Play list : T-Ara - we were in love (Ara and Jihyun in park)
Suasana malam natal
masih sangat terasa didalam dorm Super Junior dan kalau diumpamakan seperti
pasar ikan yang tengah mengobral barang dagangan penjualnya.
Para member SHINee dan duo HoMin juga berada
disana.Bahkan beberapa orang juga ikut membawa yeojachingu mereka
masing-masing.
“Ra-ah!Dagingnnya
hangus tuh!”
“Kalau tahu
hangus,kenapa tidak kau angkat sendiri pabbo!”teriakku pada Jihyun yang sedang
berkutat dengan ponselnya dibangku beranda.Bukannya membantu malaj asik pacaran
dengan ponselnya itu!
“Kan kau yang disuruh
masak.Bukan aku.Jadi itu bukan tanggung jawabku.”ujarnya enteng.Jujur
saja!Sedari dulu aku ingin sekali menjejalkan kepala kuningnya itu kedalam bak
mandi.Selalu membuat orang jengkel dengan sifat cueknya itu.Aish!kenapa harus
orang seperti ini yang aku akui sebagai kembaranku.
“Dagingnya hangus
tuh!”
“Waaa!Dasar!Ini semua
gara-gara kau!”kesalku.Gara-gara melamuni dia aku jadi tidak memperhatikan
dagingnya.Kubalikkan daging itu dan mendapati daging dalam keadaan gosong dan
hitam.Sial.
“Kenapa jadi aku yang
kau salahkan?Jelas-jelas kau yang melamun saat memanggangnya.”ujarnya
enteng(lagi).Sabar tangan…belum saatnya kau menghabisi nyawa namja satu ini.
“Aish
sudahlah!Setidaknya bantu aku dengan mengambilkan piring didapur
sana!”usirku.Dia terlihat sedikit malas namun beranjak dari tempatnya menuju
dapur.Kini hanya tinggal aku yang ada dibalkon apartemen ini.Semua member
sedang berbincang dan bercanda diruang tengah.perseiapan sebelum jam 12 malam
ini.
“Eonnie!Mau aku
bantu?”
Wae?Kenapa orang yang
paling tidak ingin aku temui justru berada disini sekarang?Padahal saat ia dan
Ryeowook pergi karena disuruh Leeteuk oppa untuk membeli bahan itu membuatku
lega.Setidaknya aku tidak terus-terusan memandang wajah bahagia mereka berdua.
“Ani.Aku bisa
melakukannya sendiri.Kau temani Ryeowook saja sana.”ujarku berusaha mengusir
yeoja itu.Namun spekulasiku salah.Yeoja itu malah mendekatiku dan meraih kuas
bumbu dan mengolesi daging yang sedang kupanggang dengan bumbu itu.Cih!Tidak
cukup membuatku menderita tadi?
“Eonnie,segala
sesuatu itu kalau dikerjakan bersama,akan terasa lebih ringan.”
Tapi tidak jika
bersama denganmu.Keberadaanmu hanya membuatku risih.
“Aniyo
jinja.Sebaiknya kau bersama yang lain saja.Eonnie bisa melakukannya sendiri.”
Aku masih tetap
bersikukuh untuk mengusir yeoja ini.Tapi ia tetap saja tidak mendengarkaku.
“Eonnie,kau sudah
punya namjachingu?”
“Mwo?”
“Ne.Apa eonnie sudah
punya namjachingu?Karena setiap aku perhatiikan,tatapan eonnie itu seperti
menyiratkan kekesalan dan kesedihan pada seseorang.Apa eonnie sedang bertengkar
dengan seseorag?”
Ya.Dan orang itu
kau.Kau yang menyebabkan rasa kecemasanku ini.Kau dan mimpi bodohku itu.
“Eonnie,kenapa kau
tidak menjawab?Apa aku-“
Srek!
“Rima!”
Prang!
Braak!!
“KYAAAAA!!”
.
.
.
.
“Ada apa?Apa yang
terjadi?!”
Seluruh orang yang
tadinya tengah bersenang-senang didalam langsung bebondong datang kebalkon
setelah mendengar teriakan Rima barusan.Rima tadi menyandung kaki alat barbeque
dan membuat alat itu terjatuh dan menimpah kakinya.tanpa babibu,ku langsung
menyingkirkan alat pemanggang itu dari kaki Rima dengan tanganku sendiri
sehingga menyebabkan luka bakar ditelapak tanganku.Tapi aku tidak
memperdulikannya.Aku langsung mengusap kaki Rima dengan tisu basah antiseptic
yang selalu kubawa.Perlahan aku mengusap ruam dikakinya.Untung tidak terlalu
parah.
“Kenapa bisa seperti
ini?”Tanya Leeteuk oppa sambil berusaha membantu Rima berdiri.
“Aniya oppa.Tadi aku
tidak sengaja menyandung kaki pemanggang dan membuat pemanggangnya
jatuh.Aww!”jelas Rima sambil berusaha berjalan kedalam.Dia mendudukan didirnya
disofa.Tak lama kemudian Ryeowook datang membawakan baskom kecil berisi air
dingin dan sebuah handuk.
“Aigoo…Kenapa bisa
sampai seperti ini sih?Apa yang kalian berdua lakukan hingga kejadian seperti
ini bisa terjadi sih?”kesal Ryeowook sambil mengusap kaki Rima yang
terluka.Aku?
Aku hanya diam
mematung diluar memperhatikan mereka berdua.Perasaan khawatir itu kembali
memaksa keluar dari dalam hatiku.Melihat mereka berdua itu…membuat sesak hati
ini.Aku kemudian meremas tanganku.
“Aww!!”
Kuangkat kedua
telapak tanganku.Betapa terkejutnya aku melihat seluruh telapak tanganku
melepuh seperti itu.Tiba-tiba seluruh rasa sakit akibat luka itu
menjalar.Padahal sebelumnya aku tidak merasakan apapun.
“Ra-ah!Kemarikan
telapak tangamu!”ujar Jihyun sambil meraih paksa tanganku.Kemudian ia
membulatkan matanya begitu melihat ruam ditanganku dan segera menarikku menuju
kamar mandi.Ia meletakan kedua tanganku diwastafel dan mengguyur tanganku
dengan air.Perlahan aku merasa sejuk dan rasa sakit itu berangsur-angsur
hilang.
“Dasar!Kalau mau
bertindak itu tolong pergunakan otakmu!Untung saja tanganmu tidak sepenuhnya
melepuh.”ujar Jihyun memarahiku sambil mengusap perlahan telapak tanganku.Aku
hanya bisa diam.Tidak berniat menjawab perkataannya.
“Sudah.Ayo kita obati
lukamu.”Jihyun menarik lenganku untuk menuju ruang tengah dan mengobati
lukaku.Tapi aku menahannya.Ia berbalik dan menatapku bingung.
“waeyo?Ayo cepat kita
obati lukamu sebelum infeksi!”
“Shireo!Aku tidak
mau!”
Jihyun menatapku
garang.Aku yakin ia tengah kesal saat ini.Tapi aku benar-benar tidak mau
kesana.Disana hanya akan membuatku merasakan sakit.
“kau ini kenapa
sih?Sejak tadi kuperhatikan kau seperti-“
Jihyun terdiam
setelah ia menyentuh kulit lenganku.Aku yakin kulitku saat ini sudah sedingin
salju.Aku memang akan seperti ini kalau sedang merasa gelisah dan takut.
Jihyun menangkupkan
tangannya kewajahku dan memaksaku menatap matanya.Mata berwarna golden yang
membuat tenang apabila melihatna.
“Ra-ah.Lihat
aku.Katakan.Apa yang membuatmu gelisa?”ujarnya yang terdengar seperti
perintah.Aku menggelengkan kepalaku.Ia terdengar sedikit menggeram.Aku melepaskan
tangannya dengan lembut.Kemudian tersenyum kecil.Berusaha membuatnya yakin
kalau aku baik-baik saja.
“Aku tidak
apa-apa.Tadi aku hanya gelisah saja.Kajja.”ajakku pada Jihyun.Ia hanya
menghembuskan nafasnya kemudian mengangguk.Kamipun menyusul yang lain diruang
tengah.
“Hyung,bisa ambilkan
obat luka bakar itu?”ujar Jihyun pada Sungmin oppa yang kebetulan menyadari
keberadaan kami.
“Obat?Siapa yang
lu-Astaga Ara!Kenapa dengan tanganmu?!Kenapa bisa melepuh seperti itu?!”Sungmin
oppa sangat terkejut saat matanya melihat kearah tanganku yang digenggam oleh
Jihyun.Ia kemudian segera memberikan obat lika bakar itu pada Jihyun.Jihyun
mengoleskan obat itu secara perlahan ditanganku.
“Aww!Pelan-pelan!”ujarku.Bayangkan
bagaimana perihnya tanganmu yang melepuh begitu bersentuhan dengan obat yang
mengandung bahan kimia.Rasanya amat sangat pedih!
“Inikan sudah
pelan-pelan!”
“Ya
Ryeowook-ah!Yeojamu sedang terluka kau malah mengurusi orang lain!Dimana hati
nuranimu?!”
“Yeojamu?”
Glek!
Demi apapun aku akan
segera membunuh magnae setan itu dan mulut embernya itu!Tidakkah ia tahu kalau
dia baru saja membalik sebuah kartu terlarang?Aish!habislah sudah.
“eh..amm…itu..kami
biasa memanggil Ara dengan sebutan itu.Itu hanya panggilan.haha.”jelas Eunhyuk
oppa pada Rima.Untung saja yeoja itu percaya akan ucapan Hyukkie oppa.Bisa
habis kalau sampai ia tahu rahasia ini.
“Tapi sebenarnya ada
apa?Kenapa bisa sampai seperti itu?”Tanya Siwon oppa penasaran.Aku berniat
menjawab tapi langsung dipotong oleh Rima.
“Tadi aku hanya bertanya
pada Ara eonnia apakah ia sudah punya pacar atau belum.Tapi eonnie malah tidak
mau menjawabnya.Aku mendesak eonnie sampai akhirnya aku tersandung.”
Rima berusaha
menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada oppadeul.Mereka semua mengangguk
mengerti.Aku kembali focus pada luka ditanganku.
“Aish!Kenapa kau
tidak menjawab pertanyaannya saja sih?Kalau kau menjawabnyakan kejadian seperti
ini tidak akan terulang!”tiba-tiba Ryeowook membuka mulutnya.Ia seperti
menyalahkanku atas kejadian ini.
“Mwo?”
“Kalau kau jawabkan
Rima tidak akan terluka seperti ini!Apa lagi ini luka bakar.Kalau lukanya
sampai membekas bagaimana?Aish!Kenapa kau bisa kekanak-kanakan seperti itu
sih?”
“Kenapa kau berkata
seolah-olah ini semua salahku?”ujarku kesal.Sudah sedari tadi aku menahan
emosiku.Kenapa ia menyalahkanku?Memangnya kejadian ini keinginanku?
“Kalau kau
menjawbanya Rima tidak akan mungkin tersandung dan panggangan itu tidak mungkin
jatuh.Kalau sudah begini bisa repot nantinya”
“Memangnya kau ini
siapanya?Kenapa sebegitu paniknya kau padanya?Memangnya kau angkap aku ini
siapa?”ujarku berterus terang.Aku benar bukan?Memangnya Rima itu siapanya
dia?Kenapa ia sampai sebegitu paniknya ketika yeoja itu terluka sementara ia
mengabaikanku yang juga terluka.Memang dia menganggapku apa?
Kulihat Ryeowook oppa
terdiam.Sementara Rima menatapku dengan tatapan bingung.Semua orang juga
menatap bingung pertengkaran kami.Aku menghela nafas panjang dan menarik paksa
tanganku dari genggaman Jihyun.Aku juga meraih tas yang kuletakan disofa dan
beranjak menuju pintu.Aku ingin segera pergi dari sini.
“Ara-ah!Kau mau
kemana?”tahan Yesung oppa yang baru saja masuk kedorm.Ia memegang kedua bahuku
dan menatapku dengan pandangan bertanya juga.
“Aku mau pulang
oppa.Aku tidak tahan bersama namja yang sama sekali tidak menghargai keberadaan
yeojachingunya disini.Permisi!”akupun melepas paksa tangan Yesung oppa dan
pergi meninggalkan dorm.
.
.
.
.
.
.
Aku berjalan keluar
dari gedung apartemen dengan langkah yang cepat.Sesekali aku berusaha menghapus
air mataku yang sudah kutahan sejak tadi.Aku tidak mungkin menangis didepan
oppadeul.Aku melangkahkan kakiku tanpa arah.Aku berjalan kemanapun kakiku ingin
melangkah.
Akhirnya aku berhenti
dikursi taman kota.Aku berusaha mengatur nafasku yang memburu akibat emosiku
yang tidak stabil.Setelah aku berhasil menetralkan nafasku,perlahan air mataku
jatuh dari kelopak mataku.Aku sesekali terisak.
“Ternyata…seperti ini
rasanya dikhianati oleh orang yang dicintai.Sesak sekali.”ujarku sambil meremas
dadaku.Tidak kuperdulikan rasa perih ditanganku akibat luka bakar yang belum
sepenuhnya sembuh.Aku menangis dalam diam.Hanya suara nafasku yang menderu yang
terdengar.
“Aish!Kenapa kau tidak menjawab pertanyaannya saja sih?Kalau kau
menjawabnyakan kejadian seperti ini tidak akan terulang!”
“Menjawabnya?Apa aku
harus berkata bahwa aku adalah yeojachingumu?”
“Kalau kau jawabkan Rima tidak akan terluka seperti ini!Apa lagi ini
luka bakar.Kalau lukanya sampai membekas bagaimana?Aish!Kenapa kau bisa
kekanak-kanakan seperti itu sih?”
“Kekanak-kanakkan?Lalu
kenapa kau menerimaku dahulu kalau kau anggap aku kekanak-kanakkan?”
“Kalau kau menjawbanya Rima tidak akan mungkin tersandung dan
panggangan itu tidak mungkin jatuh.Kalau sudah begini bisa repot nantinya”
“Sebenarnya kau
anggap aku ini apa?”ujarku lirih.Sebegini sakitkah yang namanya patah hati
itu?Kenapa aku harus mengalaminya.
“Kenapa semua jadi
seperti ini?”
“Butuh teman?”
Tiba-tiba ada suara
yang mengagetkanku.Kualihkan pandanganku kesamping dan menemukan Jihyun tengah
berdiri sambil memegang dua buah kaleng minuman.Aku mengalihkan tatapunku
kemudian mengangguk lemah.Jihyun kemudian duduk ditempat kosong disebelahku.
“Kore(ini)”ujarnya
sambil menyodorkan sekaleng coffe yang masih hangat padaku.Tapi aku menolaknya.
“Kau ambil atau aku
alan membuatmu memaksa mengambilnya.”.Ancamnya.Aku dengan terpaksa meraih
minuman itu dan membukanya.Tercium aroma coklat Americano yang khas dari dalam
kaleng.Akupun meminum sedikit coffe itu.
“Ne,Ra-yah…”ujarnya lirih.Akupun
menanggapi panggilannya.Ia menarik nafas panjang kemudian mulai berbicara
padaku.
“Katakanlah.”
“Eh?”
Jihyun kembali
menatapku intens.Kembali memperlihatkan bola mata indahnya itu.Aku mencoba
mengalihkan tatapanku.Namun ia segera menahanku.
“Keluarkan semua
perasaanmu saat ini.Jangan menyimpannya terus menerus.Itu hanya akan membuatmu
terbebani.”
“Aniyo gwenchanaya
Hyunnie.Aku-“
“Berhenti berbohong
Han Jineul-sshi!”
Deg!
Aku terkejut saat
Jihyun tiba-tiba saja membentakku.Ini pertama kalinya ia membentakku.Selama ini
walaupun ia memang selalu menyebalkan,tapi ia sama sekali belum pernah
membentakku seperti ini.Aku menundukkan kepalaku.Takut untuk melihat wajahnya
sekarang ini.
“Wae?Kenapa kau harus
sampai membohongi perasaanmu sendiri demi namja yang belum tentu menghargai
perasaanmu itu?Kenapa kau berbohong kalau kau ini baik-baik saja padahal
sesungguhnya kau tidak baik-baik saja?Eoh!”Jihyun mencengkram bahuku dengan
sangat kuat sehingga membuatku merasa kesakitan.Ia yang menyadari tindakannya
berlebihan,langsung melepaskan cengkramannya dan memalingkan wajahnya dariku.
“Mianhae…”ujarnya
lirih.Aku memberanikan diri untuk menggenggam tangannya.Ia sedikit terkejut
dengan tindakanku.Akupun mengulas senyum tipis padanya.
“Daijoubu.Soshitte….Arigato
ne.Hyunnie.(Tidak apa-apa.Lalu…Terima kasih.Hyunnie)”
Aku berterima kasih
padanya untuk semua rasa khawatirnya selama ini.Jihyunlah orang yang sering
membantuku mengatasi semua masalahku meski terkadang dengan cara yang
salah.Tapi aku tahu.Ia melakukan semua itu hanya untuk melindungiku.Ia hanya
ingin menjagaku.Gomawo Jihyunnie.
.
.
.
.
.
.
.
“Mwo?Ara
pergi?!”teriak Chi begitu ia mengetahui kalau tadi sempat terjadi perang dunia
ke-3 didalam dorm.Tadi ia sedang keluar bersama Jinyeon dan baru mengetahui
seluk beluk kejadian 30 menit setelahnya.
“Ne eonnie.Ara tadi
sempat bertengkar dengan Ryeowook oppa dan dia pergi begitu saja dari
sini.”jelas Yoy pada Chi.Tanpa babibu,Chi langsung mencari keberadaan
Ryeowook.Dan ia menemukan namja itu tengah mengobati kaki seorang yeoja yang
sangat dikenal oleh Chi.
“Ya!Kim
Ryeowook!Apa-apaan kau ini!Kenapa kau bisa sampai bertengkar dengan Ara?Apa
yang menjadi masalahnya?”Chi langsung naik darah begitu melihat kekasih
dongsaengnya itu bukannya mengejar yeochingunya dan berusaha mendamaikan
suasana tetapi malah santai dengan yeoja lain.
“Hanya masalah
kecil.Dia saja yang terlalu membesar-besarkan masalah.Aku hanya bilang kalau ia
tidak ceroboh,mungkin Rima tidak akan terluka.Biarkan saja dia.Toh nanti juga
kembali seperti biasa.”
Chi mengepalkan
tangannya erat.Sudah habis kesabarannya dengan namja satu ini.Dimana letak
perannya sebagai kekasih?Kenapa ia malah memperdulikan orang lain.Atau
jangan-jangan…
“Ya.Ryeowook-ah…Jawab
pertanyaanku dengan jujur…”
Ryeowook masih setia
membalut luka Rima.Sementara Rima sendiri sudah bingung sejak awal pertengkaran
ini.
“Apa kau masih
mencintai Ara?”
….
….
! pertanyaan yang
dilontarkan oleh Chi ternyata berhasil membuat Ryeowook diam seribu bahasa.Ia
tidak tahu harus menjawab apa.Ia masih menganggap Ara sebagai kekasihnya.Tapi
kalau rasa cinta?Dia tidak berani menjawabnya.
“Wae?Kenapa kau diam?Kau
tidak bisa menjawab?Atau kau memang tidak mencintainya lagi?”tantang Chi.Raut
wajah orang-orang yang berada didorm seketika menegang.Ryeowook masih diam
ditempatnya.Chi semakin bertambah kesal karena Ryeowook tidak menjawabnya.
PAAKK!
Chi melemparkan
sebuah kotak sedang berwarna biru dengan pitah putih yang menghiasinya tepat
kekepala Ryeowook.Namja itu mengaduh kesakitan dan menatap tajam Chi.Namun
tidak membuat Chi takut.Emosinya sudah diluar batasnya.
“Dasar namja tidak
tahu diri!Kau tidak pantas menerima rasa cinta yang tulus yang diberikan Ara
padamu!Bahkan aku tidak sudi mengakuimu sebagai kekasihnya!Kau bahkan tidak
pantas mendapatkan yeoja seperti Ara!”kesal Chi.Siwon dan Leeteuk berusaha
menenangkannya.Namun Chi tidak peduli.Ryeowook menunduk dalam diam.Rima
berusaha menenangkan Ryeowook yang tengah diam.
“Kau dengar Kim
Ryeowook-sshi…Mulai saat ini,jangan pernah dekati Ara lagi!Aku bisa
mencarikannya namja yang bisa membahagiakannya melebihi kau!Bersenang-senanglah
dengan yeoja disebelahmu itu!”tunjuk Chi pada Rima.Rima yang merasa terlibat
dengan semua ini juga diam.Tidak berani membalas.
“Chi,tenanglah!Kita
bisa bicarakan semua ini baik-baik.”ujar Siwon berusaha menenangkan.Namun
rupanya Chi sedang dipengaruhi emosi.Ia langsung meraih tasnya dan menarik
tangan Yoy untuk ikut bersamanya.
“Eonnie,kita mau
kemana?”
“Sudah jelas
bukan!Kita pulang!”
“Chi chamkkaman!Biar
aku mengantarmu.”tawar Siwon.Tapi Chi tidak menanggapinya.Ia pergi begitu saja
dari dorm.
.
Kyuhyun yang sedari
tadi hanya diam,kini beranjak mendekati Ryeowook.Dan…
Pletak!
“Ya!Apa yang kau
lakukan?”kesal Ryeowook karena tiba-tiba mendapat pukulan dikepalanya.Kyuhyun
hanya memasang wajah datar dan meraih box yang tadi dilempar oleh Chi.Ia
kemudian menyerahkannya pada Ryeowook.
“Buka.”
“Huh?Kenapa bukan kau
saja yang buka?”
“Ini ditujukan
untukmu.Berarti ini milikmu pabbo.Aku tidak ingin membuka kado yang jelas-jelas
bukan untukku!”kerasnya.Ia memaksa Ryeowook untuk membuka kotak itu.Kyuhyun
menduga kalau kado itu pasti dari Ara untuk jerapah pendek ini.
Dengan ragu,Ryeowook
meraih kotak yang diberikan Kyu dan membukanya perlahan.Saat ia melihat
isinya,Ryeowook sedikit terkejut.Ia kemudian mengeluarkan benda yang ada
didalam kotak itu.
“Topi
rajut?”gumannya.Ia memperhatikan dengan seksama topi rajut berwarna merah
itu.Memang tidak sebagus buatan ahli.Hanya saja Ryeowook merasa kalau topi itu
terlihat amat sangat bagus dimatanya.
“Apa itu buatan
Ara?Aku tidak menyangka gadis yang biasa berkutat didepan laptopnya itu bisa
merajut topi seperti itu.”guman Eunhyuk.
“Bahkan menjahit
sobekan baju saja ia tidak bisa.Tapi kalau ia sudah bisa membuat topi serapi
itu berarti…”
Ryeowook memandang
topi itu dengan pandangan sendu.Apa yang sudah ia lakukan?Ia menyianyiakan
orang yang jelas-jelas menyayanginya dengan setulus hatinya.
“Jadi…Ryeowook oppa
dan…Ara eonnie sudah..”
Tiba-tiba saja Rima
menyadarkan Ryeowook akan sesuatu.Ia atau tepatnya hampir semua member
membocorkan rahasia bahwa ia sudah berhubungan dengan seseorang.
“Ah..itu…Sebenarnya.”
“Sudahlah.Tidak usah
dijelaskan.Sebaiknya aku pergi sekarang.”Rima kemudian beranjak dari tempatnya
semula menuju pintu dan pergi meninggalkan dorm setelah meraih tasnya terlebih
dahulu.
“Hyung,eottokae?”ujar
Donghae khawatir.Pasalnya ia takut kalau Rima bicara pada media,Ryeowook dan
Ara akan menjadi bulan-bulanan media.Terlebih Ara.Sudah pasti jutaan fans
diluar sana tidak akan diam begtu saja mendengar kabar bahwa idol mereka tengah
berpacaran dengan orang biasa sepertinya.
“Aku tidak tahu
Hae-ah.Aku hanya berharap dia dapat menjaga rahasia hubungan Ryeowook dengan
Ara.”ujar Leeteuk sambil menghembuskan nafasnya berat.
“Hyung.biar aku yang
akan bicara dengannya.Ini tanggung jawabku karena akulah yang menyebabkan
masalah ini!”sergah Ryeowook yang segera berdiri dari sofa dan bergegas menuju
pintu depan.Namun langkahnya ditahan oleh Yesung.Ryeowook menatap Yesung
bingung.
“Jangan
sekarang.Lebih baik kau menunggu waktu yang benar-benar tepat untuk
membicarakannya dengannya.Sekarang ini aku yakin kalau kau berbicara
dengannya,masalahnya akan semakin rumit.”
Jelas Yesung pada
Ryeowook.Ryeowook berpikir sebentar lalu mengangguk mengiyakan perkataan
Yesung.
Sekarang lebih baik
kau menghubungi Ara.Aku yakin ia menunggumu saat ini hyung.”usul Kyuhyun pada
Ryeowook.Dan akhirnya Ryeowook mengiyakan usulan Kyuhyun.Sementara member lain
berpikir ‘Tumben nih setan usulnya bener…’
Ryeowook menekan
speed dial angka 1 pada ponselnya.Dan ia langsung terhubung dengan orang yang
saat ini ingin diajaknya bicara.
Setelah beberapa saat
terdengar nada suara panggilan,akhirnya Ara mengangkat panggilan Ryeowook.
‘Yeoboseyo?’
“Ara-ah!”
“…….”
“Ara-ah.Aku…aku ingin
mengatakan sesuatu padamu.Jebal.Dengarkan aku.”
“……..”masih tidak ada
tanggapan dari Ara.Tetapi Ryeowook tidak perduli.Ia yakin Ara saat ini tengah
mendengarkannya.Iapun menguatkan hatinya untuk mengaakannya.
“Ara-ah…Mianhae.Jeongmal
mianhae.Aku sama sekali tidak bermaksud menyakitimu.Aku….Aku hanya.Tidak
mengerti dengan perasaanku.Aku tidak tahu kenapa kita bisa memiliki hubungan
sejauh ini.Aku tidak mengerti kenapa aku…bisa menyukaimu.Tapi kini aku
sadar.Aku menyukaimu karena ketulusanmu.Aku sadar akan itu.Dan aku baru
menyadarinya ketika kau pergi dariku.Jadi…kumohon.Kembalilah padaku…’’Selesai
Ryeowook.Ia berharap Ara memberinya jawaban positif.Namun ia juga tidak
memaksanya.Toh semua ini juga dimulai dari salahnya.Jadi biarkanlah yeoja itu
yang memberikan keputusan akhirnya.
“Oppa…Kau tahu?Aku
tidak bisa tidak memaafkanmu meski kau sudah berbuat kesalahan sefatal apapun
itu.Aku pasti akan memaafkanmu.Mungkin aku memang yeoja bodoh yang sudah
dibutakan oleh rasa cinta sehingga tidak bisa memandang buruk seseorang yang
telah mencoba menyakitiku.Bahkan Jihyunnie sendiri berkata kalau aku adalah
yeoja dengan 1000 topeng.Jadi aku mohon.Jangan hancurkan harapan dan
tanggapanku padamu oppa.”
Merasa mendapat
jawaban positif dari yeoja diseberang sana,Ryeowook mengulas senyum kebahagiaan
diwajahnya.
“Ne.Aku berjanji
tidak akan pernah melakukannya lagi.”ujar Ryeowook bahagia.
“Ne.Sekarang aku
harus kembali oppa.Jihyun menyuruhku untuk langsung pulang saja.Tidak
apa-apakan kalau aku tidak kembali kesana?”
“Ne gwenchanayo.Lebih
baik pikirkan kesehatanmu saja.Lagi pula ini sudah malam.Tidak baik seorang
yeoja berkeliaran dimalam hari seperti ini.Jaga dirimu ne?”
“Ne oppa gomawo…Ne
oppa…Bagaimana dengan…Rima?Ia sudah mengetahui semuanya bukan?”
Ryeowook memberi
sedikit jeda.Ia tidak ingin membebani pikiran yeojachingunya itu dengan
berbagai masalah lagi.
“Ne.Tapi kau tenang
saja.Tadi aku dan hyungdeul sudah berusaha menjelaskan semuanya padanya.Dan ia
mau berjanji untuk menutup rahasia ini dari public.”bohongku padanya.Dapat
kulihat tatapan protes dari Kyuhyun dan Donghae akan tindakanku.Namun mereka
tetap diam tidak menggangguku.
“Ah..jinja.Yokatta
ne.Kalau begitu selamat melanjutkan acaranya tadi oppa.Jaljayo~”
Dengan ucapan
itu,Ryeowook dan Ara memutuskan sambungannya secara bersamaan.Ryeowook menghela
nafas berat.
“Ya hyung!Apa yang
kau katakana?Kenapa kau berbohong pada Ara dengan berkata kalau semuanya sudah
selesai begitu saja?”protes Kyuhyun pada Ryeowook begitu dilihatnya Ryeowook
sudah selesai dengan ponselnya.Ryeowook memilih menjawab Kyu dengan helaan
nafasnya.
“Wookie-ah,kenapa kau
berbohong padanya?Aku yakin kalau kau berkata yang sesungguhnya,Ara akan-“
“Aku tidak ingin
membebaninya lagi hyung.Sudah cukup kejadian seperti ini terjadi sekali.Aku
tidak ingin ini terjadi untuk yang kedua kalinya.”ujar Ryeowook lemah.Leeteuk
yang paham maksud Ryeowook menenangkan namja itu dengan menepuk bahunya pelan.
“Ya.Aku yakin kau dan
Ara bisa melewati masalah dengan cepat Ryeowook-ah.”ujarnya sambil tersenyum
tulus.Senyuman yang dapat memberikan rasa tenang yang amat dibutuhkan
Ryeowook.Iapun mengangguk pada Leeteuk.
“Yah…Aku hanya
berharap kejadian yang lebih buruk dari ini tidak akan pernah terjadi.”guman
Ryeowook.
.
.
.
.
“Pembohong!Kalian
semua pembohong!”
Seorang yeoja tampak
meremas bantal yang tengah dipegangnya.Dilihat dari raut wajahnya,yeoja itu
tampak sangat kesal.Bulu-bulu angsa yang berasal dari bantal yang ia robek
dengan gunting miliknya bertebaran diseluruh kamar.
Yeoja itu menatap tajam dua buah
foto dikamarnya yang ditempel ditengah-tengah papan dart’s dikamarnya.Foto yang
pertama adalah foto seorang namja yang mengenakan setelan jas putih dengan
rambut caramel keritingnya.
Sementara pada foto
kedua,terdapat foto seorang yeoja yang memiliki tanda silang pada
pemukaannya.seperti target utama panah-panah dart’s itu.
“Kau sudah merebut
orang yang kumiliki.Kau membohongiku.Kini kau harus merasakan pembalasanku!”
_CUT_




Tidak ada komentar:
Posting Komentar