Recomend song : Up to you (._.)
Karena disini ceritanya agak gimana gitu jadi author bingung mau ngasih recomend lagu apa.Kalau bisa sih yang agak-agak mellow gitu dikit.
Okay.Langsung aja ya.
Happy Reading(^_^)
.................
*Dorm Super Junior lantai 11*
Pagi ini keadaan dorm dari boyband terkenal Korea yaitu Super Junior,seperti biasa.Selalu dihiasi dengan perang yang terjadi diatas meja makan didapur.Kalau tidak Eunhyuk dan Shindong yang saling berebut jatah makanan,Kyuhyun akan melakukan kejahilan lagi sebagai gantinya.
Tapi pagi ini sang koki utama di Super Junior tampak melamun sambil mengaduk-aduk nasinya dengan tidak semangat.Wajahnya terlihat sangat khawatir akan sesuatu.Sang leader yang sedari tadi memperhatikan gelagat eternal magnae-nya itu,akhirnya memutuskan untuk bertanya.
"Ryeowook-ah,gwenchana?Kau nampak kurang sehat.Apa kau sakit?"ujar sang leader sambil menempelkan tangannya pada dahi Ryeowook.Ryeowook menepis pelan tangan Leeteuk dan tersenyum kecil yang benar-benar dipaksakan.Membuat Leeteuk yang melihatnya semakin yakin kalau ada sesuatu dibalik ini semua.
"Gwenchana hyung."Ryeowook lalu mengambil sebuah kimchi dan mulai memakan makanannya dengan gerakan yang amat sangat lambat (.__.)
Setelah mereka semua menyelesaikan sarapan pagi mereka yang tidak bisa disebut tenang (-3-),Ryeowook tiba-tiba saja berdiri dari mejanya dan langsung berhambur masuk kedalam kamarnya.5 menit kemudian ia keluar sudah dengan pakaian lengkap serta masker dan topinya.
"Hyung,aku ingin keluar hari ini.Jadwalku kosong bukan?Dan Sungmin hyung.Mianhae.Bisakah kau yang melakukan beres-beres dapur hari ini?Aku sedikit terburu-buru."ucapnya sambil meraih kunci mobilnya.Sungmin yang mengerti maksud dari 'terburu-buru'nya langsung mengangguk.Pertanda ia menyetujui permintaan Ryeowook tadi.
"Araseo.Sampaikan salamku padanya ya.".Mendengar tanggapan positif dari Sungmin,Ryeowook langsung mengangguk dan beranjak meninggalkan dormnya.
Setelah sosok Ryeowook sudah hilang dibalik pintu,para member lainnya yang penasaran dengan kelakuan Ryeowook pagi ini langsung menghujani Sungmin dengan berbagai pertanyaan dan kecurigaan.
" Sungmin-ah,Sebenarnya ada apa?".Leeteuk yang pertama bertanya.
"Biasalah hyung.Lady no.1-nya itu loh."Jawab Sungmin santai sambil mengambil piring-piring kotor yang ada dimeja untuk segera dicuci.
"Memang ada apa dengan Ara?Apa mereka bertengkar?"Donghae bertanya dengan nada was-was.Kalau sampai Ryeowook dan Ara bertengkar,bisa dipastikan ia tidak akan bisa bertemu dengan Yoy selama 1 bulan penuh karena Ara akan selalu melarangnya untuk berhubungan lagi dengannya.Dorm Super junior bisa banjir bandang kalau itu sampai terjadi.
"Bukan.Aku dengar dia sedang sakit sekarang.Bukankah Ryeowook sangat over sekali pada Ara?Jadi apa lagi alasan dia seperti itu kalau bukan karena ia ingin segera menemui Ladynya itu.Kemain saja saat Chi menelponnya ia seperti orang yang baru dikejar hantu."
"Eh?Chi menelpon Ryeowook?Kapan?"Siwon langsung pasang telinga begitu mendengar nama yeojachingunya barusan.
"Kemarin.Saat kita melakukan syuting CF.Dia menelpon Ryeowook kalau Ara sedang sakit dirumanya.Wae?"tanya Sungmin penasaran.Kenapa pula kuda yang satu ini tiba-tiba nyamber seperti tadi.
"Ani.Aku hanya heran.Soalnya semalam dia bilang dia sudah dapat pekerjaan.Dan sorenya ia menyuruhku untuk datang kerumah Ara.Aku kira mereka akan melakukan perayaan dirumah Ara.Taunya dia sedang sakit."jawab Siwon lagi.
"Tapi tumben dia sakit.Biasanya dia selalu berteriak-teriak didorm seperti orang kesetanan."ujar Kyu sarkastik dan mendapat jitakan gratis dari Yesung.
"Ya Kyu!Bagaimanapun juga dia itu manusia.Dan manusia bisa sakit.Memangnya kau pikir dia apa?"
"Ratu neraka.."jawab Kyu lagi sambil tersenyum innocent dan kembali mendapat jitakan gratis.Kali ini dari Sungmin.
"Kau pikir kau apa?Kalian berdua itu seperti anak kembar tau.Yang satu Raja iblis yang satu ratunya."Kyuhyun hanya bisa mendengus sebal karena dikata seperti tadi.Tapi kalau dipikir-pikir itu kenyataan sih (._.)
"Ah.sudahlah.Dari pada kalian meributkan hal yang gak penting,mendingan kalian bantu aku membereskan meja ini.."
......
"47 derajat...Selamat.Kau demam tinggi Mrs.Han."uja Chi dengan wajah sebalnya.Ia meletakan termometer tubuh yang tadi digunakannya diatas nakas kecil disamping tempat tidur Ara.Sudah sejak pagi ia terus menerus mengeluarkan ceramahan panjang non stop-nya kepada Ara.Ya Ara mau gak mau harus mendengarkan ceramahan 'live;tersebut.
"Kau ini.Kalau sudah sakit saja baru berhenti.Coba kalau tidak.5 botol soda pun pasti kau teguk.Kau dan Yoy memang sama bandelnya ya!".Chi lalu mengambil kompres dan meletakannya dikening Ara.Berharap demamnya segera turun.Lalu ia duduk disamping Ara.
"Sebenarnya kau ini kenapa sih?Senang sekali membuat orang lain khawatir."
"Ya!Eonnie!Aku kan juga tidak mengharapkan sakit seperti ini."Balas Ara tidak terima dengan argumen eonnie itu.
"Haah...terserah kau saja.Aku ada diruang tengah.Kalau ada perlu apa-apa,segera panggil aku saja.Sekarang istirahatlah."Chi lalu beranjak menuju ruang tengah.Sebelumnya ia merepikan selimut yang digunakan Ara untuk menghangatkan tubuhnya.Lalu ia menutup pintu kamar Ara dan menuju ruang tengah.
***
Chi merobohkan tubuhnya diatas sofa putih ruang tengah yang (super)megah itu.Memang keluarga Ara adalah keluarga yang sangat berkecukupan sehingga anak perempuannya saja bisa tinggal disebuah mension sebesar ini.Belum lagi rumah utama mereka bukan (._.)
Chi meraih remote tv dan menyalakan tv flat dihadapannya.Berharap dengan melakukan itu kebosanannya dapat terusir.Tangannya terus menerus menekan dan memindahkan chanel tv.Tapi ia tidak kunjung menemukan acara menarik disana.
Ting tong...
Chi melirik sekilas kearah pintu depan.Ia sudah tau siapa orang yang ada dibalik pintu itu.Makanya ia langsung membuka pintu tanpa menanyakan siapa itu dahulu.
"Annyeong Youngie-ah.".Tepat dugaan.Dia adalah Ryeowook.
"Annyeong haseyo oppa.Kau mencari Ara kan?"
"Ne.Ah..Ini beberapa vitamin yang harus diminumnya.Tolong kau simpan ya."Ujar Ryeowook sambil menyerahkan sebuah kantung kecil kepada Chi yang langsung diterima olehnya.Ia juga langsung menyuruh Ryeowook untuk masuk kedalam rumah dan menenui Ara.
*~*~*
Ryeowook menatap yeoja yang tengah tertidur pulas dikamar miliknya dengan kompres yang jatuh dari keningnya.Tangan Ryeowook terulur dan membetulkan letak kompresnya.Ia kemudian duduk diatas tempat tidur Ara.Memperhatikan setiap lekuk garis wajah yeoja itu.
"Jeongmal pabboya..."ujar Ryeowook singkat.Senyum terus tersungging diwajahnya setiap kali tangannya membelai wajah itu.Wajah yang selama dua tahun tidak bisa dilupakannya.Wajah yang selalu membuatnya rindu bila berjauhan dengan yeoja itu.
"Ah..sebentar lagi waktunya makan siang.Aku harus membuatkanna sup agar keadaan tubuhnya membaik.".Ryeowook hendak beranjak dari tempatnya.Tapi langkahnya terhenti karena tangan Ara meraih ujung lengan baju Ryeowook.Membuat namja itu berbalik pada posisi semulanya dan berusaha melepaskan tangannya.
"Ara-ah.Aku tidak akan lama.Aku hanya akan kedapur saja."ujar Ryeowook berusaha meyakinkan Ara bahwa ia tidak akan kemana-mana.Tapi usahanya sia-sia saja.Karena bukannya melepaskannya,Ara malah semakin menguatkan cengkramannya.
"Ara-ah..''
"Jebal...Jangan pergi.."
"Eh?''
"Kumohon...jangan..tinggalkan aku Ryewook oppa...''
"Ara-ah?"
*****
Ara kini tengah berdiri disebuah hamparan taman bunga yang sanga luas dan indah.
Dia berlari-lari ditengah bunga-bunga itu dengan gembira.Sementara dibelakangnya Ryeowook,Jaejin dan juga seorang namja lagi yang tak lain adalah Jiho.Adik kecil Ara berlari mengejarnya.Mereka cukup lama berlarian seperti itu sampai akhirnya sebuah awan mendung datang dan membuat seluruh awan taman bunga itu menjadi gelap.Gemuruh petir yang dasyat mambuah Ara takut.Ia hendak meminta perlindungan kepada ketiga namja yang ada dibelakangnya.Tapi harapannya pupus saat ketiga namja itu tidak berada dibelakangnya.
"oppa...Jiho.."
Ara berusaha memanggil nama mereka.Tapi tetap saja tidak ada yang berubah.Ia tetap sendirian...
"Oppa...Ryeowook oppa..."
"ara-ah..."
Ara mendongakkan kepalanya begitu mendengar suara yang benar-benar tidak asing ditelinganya itu.Ia langsung berbalik untuk melihat namja itu.Berharap ia dapat berlindung padanya.
Tapi sepertinya ia harus membuang semua harapan itu...
"Oppa...''
Apa yang Ara lihat adalah Ryeowook yang tengah memandangnya dengan wajah datar.Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut.Melainkan sosok kehadiran seorang yeoja yang tengah bergelayut mesra pada lengan Ryeowooklah yang membuatnya terkejut.
"Oppa..."
"Ara-ah...Aku...sudah tidak bisa bersamamu lagi."
Deg!
Hati Ara bagai dihantam oleh sebuah batu begitu mendengar penuturan Ryeowook.Ai mata sudah menggenang dipelupuk matanya dan siap untuk meluncur keluar.
"W-wae oppa?"
"Aku sudah tidak mencintaimu lagi.."
Prang!
Kali ini hati Ara sudah benar-benar hancur berkeping-keping.Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya terjun bebas dari matanya.Membuat sebuah anak sungai kecil dipipinya.
Rintik hujan mulai turun.Membasahi tubuh Ara yang saat itu hanya menggunakan pakaian putih tanpa lengan.Tapi ia tidak merasa kedinginan.Rasa sakit dihatinya lebih terasa dari pada rasa dingin yang menusuk tulangnya tersebut.
"Aku sudah memiliki tunangan.Jadi lupakanlah aku.."
Setelah mengucapkan itu,Ryeowook berbalik dan pergi meninggalkan Ara.Sementara yeoja yang sedari tadi bergelayut dilengan Ryeowook tersenyum penuh kemenangan kearah Ara.
"Andae...oppa andwae.."
"ara-ah.."
"Ryeowook oppa...jangan tinggalkan aku.."
"Ara-ah.."
"Andwa....andwae...ANDWAE!"
"Ara-ah!"
Deg!
Hati Ara bagai dihantam oleh sebuah batu begitu mendengar penuturan Ryeowook.Ai mata sudah menggenang dipelupuk matanya dan siap untuk meluncur keluar.
"W-wae oppa?"
"Aku sudah tidak mencintaimu lagi.."
Prang!
Kali ini hati Ara sudah benar-benar hancur berkeping-keping.Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya terjun bebas dari matanya.Membuat sebuah anak sungai kecil dipipinya.
Rintik hujan mulai turun.Membasahi tubuh Ara yang saat itu hanya menggunakan pakaian putih tanpa lengan.Tapi ia tidak merasa kedinginan.Rasa sakit dihatinya lebih terasa dari pada rasa dingin yang menusuk tulangnya tersebut.
"Aku sudah memiliki tunangan.Jadi lupakanlah aku.."
Setelah mengucapkan itu,Ryeowook berbalik dan pergi meninggalkan Ara.Sementara yeoja yang sedari tadi bergelayut dilengan Ryeowook tersenyum penuh kemenangan kearah Ara.
"Andae...oppa andwae.."
"ara-ah.."
"Ryeowook oppa...jangan tinggalkan aku.."
"Ara-ah.."
"Andwa....andwae...ANDWAE!"
"Ara-ah!"
Deg!
Ara bangkit dari posisi tidurnya.Nafasnya terdengat memburu.Keringat mengalir deras dari dahinya.Ia terus menerus mengisi pasokan udara pada paru-parunya dengan cepat.membuat Ryeowook yang sedari tadi ada disampingnya semakin bertambah khawatir.
"Ara-ah..Gwenchan-"
Grep!
Belum sempat Ryeowook menyelesaikan kalimatnya,Ara sudah mendekapnya dengan sangat erat.Ryeowook yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba Ara,berusaha melepaskan pelukan yeoja itu dan bertanya tentang keadaannya.Namun yeoja itu malah semakin menguatkan pelukannya.Seakan takut bisa ia melepaskan pelukannya,Ryeowook akan segera pergi meninggalkannya.
Ryeowook pun akhirnya memilih untuk membalas pelukan yeoja itu dan mengelus-elus punggungnya.Berusaha menenangkan gadis itu.
"Sssh..Uljima.Aku ada disini.Berhentilah menangis Ara-ah..."
Cklek!
"Apa yang terjadi?Aku mendengar suara teriakan tadi!"Ujar Chi dengan wajah cemas.Ia mendengar suara Ara yang berteriak dan langsung berlari menuju kamarnya.Didalam kamar,ia menemukan Ara sudah dalam posisi memeluk Ryeowook dengan sangat erat.
"Ryeowook oppa.apa yg terjadi?"
"Molla.Saat aku ingin beranjak dari sini,ia menahan tanganku lalu tiba-tiba ia berteriak.Saat aku membangunkannya,ia malah langsung memelukku seperti ini.Sepertinya ia mimpi buruk."
Chi sedikit terkejut mendengar penjelasan Ryeowook.Ia lalu mendesah panjang.
"Ia memimpikannya lagi kah?"tanyanya lirih.Tapi Ryeowook masih bisa mendengarnya.
"Ryeowook oppa,sebaiknya kau segera menenangkannya.Aku akan membawakan kompres lagi.".Ryeowook hanya mengangguk dan kembali menenangkan yeoja yang sepertinya sudah mulai berhenti menangis itu.
Beberapa saat kemudian Ara sudah kembali tertidur karena kelelahan menangis.Ryeowook menaikan selimutnya hingga menutupi setengah tubuh Ara.Ia kembali memandang garis wajah yeoja itu.Wajah yang biasanya terlihat ceria itu,kini berubah menjadi wajah yang sepertinya penuh dengan kesedihan.Ryeowook tidak mengerti.Apa yang sebenarnya pernah dialami yeoja ini?Ryeowook merasa yeoja yang selama dua tahun selalu mendampinginya ini menyimpan banyak rahasia-rahasi besar.
"Apa yang kau sembunyikan dariku Ara?"ujar Ryeowook lirih...
-See u on Next Part-
wohoho...sepertinya part satu ini masih agak-agak gimana gitu (!!-__-).Author sendiri juga bingun kenapa untuk opening ff kaya gini.Tapi ya sudahlah.Itu cara author memperkenalkan cerita pada kalian#plakk
Yang ini masih cerita RyeoRa.Next capt itu bagian YoHae.#tebar petasan.
Sehabis itu baru masik ChiWon (-3-)
Ini kali pertamanya Author buat ff romance.Biasanya otak author itu penuh dengan yang namanya sadisme dan masokisme.(._.)Jadi harap maklumi kalau ff ini ga mutu.
Akhir kata tolong tinggalkan beberapa jejak untuk ff ini yah.Saia pingin tau gimana respon readers sekalian mengenai ff ini (^-^)
*ArA*



Tidak ada komentar:
Posting Komentar