidak
jelasmu itu?”ujar seorang namja seumuran Yesung atau Jongwoon itudari
belakangnya.Ia sedikit mengagetkan Yesung dengan teriakan tiba-tibanya.
“Aish..Ya Lee Donghae.Berhenti membuatku kena
serangan jantung seperti itu.Dan lagi jangan mengolok lagu yang
kunyanyikan!’sewot yesung pada namja mirip ikan disebelahnya.Donghae hanya
tertawa.
“Aigoo…bukankah aku benar?Kenapa kau menyanyikan
lagu yang liriknya saja bahkan kau tidak tahu hyung.Sudahlah.Mungkin yeoja itu
hanya halusinasimu saja.”
Yesung menyingkirkan tangan Donghae dari bahunya
dengan kesal.Lantas berjalan meninggalkan temannya itu dibelakangnya.Lagi-lagi
mereka tidak percaya dengannya.
“Yayaya Hyung!Tunggu.Aku bercanda.Aish begitu saja
sudah ngambek.ya Yesung hyung!”teriak Hae sambil mengejar Yesung yang sudah
berjalan terlebih dahulu didepannya.Ia tak habis pikir.Seperti apa sih yeoja
yang diceritakan hyungnya itu sampai-sampai dirinya bisa dihantui terus menerus
selama sepuluh tahun seperti itu.
“Aish…hyung.Aku tadi hanya bercanda.Jangan marah
padaku.”ujar Hae setelah ia berhasil mengejar langkah hyungnya itu.Yesung masih
saja memasang wajah kesalnya.
“Arasseo.Aku akan melakukan apapun agar hyung mau
memaafkanku ne?”
Seketika Yesung mnghentikan langkah kakinya.Ia
kelihatan berpikir akan tawaran yang barusan Donghae katakana.Melihat Yesung
berhenti,Donghaepun ikut menghentikan langkahnya.Menatap Yesung dengan bingung.
“Hae,kau serius akan melakukan apapun agar aku
memaafkanmu?”ujar Yesung dengan sedikit seringai diwajahnya.Membuat Donghae
takut melihatnya.Ia lantas mengangguk pelan.Seringai Yesung semakin melebar.
“Kalau begitu temani aku pergi sepulang sekolah
nanti.Aku tidak terima penolakan!”ucap Yesung lalu pergi setelah menepuk pundak
Hae.Donghae merasa ada yang tidak beres dengan sikap hyung dan ia merutuki
dirinya sendiri karena sudah berkata yang tidak-tidak.
“Aku merasa akan tertimpah sesuatu masalah yang
buruk…”
.
.
.
.
Sesuai janjinya,Donghae mengikuti Yesung untuk
menemaninya kesuatu tempat yang Donghae sendiri tidak mau membayangkannya.Ia
yakin hyungnya ini sedang membawanya kesuatu tempat yang berbahaya*menurutnya*.
“Hyung,sebenarnya kita mau kemana sih?Sejak tadi
kau hanya mengajakku berkeliling saja.”ujar Donghae pada Yesung yang masih
focus mengemudi.Memang benar perkataan Donghae.Sedari tadi mereka hanya
berputar-putar pada satu tempat.Taman Seoul!Mereka sedari tadi hanya
berkeliling disana.Bahkan Donghae tidak bisa menghitung sudah berapa kali
mereka berputar.
“Sebentar.Disana masih banyak orang.Kita keluar
saat sudah sepi saja.”
Donghae akhirnya hanya bisa menurut dan mengumpat
dalam hati saja.Pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya nanti.
Setelah lebih dari setengah jam mereka menunggu,Yesung
akhirnya menyeret Hae keluar dari dalam mobil untuk ikut dengannya.
“hyung,sebenarnya kita mau kemana sih?”ujar
Donghae kesal.Ia ingin jawaban pasti dari Yesung sekarang juga.
“Kedalam hutan.”
“MWORAGO?!|
Yesung cepat-cepat menutup mulut Donghae dengan
tangannya supaya namja itu tidak berteriak lagi.
“Sssst!Kecilkan suaramu!Kau membuat kita menjadi
pusat perhatian!”
Donghae melepas paksa tangan Yesung dari
mulutnya.Ia menatap keki pada Yesung.
“Hyung,kau serius ingin masuk kedalam?Itu hutan
loh bukan gedung opera.”Tanya Donghae lagi meyakinkan.Yesung mengabaikan
pertanyaan Donghae.Ia memilih untuk terus masuk kedalam hutan.Peduli setan
Donghae mau ikut atau memilih tersasar sendiri disini.
“Hyung tunggu!Jangan tinggalkan aku sendiri!”ujar
Hae mengejar Yesung kedalam hutan.Mereka akhirnya sampai pada pedalaman hutan
luas tersebut.Donghae masih tidak menangkap maksud Yesung datang kesini.
“Hyung,sebenarnya apa yang kau cari disni?”Donghae
merasa kalau kini staminanya sudah hampir terkuras semua.
“Sudah jelas bukan.Aku mencari rumah itu.”Donghae
kini mengerti.Ternyata hyungnya itu masih mencari sosok yeoja masa
kecilnya.Tapi kenapa harus bawa-bawa dirinya.
“Lalu kenapa kau mengajakku?”
“Agar saat pulang nanti aku punya alasan kalau aku
bermain denganmu seharian.”ujar Yesung enteng.Donghae mendengus.Ternyata
dirinya dimanfaatkan olehnya.Tapi ya sudahlah.Sudah terlanjur masuk kedalam
sini.Kenapa tidak sekalian melihat-lihat saja.Jarang sekali Donghae bisa masuk
kedalam tempat seperti ini mengingat dirinya yang takut ditempat gelap
sendirian.
Srak!
Donghae memandang sekelilingnya.Ia seperti
mendengar suara sesuatu.Tapi ia tidak menemukan apapun.
“Mungkin hanya ilusiku saja.”ujarnya lalu kembali
melihat-lihat sekelilingnya sambil terus mengikuti Yesung didepannya.
Srak!Srak!
Nah…kali ini Donghae yakin kalau ia tidak
berhalusinasi.Pasalnya suara itu semakin mendekati mereka.Ia meraba tengkuknya
dan merasakan bulu kudunya berdiri.Iapun segera menarik kemeja seragam Yesung.
“H-Hyung…aku mendengar sesuatu…”ujar Donghae
gagap.Yesung segera membalikkan badannya dan menatap penuh harap pada Donghae.
“Apa kau mendengar suara piano?Atau
nyanyian?”tanyanya semangat.Donghae menggeleng pelan.
“Bukan hyung….T-tapi yang kudengar suara langkah
seseorang….dibelakang kita…”.
“Hah?Kau bercanda.Dihutan ini tidak ada orang lain
selain kita.”
“Aku tidak bercanda hyung!Sungguh!Aku tadi
benar-benar mendengar-“
Bruak!
Freeze…
Yesung dan Donghae sama-sama diam membeku
ditempatnya.Jelas sekali suara yang barusan mereka dengar bukanlah suara
piano,nyanyian ataupun langkah kaki.Donghae semakin merinding dan memeluk
lengan kanan Yesung.
“Tuhkan hyung apa kubilang!Ada seseorang
dibelakang kita!Aish seharusnya aku tidak setuju saat kau ajak kemari!”sewot
Donghae.
“Ya!Aku juga tidak tahu.Selama aku kemari,aku
tidak bertemu dengan siapapun atau apapun disini.”jelas Yesung.Sebenarnya ia
juga sedikit takut mengingat tempat dimana mereka sekarang ini.Tapi Yesung
memberanikan dirinya untuk mendekati asal suara itu.
“Ya hyung!Kau mau kemana?”cegah Donghae.Tapi tidak
berhasil menghentikan langskah Yesung.Ia malah semakin mendekati suara
itu.Donghae tidak punya pilihan lain selain mengikuti hyungnya sambil terus
berpegangan pada baju Yesung.Mereka semakin memasuki pedalam hutan itu.Semakin
gelap dan semakin tidak tentu arah.Sampai akhirnya mereka berhenti pada sebuah
jurang.
“Sepertinya suaranya berasal dari bawah sana
hyung.”ujar Donghae sambil mengintip-intip kebawah jurang.Namun tidak kelihatan
karena tertutup kabut yang tiba-tiba datang.
Yesung dan Donghae terlalu larut dalam pikiran
mereka sampai tidak menyadari seseorang tengah berada dibelakang mereka.Orang
itu tersenyum menyeringai dan kemudian mendorong tubuh Donghae dan Yesung masuk
kedalam jurang.
Tubuh mereka berdua yang tiba-tiba didorong
mengakibatkan mereka terjatuh dan berguling kedalam jurang.
Duak!
“Akh!.”erang Yesung saat kepalanya membentur batu
yang terdapat dibawah jurang.Perlahan-lahan pandangannya mengabur dan kemudian
semuanya menjadi gelap.
.
.
.
.
.
.
.
“Gurona onjena gudun tajin
punijyo
Tashin norul gu agomal gorago
Tusonul mowa gido hejyo
Gudon onyongiwa jihal dalago…”
Yesung perlahan mulai tersadar.Ia mencoba membuka
kelopak matanya.Namun matanya terasa berat untuk digerakkan.Ditambah lagi
kepalanya yang terasa sangat sakit.
“Mabobe sonuljima nulpulgono
Otume tongorson molli gudega
boyo…”
Yesung samar-samar mendengar sebuah lagu yang
terdengar sangat familiar untuknya.Iapun memaksa matanya untuk terbuka.Dan saat
ia membuka matanya,pemandangan pertama yang ia lihat ialah langit-langit sebuah
kamar yang berwarna putih.Dan ia mendapati dirinya berbaring diatas sebuah
kasur dengan selimut tebal menyelimutinya hingga lehernya.
“Ije naui
sonul jaba boayo
Uriye momi to irunun gosur
nukijyo…”
Pandangan Yesung langsung tertuju pada sosok yeoja
berambut hitam panjang yang tengah memainkan pianonya didalam kamar tempat
Yesung berada.Yesung melebarkan matanya.Ia mengenal jelas lagu yang tengah
dimainkan oleh yeoja itu.Lagu ini...Lagu milik yeoja itu.
“Jayurobge….Johaanuu~reul..
Noragado,nolaji marayo~
Uri aphee~pyor chojul
sesangiii…..
Nomuna sojunghe hamke…..ramyon.”
Dan yeoja itu akhirnya menghentikan nyanyiannya
saat ia telah menyelesaikan nada terakhir pianonya.Ia menghembuskan nafas lega
karena telah menyelesaikan lagunya.
“Ano…kau..”
Yesung akhirnya memberanikan dirinya untuk membuka
suaranya.Tampak yeoja itu sedikit terkejut dengan suara Yesung.Ia segera
berbalik dan menatap Yesung sambil memasang senyuman yang membuat Yesung
terperangah.
“Kau sudah sadar?Syukurlah lukamu tidak terlalu
parah…”ujarnya perlahan.Ia perlahan bangkit dan mulai berjalan mendekati Yesung
sambil meraba sekitarnya.Dan pada saat itulah Yesung mengambil kesimpulan.Gadis
ini buta?
Yesung mencoba bangkit untuk membantu yeoja itu
berjalan.Namun tiba-tiba saja kepalanya terasa berdenyut dan ia tidak bisa
beranjak dari sana.
“Tidak apa-apa.Jangan khawatirkan aku.Aku sudah
terbiasa.Jangan paksakan dirimu.Kau belum sepenuhnya pulih.Aku akan
mengambilkan air untukmu.’’ujar gadis itu kemudian berjalan perlahan menuju
keluar kamar.Yesung yang ditinggal sendirian didalam kamar memutar otaknya.
Kini ia berhasil menemui gadis yang sudah
dicarinya selama ini.Namun yang ia temukan gadis itu ternyata buta.Tidak bisa
melihat.Ia sebenarnya kurang yakin dengan semua ini.Namun ia juga tidak bisa
berpikir kalau kepalanya saja sakit seperti ini.
Tak lama yeoja itu kembali sambil membawa segelas
air untuk Yesung.Yesung memaksakan dirinya untuk berdiri dan membantu menuntun
jalan yeoja itu sampai kepinggir tempat tidurnya.
“Gomawo..umm…”
“Yesung.Namaku Yesung.”jawab Yesung menyadari
kebingungan yeoja itu.
“Ah..Gomawo Yesung-sshi.”
“Ani.Seharusnya aku yang berterima kasih padamu
karena telah menyelamatkanku.Tapi…kau yang membopongku kedalam sini?kau
kan…tidak bisa melihat?”ucap Yesung pelan takut menyinggung perasaan yeoja
itu.Namun yeoja itu malah tersenyum lembut.
“Kemarin,aku merasa kalau ada seseorang dihutan
ini.Dan aku pergi melihatnya.dan ternyata disana aku menemukanmu pingsan dan
menyadari kau tengah terluka.Jadi aku membawamu kerumahku yang kebetulan tidak
terlalu jauh dari tempatmu pingsan.Walau sedikit sulit.”ujarnya sambil sesekali
tertawa mengingat bagaimana usahanya memindahkan Yesung dari bawah jurang
menuju rumahnya.
Yesung terus saja memperhatikan yeoja itu sampai
akhirnya ia tersadar akan sesuatu.
“Donghae-…ah maksudku apa kau melihat namja lain
bersamaku saat aku pingsan?”Tanya Yesung khawatir mengenai keadaan Donghae.
“Apa yang kau maksud namja berambut coklat muda
itu?Kau tenang saja.Tadi ia kekamar kecil dibawah.Ia sadar lebih dahulu dari
pada kau Yesung-sshi“
“Oppa.Panggil aku oppa saja..ne?”potong
Yesung.Yeoja itu hanya mengangguk saja.
“Ah…sebelumnya,aku belum tahu namamu.Boleh aku
tahu?”
“Ne.Songkyu.Han Songkyu imnida.”
“Kyungie..Aku akan memanggilmu dengan nama
itu.Boleh?”
Yeoja itu tersenyum cerah.Ia menganggukkan
kepalanya senang.
“Ne.Tentu saja.Aku senang akhirnya ada yang mau
memanggilku dengan nama kecilku.”
“Akhirnya?Apa sebelumnya kau tidak pernah
dipanggil seperti itu?”Tanya Yesung.Senyum yang tadinya tertera diwajah Songkyu,tiba-tiba
memudar.Kini pandangannya menjadi sedih.Yesung yang menyadari perubahan wajah
Songkyu jadi salah tingkah dan berpikir kalau ia sudah mengucapkan sesuatu yang
seharusnya tidak diucapkan.
“Mian…Aku tidak-“
“Gwenchana oppa…Aku..memang tidak pernah dipanggil
dengan nama kecilku.Karena aku tidak memiliki siapa-siapa…”ujarnya dengan nada
sedih.Yesung merasa bersalah karena sudah mengungkit kenangan pahit yeoja
itu.Iapun berusaha mencari topik lain untuk dibicarakan.
“Ah..kau pernah belajar piano sebelumnya?Aku
sempat mendengarkan permainanmu tadi.Lagu itu sangat indah.”
“Ani.Aku tidak pernah belajar piano.Aku hanya
memainkan piano berdasarkan nada yang aku dengar dikepalaku.Kau tahu sendiri
kan oppa kalau aku buta.”terang Songkyu.
“Jinja?Tapi kenapa sejak dulu kau selalu memainkan
lagu yang sama?”
“Eh?”Songkyu bingung dengan pertanyaan
Yesung.Sejak dulu?Apa mereka pernah bertemu sebelumnya.
“Mungkin kau tidak menyadarinya.Tapi dulu,aku
pernah bertemu denganmu.Dihutan ini tepatnya dikamar ini.”jawab Yesung seolah
membaca pikiran Songkyu.
“Dulu saat aku masih berumur 10 tahu,aku pernah
tersesat dihutan ini.Aku sempat putus asa dan merasa tidak akan pernah bisa
keluar dari sini.Tapi tiba-tiba saja aku mendengar suara dentingan piano yang
berasal dari dalam hutan.Saat aku mengikuti asal suara,aku menemukan rumah ini
dan melihatmu memainkan piano itu sambil bersenandung dikamar ini.Sejak saat
itu aku mulai menyukaimu dan berusaha mencarimu.Namun usahaku tidak pernah
berhasil sampai sekarang aku berhasil menemukanmu.Walau dengan cara yang tidak
bagus.”ujar Yesung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Songkyu mendengarkan penjelasan Yesung akan
pertemuan mereka.Dan kemudian ia tersenyum lebar.
“Ternyata aku benar..”
“Eh?”
“Ani.Oppa,kau tahu.Pada saat kau bertemu denganku
dulu,saat itu aku mendapat feeling kalau ada seseorang didalam hutan yang
membutuhkan bantuan.Aku ingin sekali menolongnya.Tapi aku tidak dapat berbuat
apapun karena saat itu aku masih sangat kecil dan aku juga buta.Lalu aku memutuskan
untuk bermain piano dan bernyanyi dengan harapan suaraku dapat membantu.”
“Kau seperti dewi hutan saja.”canda Yesung.Songkyu
tertawa pelan.Sungguh!Yesung sangat menyukai senyuman menawan yeoja
disampingnya ini.Bibir plumnya yang tipis.Kulitnya yang berwarna putih,dan
rambutnya yang berwarna hitam panjang digerai indah.Benar-benar seperti dewi
hutan.
“Yah…bisa dibilang aku dan hutan ini sudah seperti
1 roh.Setiap terjadi sesuatu dengan hutan ini,aku akan ikut merasakan
pedihnya.Dan setiap ada orang yang tersesat didalam hutan,aku pasti bisa
merasakannya.Dan hutan pula yang menuntunku jika aku tersesat dihutan.”terang
Songkyu.Terlihat jelas raut kebahagiaan diwajahnya.Yesung juga ikut tersenyum
melihatnya.Tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang.
“Ah..Hyung!Kau sudah sadar?Aku kira kau tidak akan
bangun-bangun.”sosok itu adalah Donghae,teman Yesung yang Yesung angap merusak
moment berduaannya dengan Songkyu.
“Kau berdoa supaya aku mati?”ujar Yesung sinis dan
mendapat cengiran yang artinya kira-kira ‘peace-hyung-bercanda’.
Songkyu tertawa mendengar percakapan Donghae dan
Yesung.Ia belum pernah merasa senang seperti ini sebelumnya.Ia merasa dengan
adanya mereka berdua,ia tidak merasakan kesepian lagi.Memang selama ini ia
tidak selalu sendiri.Selalu ada pohon-pohon dan beberapa binatang dihutan yang
menemaninya.Tapi tetap saja berbeda jika yang menemaninya adalah seseorang.
“Ah,hyung eottokae?Kau terluka dan kita tidak
mungkin kembali kerumah dengan keadaan seperti ini.”ujar Donghae.Yesung
berpikir sebentar.Benar juga kata Donghae.Kalau ibunya melihat dirinya terluka
seperti ini,ia pasti akan dihujani beribu-ribu pertanyaan nantinya.
“Bagaimana kalau kalian menginap disini dulu?Aku
tidak keberatan kalau kalian mau.”Songkyu menawarkan.Donghae memandang Yesung
terlebih dahulu.
“Tapi bukankah itu akan merepotkanmu nantinya
Kyungie?”
‘Kyungie?sejak kapan Yesung hyung bisa semanis itu
pada yeoja?Atau jangan-jangan dia…’batin Donghae saat mendengar cara hyungnya
memanggil yeoja itu.
“Gwenchana oppa.Aku malah senang.Aku jadi tidak
kesepian lagi nantinya.”ujar yeoja itu dengan senyum yang selalu menghiasi
wajahnya.
“Baiklah.Kami akan tinggal disini sementara.”putus
Yesung.Songkyu tersenyum lebar mendengarnya.
“Tapia pa alasan kita hyung selama kita tidak kembali
kerumah?”
“Bilang saja kita menginap dirumah teman.Lagipula
ummaku tidak akan segitu khawatirnya padaku.”jawab Yesung enteng.Donghae hanya
bisa menghela nafasnya panjang.
“Kalau begitu,oppadeul pakai kamar ini saja.Aku
akan tidur diluar.”
“Eh?Ani!Kami saja yang tidur disofa.Kau tetap
tidur disini Songkyu-ah.”ucap Donghae.Mana mungkin ia membiarka yeoja
sepertinya tidur diluar sementara dirinya enak-enakkan tidur dikasur.
“Tapi-“
“Kyungie,kami tidak apa-apa.Kau tidur dikamarmu
saja,ne?”ucap Yesung lembut tapi terkesan tegas.Songkyu akhirnya mengangguk
setuju.yesung tersenyum kecil dan meraih tangan yeoja itu.
“Sekarang,kau istirahatlah.Aku yakin kau lelah
seharian ini.”perintah Yesung.Songkyu mengangguk dan merebahkan dirinya diatas
kasur.Yesung menarik selimutnya sampai kebatas leher yeoja itu.Ia juga mengusap
pelan yeoja itu hingga ia terlelap.
“Aigoo…ternyata kau punya sisi manis juga
hyung.”ujar Donghae sambil berkacak pinggang.Sedari tadi ia disuguhi
pemandangan romantis yang membuatnya iri setengah hidup(?).
“Sisi manis apa?Aku hanya bersikap biasa.”
“Kau tidak pernah memperlakukanku seperti
itu.”jujur hae sambil memajukan bibirnya beberapa mili.Yesung menatap Donghae
dengan tatapan ‘untuk-apa-aku-berlaku-lembut-pada-ikan-basi-sepertimu-?’
“Aish…jadi yeoja ini yang selama ini kau cari
hyung?Aish…seharusnya ia tidak pernah bertemu denganmu!”
“Hah?Apa maksudmu?”
“Ne.Jadi seharusnya ia bertemu denganku jadi aku
bisa langsung menikahinya saat ini juga.”
Yesung ingin sekali melempar siluman ikan
dihadapannya ini.Bisa-bisanya ia berkata seperti itu.Yesung mengabaikan Donghae
yang masih terus mencibirnya.Ia lebih memilih memperhatikan wajah yeoja itu.
“Yeppeun da…”
“Hah?Kau ngomong apa tadi hyung?”
“Siapa yang bicara padamu?Sudah.Lebih baik kita
keluar.Nanti mengganggunya.”ujar Yesung sambil menyeret Donghae keluar dari
kamar Songkyu.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya,Songkyu mengajak Donghae dan
Yesung untuk pergi kedalam hutan.Bosan didalam rumah seharian.Awalnya Yesung
dan Donghae menerima ajakan Songkyu karena takut gadis itu tersasar.Tapi
sepertinya mereka harus membuang jauh-jauh pikiran itu.Pasalnya,sepanjang
perjalanan mereka,banyak hewan-hewan hutan yang berjalan mengikuti
Songkyu.Mereka seperti menuntun Songkyu ketempat yang aman dari bahaya.Bahkan
angin hutan berhembus kearah yang seharusnya dilalui oleh mereka.Yesung semakin
berpikir kalau Songkyu itu adalah Dewi Hutan sungguhan.
“Kyungie,sebenarnya kita mau kemana?”Tanya Yesung
lembut.Songkyu berbalik dan berusaha meraih tangan Donghae dan Yesung.Ia
kemudian menarik tangan mereka berdua untuk mengikutinya.
“Sudah,Ikut aku saja.Aku dan teman-teman hutanku
punya tempat rahasia disini.”ujarnya semangat.Donghae dan Yesung hanya bisa
pasrah ditarik oleh Songkyu.Mereka semakin menuju pedalaman hutan hingga
akhirnya mereka bertiga berhenti disebuah tempat.
“Ah..Kita sudah sampai ternyata.”ujar
Songkyu.Yesung dan Donghae menatap keseluruh tempat yang mereka
datangi.Pingiran danau yang seluruhnya ditutupi oleh bunga-bunga.Berbagai macam
kupu-kupu berterbangan.Pantulan matahari pada air danau membuat kesan yang
sangat menawan bagi mereka berdua.
“Woow…Aku tidak menyangka didalam hutan
menyeramkan ini ada taman bunga seindah ini.”kagum Donghae.Ia berlari ketengah
taman bunga dan membaringkan tubuhnya diatas hamparan bunga putih dan biru.
Yesung memejamkan matanya dan menghirup udara segar
dan aroma bunga-bunga yang bermekaran disana.Rasanya menenangkan.
“Oppa,apa yang kau lakukan disana?Ayo sini.”ujar
Songkyu sambil menepuk tempat disamping kanan dirinya.Sementara Donghae
disamping kirinya.Yesungpun melangkah mendekati Songkyu dan Donghae.Ia juga
membaringkan tubuhnya diladang bunga itu.Nyaman.batinnya.
Songkyu tiba-tiba meraih tangan Donghae dan
Yesung.Ia menggenggam erat tangan mereka berdua sambil tersenyum lebar.
“Aah…Ini pertama kalinya aku mengajak seseorang
kesini.Ternyata rasanya berbeda ya.Lebih menyenangkan membagi rasa bahagiamu
dengan seseorang dariada merasakannya sendiri.”ujarnya senang.Yesung dan
Donghae ikut tersenyum mendengarnya.
“Walaupun aku tidak bisa melihat,tapi tanaman dan
para kupu-kupu disini berkata kalau kalian berdua sangat tampan.Aku jadi ingin
melihat langsung wajah kalian.”
Yesung tiba-tiba merasa sedih akan itu.Ia sedih
melihat keadaan yeoja itu.walaupun ia selalu tersenyum,tapi ia pasti merasa
kecewa karena tidak bisa melihat.
“Na…Kyungie…”
“Hmm?”
“Boleh aku…memintamu untuk…mengajariku memainkan
lagu milikmu itu?”
“maksud oppa,lagu yang kemarin aku mainkan?”
Yesung mengangguk pasti.Sepertinya ia tidak
menyadari kalau Songkyu tidak dapat melihatnya.
“Ne.Tentu oppa.”
.
.
.
.
.
.
.
Sudah lewat dua minggu Yesung dan Donghae lalui
dihutan tempat Songkyu,yeoja yang dicari Yesungberada.Dan disana pula mereka
belajar banyak tentang hutan dan segalanya.Songkyu juga mengajarkan Yesung dan
Donghae lagu yang sering dinyanyikannya untuk membantu orang-orang yang
tersesat dihutan itu.
“Ngomong-ngomong,kenapa lagu ini tidak memiliki
nama?Padahal lagu ini bagus.”ujar Donghae setelah ia selesai memainkan kunci
nada lagu itu diatas piano.Sementara Yesung masih menyanyikan nada yang
disukainya.
“Bukannya tidak mau memberi,hanya aku tidak tahu
nama apa yang cocok dengan lagu itu.Lagipula aku hanya asal menciptakan lagu
itu oppa.”
“Mwo?Asal?Tapi lagu ini bagus!Arti dari lagu ini
juga sangat menyentuh dan menenangkan.”sewot donghae.
“Kalau begitu,kenapa tidak oppadeul saja yang
memberi judul pada lagu ini?Aku yakin kalian bisa memilihkannya.”
“Benarkah?Kalau begitu aku akan memikirkan nama
yang bagus untuk lagu ini!”ujar Donghae bersemangat.Namun disisi lain,Yesung
terus menerus memandang yeoja itu.Ia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu.Tapi
ia tidak berani mengatakannya.
“Ah…aku lapar.Ada yang mau kebawah dan mengambil
snakc untukku?”aju Donghae.Tapi tidak ada yang merespon.Dengan berat hati
donghae beranjak sendiri menuju dapur untuk mengambil makanan.Meninggalkan
Yesung dan Songkyu sendirian disana.Yesung mengambil moment ini sebagai
kesempatannya.
“Kyungi…boleh aku berkata sesuatu?”
Songkyu menghentikan aktivitasnya menyentuh tuts
piano.Ia memandang Yesung dan berjalan pelan kearah Yesung.Yesung segera
menuntun yeoja itu mendekat kearahnya.mendudukkan dirinya dikursi piano.
“Ne oppa.Apa yang ingin kau katakana?”Tanya
Songkyu.Yesung meraba dadanya.Menyiapkan dirinya untuk segera mengutarakan
perasaannya pada Songkyu.
“Kyungie…aku tau ini sedikit cepat
tapi….Saranghae..Jeongmal saranghaeyo Kyungie…”
Songkyu tidak merespon pernyataan Yesung.Membuat
namja itu gusar.Songkyu menundukkan wajahnya.
“Mianhae oppa…Aku tidak bisa.”
“wae?”
“Karena kita tidak mungkin bersama oppa.Kita
terlalu berbeda.”
“Berbeda apanya?Kau sama denganku kan?”
“Tidak oppa.Aku terlahir untuk selalu bersama
dengan hutan ini.Kalau aku meninggalkan mereka,sama saja dengan aku membuang
nyawaku sendiri.Dan kau tidak mungkin selamanya berada dihutan ini oppa.”
“Aku tidak peduli!Aku sudah menyukaimu sejak 7
tahun yang lalu.Aku akan menerima kau apa adanya.Jebal…”
“Mianhae oppa.Aku tetap…tidak bisa melakukannya…”
Hening.Suasana didalam kamar itu hening tanpa ada
suara sedikitpun sampai akhirnya Donghae masuk kedalam kamar dan mendapati
suasana yang mencekam itu.
“waeyo?”tanyanya polos.Tiba-tiba Yesung langsung
berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar dari kamar dengan langkah
terburu-buru.Donghae yang bingung segera mengikuti Yesung dan bertanya tentang
yang sebenarnya terjadi.
“Hyung,kau mau kemana?”
“Keluar.Aku ingin kembali kerumah.”ujarnya dingin.
“Mwo?Tapi bagaimana dengan Songkyu-ah?Kasihankan
dia sendiri disini.”
Yesung menghentikan langkahnya dan menatap tajam
Donghae.
“Aku ingin kembali.Kalau kau ingin tetap
disini,itu urusanmu!Aku sudah tidak perduli lagi!”setelah mengeluarkan
kata-kata itu,Yesung kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan hutan itu.Donghae
yang bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi,lebih memilih mengikuti Yesung.
.
.
.
.
.
2 Month after that…
2 bulan setelah Yesung dan Donghae kembali dari
hutan itu,Yesung berubah total.Yesung yang dulunya paling tidak masih mau
tersenyum sedikit,kini sama sekali tidak mengeluarkan suara maupun senyumannya.Ia
menjadi seperti patung berjalan sekarang.wajahnya terus saja dingin.Tidak
menunjukan ekspresi apapun.Donghae pun sudah jarang bersama dengannya karena
Yesung lebih memilih untuk sendiri dari pada berbaur dengan teman-temannya.
Saat ini,Yesung juga tengah menyendiri diatap
sekolah.Ia tengah berbaring sambil memandang langit.Melihat langit biru seperti
itu,mengingatkannya akan seseorang.Seseorang yang dicarinya selama
bertahun-tahun.Dinantinya,dan dicintainya.Tapi seseorang itu pula yang
menghancurkan harapannya dan menolaknya tanpa alasan yang jelas.
“Ck!Untuk apa aku mengingatnya lagi!’’ujarnya
sambil menepuk kepalanya.Sejujurnya,ia masih mencintai yeoja itu.Ia ingin
kembali kehutan itu dan menemui gadis itu untuk meminta penjelasan lebih.Tapi
egonya memaksanya untuk tidak kembali kesana.
“Haah…kenapa kau menghancurkan harapanku
Kyungie?”lirihnya.
BRAK!
Yesung terkejut karena tiba-tiba saja pintu masuk
kesini dibanting atau dibuka paksa seseorang.Yesung mengalihkan matanya pada
pintu itu dan mendapati Donghae dengan wajah yang seperti orang habis dikejar
hantu.
“Kau mengagetkanku saja!Aku kira kepala sekolah
yang akan menegurku.”sewot Yesung lalu kembali membaringkan tubuhnya dan menutup
matanya dengan lengan kanannya.
“Yesung hyung!Ini gawat!”
“Ada apa?Kenapa kau seperti habis dikejar anjing
begitu sih?”
“Hyung…Songkyungie…Dia..”
“Ck!Sudah kubilangkan!Aku tidak peduli lagi dengan
yeoja itu.Anggap saja aku tidak pernah bertemu dengannya!”
“Ani hyung!Dengarkan aku dulu!”teriak Donghae
kesal.Selalu saja seperti ini.Ia tidak mengerti inti permasalahan yesung dengan
Songkyu.Setiap ditanya soal yeoja itu,ia selalu menghindar.Ada apa sebenarnya.
“Kyungi…Hutan tempatnya tinggal…Barusaja
Terbakar..”
Deg!
Jantung Yesung seakan berhenti berdetak beberapa
detik.Terbakar?Hutan itu?
“Berhenti bercanda Donghae.Itu tidak lucu!”
“Aku memang sedang tidak bercanda hyung!Aku
serius!Hutan itu sudah terbakar habis sekarang!Termasuk rumah Songkyu
dan…Songkyu sendiri..”lirih Donghae pada akhir kalimatnya.Air mata sudah mulai
menggenang dipelupuk matanya.Tapi ia berusaha menahannya.
“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara
kau dan Kyungie hyung.Tapi yang pasti sekarang Songkyu sudah tidak ada.Apapun
yang ia perbuat padamu hyung,maafkanlah dia.Biarkan dia tenang disana.”
Yesung masih terdiam ditempatnya.Ia tidak mampu
berkata apapun.Perih.Dadanya terasa sangat perih mendengar kabar bahwa
kyungie,yeoja yang dicintainya sudah tidak ada.
“Baiklah..Itu yang ingin aku sampaikan padamu
hyung.Sekarang lebih baik aku membiarkanmu sendiri.Aku yakin kau
membutuhkannya.
Donghae pergi meninggalkan Yesung sendirian
disana.Setelah Donghae benar-benar pergi,akhirnya air mata Yesung tidak dapat
ditahan lagi.Ia menumpahkan segala kesedihan dan kemarahannya atas keegoisannya
selama ini.
“Mianhae…Mianhaeyo Kyungie…”
.
.
.
.
3 Days Later…
Yesung memutuskan untuk mengunjungi hutan tempat
Kyungi berada dulu.Pepohonan rimbun yang dulunya tercetak jelas disana,sekarang
sudah rata dengan tanah.Kebakaran hebat itu menghanguskan seluruh hutan
termasuk rumah Kyungi yang sebenarnya tertutup oleh hutan itu.Bahkan
orang-orang tidak ada yang tahu bahwa didalam hutan itu terdapat sebuah
rumah.Hanya beberapa yang mengetahuinya.namun mereka beranggapan kalau rumah
itu hanya rumah tua dan kuno yang angker.Padahal kenyataannya tida.Dirumah
itulah seorang yeoja yang selalu menolong orang-orang yang tersesat
dihutan.Disana jugalah ia bertemu dengan orang yang dicintainya.disanalah ia
mempelajar berbagai hal dengan yeoja itu.Dan…disanalah ia meninggalkan yeoja
itu dan membiarkannya mati sendirian.
“Aku datang Kyungie…Maaf baru bisa mengunjungimu
sekarang.”ujar Yesung seraya berjalan menuju dasar jurang tempat tinggal
Songkyu berada.Rumah itu sudah tidak ada.Semua sudah rata menjadi abu.Yesung
menatap sedih gundukan abu yang dulunya bangunan rumah kuno itu.Kilasan-kilasan
memori menyenangkan dirinya dengan yeoja itu perlahan terlintas dikepalanya…
“Bagaimana kalau kalian menginap
disini dulu?Aku tidak keberatan kalau kalian mau.”.
*
“Sudah,Ikut aku saja.Aku dan
teman-teman hutanku punya tempat rahasia disini.”
*
“Walaupun aku tidak bisa
melihat,tapi tanaman dan para kupu-kupu disini berkata kalau kalian berdua
sangat tampan.Aku jadi ingin melihat langsung wajah kalian.”
*
“Mianhae oppa…Aku tidak bisa.”
*
“Karena kita tidak mungkin
bersama oppa.Kita terlalu berbeda.”
*
“Tidak oppa.Aku terlahir untuk
selalu bersama dengan hutan ini.Kalau aku meninggalkan mereka,sama saja dengan
aku membuang nyawaku sendiri.Dan kau tidak mungkin selamanya berada dihutan ini
oppa.”
*
“Mianhae oppa.Aku tetap…tidak
bisa melakukannya…”
“Mianhae…Tapia pa anda yang bernama Yesung?”
Tiba-tiba seorang petugas yang tengah membersihkan
bekas kebakaran hutan datang dan mengejutkan Yesung.Sontak Yesung menghapus air
matanya yang hampir jatuh.Ia menanggapi pertanyaan petugas tadi.
“Ne.Saya Yesung.”
“Ah Syukurlah.Ini.Kami menemukan botol berisikan
surat ini ditengah gundukan abu itu.Disini tertulis nama anda dan disini juga
disebutkan kalau anda pasti akan berkunjung kesini setelah kejadian ini.”
Yesung mengerutkan keningnya.Apa maksud perkataan
petugas ini?Maksudnya penulis surat itu sudah tahu akan kejadian ini dan tahu
kalau dirinya akan berkunjung kesini?
Tanpa basa basi,Yesung langsung botol itu.Yesung
segera membaca isi surat itu.
“Annyeong Yesung oppa…Apa kabarmu
saat ini?Aku yakin setelah kau menerima surat ini,aku sudah tidak ada lagi
didunia.hehe..
Oppa mianhae…Bukannya aku tidak
menerima perasaanmu.Hanya saja kita memang tidak bisa bersatu.Aku sudah menduga
kalau dalam beberapa hari lagi hutan ini akan segera musnah.Aku dapat
merasakannya.Hawa manusia yang haus akan keserakahan.Demi membangun fasilitas
yang lebih menguntungkan baginya,ia rela memusnahkan hutan ini.Orang itulah
yang mendorong oppa kedalam jurang karena merasa kalian hanya akan menghalangi
jalan mereka.Pria itu sering mengawasimu oppa.Mengawasi setiap kali kau
berusaha mencariku disini.Mereka berpikir kalau kau berusaha menghentikan aksi
mereka.Dan akhirnya mereka bertindak.Mereka mendorongmu kedasar jurang dengan
harapan kau akan segera mati.Namun nyatanya kau masih hidup.Aku yang saat itu
tengah berjalan-jalan,tidak sengaja bertemu denganmu.Dan saat semua
kelinci-kelinci hutan memberitahuku bahwa kau tengah diincar oleh seseorang,aku
langsung membawa kau dan Donghae oppa kerumahku.Setidaknya kau aman bersamaku.Tapi
ternyata dugaanku salah.Pria itu tetap berniat memusnahkan hutan ini.Ia juga
berniat membakarmu hidup-hidup dihutan ini setelah mengetahui kau masih hidup.Akupun
berusaha mengusir oppa dari hutan ini dengan cara membuat oppa
membenciku.Meskipun aku harus mati,aku bahagia setidaknya aku bisa melindungi
oppa.Gomawo oppa atas waktu yang sebentar tetapi memiliki makna terbesar dalam
hidupku yang kau dan Donghae oppa berikan.
Sampaikan Salamku pada Donghae
oppa ne.^^
Sincerelly.
Han Songkyu.
Yesung meremas kertas dalam genggamannya.Jadi
Kyungie menolak dan sengaja membuatnya membencinya…untuk melindungi nyawanya?
“Kyungie,wae?Kenapa kau tidak langsung
memberitahuku?Kenapa kau tidak membiarkanku membawamu pergi dari sini?”
“Karena hutan adalah nyawaku oppa…”
Yesung berhenti menangis.Ia melebarkan matanya
begitu ia mendengar suara yang begitu familiar ditelinganya.Iapun mendongakkan
kepalanya dan memandang petugas yang tadi menyerahkan surat itu.Seketika itulah
jantung Yesung berdetak kencang.
“Kyungie…”
Yesung menatap wajah petugas itu tidak
percaya.Petugas namja yang tadi menyerahkan surat itu padanya,kini berubah
menjadi Songkyu.
Yeoja itu tersenyum lembut pada Yesung.Senyum yang
selalu diperlihatkannya.Yesung berusaha menyentuh wajah itu.Namun sia-sia.Tubuh
itu sudah transparan sekarang.
“Oppa…mianhae karena membuatmu kecewa padaku.Aku
tidak bermaksud melukai oppa.Aku hanya ingin menjaga oppa..”
“Apa yang kau bicarakan?Ini salahku yang terlalu
mementingka egoku!Kau tidak salah Kyungie.Kalau saja aku tidak meninggalkanmu
sendirian saat itu,kau tidak akan mati”
“Oppa…uljima…Aku sedih melihat oppa menangis
seperti itu.Kumohon oppa.Relakan aku.Tubuh dan rohku memang sudah tdak ada
lagi.Tapi ingatlah oppa.Aku akan selalu ada disisimi.Tepatnya disini…”ujar
Songkyu sambil menunjuk dada kanan Yesung.Tepatnya hatinya.
“Aku akan tetap berada disisimu oppa.Didalam
hatimu.Jadi oppa jangan bersedih ne…”Songkyu tersenyum lebar pada
Yesung.Yesungpun membalas senyuman Songkyu walau tidak selebar dirinya.
“Sekarang aku pamit ya oppa…Aku tidak bisa
lama-lama disini.Jaga dirimu baik-baik ne.Dan jangan lupakan salamku pada
Donghae oppa ^^”ujarnya.Perlahan-lahan tubuh Songkyu mulai tidak terlihat
lagi.Yesung mengangguk pada Songkyu.
“Ne.Semoga kau bahagia Kyungi.Aku pasti akan
mengakatan salammu padanya..”
Songkyu tersenyum perih pada Yesung.Sebelum ia
sepenuhnya hilang,Songkyu mengatakan kata-kata perpisahan terakhirnya.
“Oppa….
…Saranghaeyo..”
Dan dengan berakhirnya kata-kata itu,Songkyu
sepenuhnya hilang dihadapan Yesung.Sementara Yesung sendiri masih tidak
mempercayai kata-kata terakhir Songkyu.Sampai akhirnya ia tersenyum lembut dan
menatap langit yang cerah..
“…Nado Saranghaeyo..Kyungie…”
.
.
.
.
.
.
A few Month after the Forest accident,On
Graduation ceremony…
Upacara kelulusan.Hari dimana siswa yang tengah
dinyatakan lulus oleh Negara dan sekolah melewati hari terakhir mereka
disekolah.Hari dimana mereka akan mempertunjukan kemampuan dan bakat mereka
pada sekolah untuk terakhir kalinya.
Namja itu,KimJongwoon atau Yesung,ia berdiri
ditengah panggung.Ia mengenakan jas berwarna hitam dengan kemeja putih
didalamnya.Ia membungkuk pada seluruh audiens diruangan utama sekolah.Memberi
salam kehormatan.Ia kemudian beranjak menuju podium untuk mengucapkan sepatah
kata.
“Selamat siang para hadirin sekalian.Hari ini
adalah…Hari terakhir saya bersekolah disini.Hari ini pula terakhir kalinya saya
bisa belajar bersama teman-teman sekelas.hari ini juga…Saya terakhir kali
mendapat ajaran dari guru-guru disini.Saya merasa sangat bahagia bisa bertemu
dengan anda sekalian.Berkat anda,saya banyak belajr tentang segala hal.Saya
hanya bisa berkata terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk anda sekalian.Dan
sebagai persembahan dari saya,saya akan membawakan sebuah lagu untuk anda.Lagu
ini memang bukan saya yang menciptakannya.Seseorang yang mengajarkannya pada
saya.Seseorang yang amat saya cintai.Tapi saya melakukan kesalahan sehingga
kini ia telah tiada.Lagu ini bernama ‘Magic Castle’.karena lagu ini dapat
menolong orang yang tengah tersesat kembali kejalan yang benar.Memberikan
keajaiban baru bagi yang mendengarnya.Menghilangkan rasa sedih kita,memberikan
kita ketenangan.Lagu yang dapat menolong hati seluruh manusia.”
Dengan itu,Yesung menyelesaikan kata-katanya.Ia
kemudian beranjak menuju grand piano berwarna putih disebelah kanan panggung.Ia
kemudian duduk dikursi itu dan mulai menghela nafasdan menghembuskannya.Dan
lalu ia mulai menkan tuts nada pada piano.Seluruh audiens terlarut dalam
permainan piano Yesung.dan pada akhirnya Yesung mulai menyanyikan bait demi
bait lagu tersebut…
Midursu inayo naui kum sogeso
Nonun mabobe pajing gongjuragoh
Onjena noru hyanghan momchisen
Sumanin oryoun punijiman
Gurona onjena gudun tajin punijyo
Tashin norul gu agomal gorago
Tosunul mowa gido hejyo
Gudon onyongiwa jihel dalago
Ma bobe sonuljina nulpulgono
Otume tongorson molli gudega boyo
Ije naui sonul jaba boayo
Uriye momi yo orunun gosur
nukijyo
Jayurobge johanureul
Naragado…Nolaji marayo
Uri aphe pyor chojul sesangi
Nomuna sojunghe hamke ramyon
Dan setalah Yesung menekan tuts nada terakhir
dilagunya,seluruh audiens bertepuk tangan padanya.Yesung membungkukkan
badanya.Memberi penghormatan atas audiens yang memujinya.Setelah Yesung membungkuk
hormat,Yesung langsung menegakkan tubuhnya.Dan ia langsung melebarkan matanya
begitu pandangannya tidak sengaja tertuju pada sosok yeoja bergaun putih yang
berdiri sambil memberi tepuk tangan pada Yesung.
Songkyu.
Dia tersenyum lebar pada Yesung.
“Terima kasih oppa…Karena sudah mau melakukan
permintaan terakhirku…”ujarnya yang entah kenapa bisa didengar oleh Yesung
ditengah ributnya suara tepuk tangan audiens disana.Yesung tersenyum bahagia
pada Songkyu.Setelah tepuk tangan hampir mereda,Yesung melihat Songkyu beranjak
meninggalkan tempatnya tadi berdiri.Ia menembus beberapa orang yang bediri
ditengah jalan.dan kemudian menghilang dibalik pintu utama.
“Cheonmaneyo…Songkyu-ah.Setidaknya aku…masih bisa
mengabulkan permintaanmu.Semoga kau tenang dialam sana.”
“….Oppa,berjanjilah padaku untuk
memberi nama pada Lagu itu dan perdengarkan pada semua orang….”
-E.N.D-



Tidak ada komentar:
Posting Komentar