Selasa, 17 Juli 2012

Hate you My Dearest...

Play list : T-Ara - we were in love (Ara and Jihyun in park)



Suasana malam natal masih sangat terasa didalam dorm Super Junior dan kalau diumpamakan seperti pasar ikan yang tengah mengobral barang dagangan penjualnya.
Para member  SHINee dan duo HoMin juga berada disana.Bahkan beberapa orang juga ikut membawa yeojachingu mereka masing-masing.

“Ra-ah!Dagingnnya hangus tuh!”

“Kalau tahu hangus,kenapa tidak kau angkat sendiri pabbo!”teriakku pada Jihyun yang sedang berkutat dengan ponselnya dibangku beranda.Bukannya membantu malaj asik pacaran dengan ponselnya itu!

“Kan kau yang disuruh masak.Bukan aku.Jadi itu bukan tanggung jawabku.”ujarnya enteng.Jujur saja!Sedari dulu aku ingin sekali menjejalkan kepala kuningnya itu kedalam bak mandi.Selalu membuat orang jengkel dengan sifat cueknya itu.Aish!kenapa harus orang seperti ini yang aku akui sebagai kembaranku.

“Dagingnya hangus tuh!”

“Waaa!Dasar!Ini semua gara-gara kau!”kesalku.Gara-gara melamuni dia aku jadi tidak memperhatikan dagingnya.Kubalikkan daging itu dan mendapati daging dalam keadaan gosong dan hitam.Sial.

“Kenapa jadi aku yang kau salahkan?Jelas-jelas kau yang melamun saat memanggangnya.”ujarnya enteng(lagi).Sabar tangan…belum saatnya kau menghabisi nyawa namja satu ini.

“Aish sudahlah!Setidaknya bantu aku dengan mengambilkan piring didapur sana!”usirku.Dia terlihat sedikit malas namun beranjak dari tempatnya menuju dapur.Kini hanya tinggal aku yang ada dibalkon apartemen ini.Semua member sedang berbincang dan bercanda diruang tengah.perseiapan sebelum jam 12 malam ini.

“Eonnie!Mau aku bantu?”

Wae?Kenapa orang yang paling tidak ingin aku temui justru berada disini sekarang?Padahal saat ia dan Ryeowook pergi karena disuruh Leeteuk oppa untuk membeli bahan itu membuatku lega.Setidaknya aku tidak terus-terusan memandang wajah bahagia mereka berdua.

“Ani.Aku bisa melakukannya sendiri.Kau temani Ryeowook saja sana.”ujarku berusaha mengusir yeoja itu.Namun spekulasiku salah.Yeoja itu malah mendekatiku dan meraih kuas bumbu dan mengolesi daging yang sedang kupanggang dengan bumbu itu.Cih!Tidak cukup membuatku menderita tadi?

“Eonnie,segala sesuatu itu kalau dikerjakan bersama,akan terasa lebih ringan.”

Tapi tidak jika bersama denganmu.Keberadaanmu hanya membuatku risih.

“Aniyo jinja.Sebaiknya kau bersama yang lain saja.Eonnie bisa melakukannya sendiri.”
Aku masih tetap bersikukuh untuk mengusir yeoja ini.Tapi ia tetap saja tidak mendengarkaku.

“Eonnie,kau sudah punya namjachingu?”

“Mwo?”

“Ne.Apa eonnie sudah punya namjachingu?Karena setiap aku perhatiikan,tatapan eonnie itu seperti menyiratkan kekesalan dan kesedihan pada seseorang.Apa eonnie sedang bertengkar dengan seseorag?”

Ya.Dan orang itu kau.Kau yang menyebabkan rasa kecemasanku ini.Kau dan mimpi bodohku itu.

“Eonnie,kenapa kau tidak menjawab?Apa aku-“

Srek!



“Rima!”




Prang!




Braak!!



“KYAAAAA!!”

.
.
.
.
“Ada apa?Apa yang terjadi?!”

Seluruh orang yang tadinya tengah bersenang-senang didalam langsung bebondong datang kebalkon setelah mendengar teriakan Rima barusan.Rima tadi menyandung kaki alat barbeque dan membuat alat itu terjatuh dan menimpah kakinya.tanpa babibu,ku langsung menyingkirkan alat pemanggang itu dari kaki Rima dengan tanganku sendiri sehingga menyebabkan luka bakar ditelapak tanganku.Tapi aku tidak memperdulikannya.Aku langsung mengusap kaki Rima dengan tisu basah antiseptic yang selalu kubawa.Perlahan aku mengusap ruam dikakinya.Untung tidak terlalu parah.

“Kenapa bisa seperti ini?”Tanya Leeteuk oppa sambil berusaha membantu Rima berdiri.

“Aniya oppa.Tadi aku tidak sengaja menyandung kaki pemanggang dan membuat pemanggangnya jatuh.Aww!”jelas Rima sambil berusaha berjalan kedalam.Dia mendudukan didirnya disofa.Tak lama kemudian Ryeowook datang membawakan baskom kecil berisi air dingin dan sebuah handuk.

“Aigoo…Kenapa bisa sampai seperti ini sih?Apa yang kalian berdua lakukan hingga kejadian seperti ini bisa terjadi sih?”kesal Ryeowook sambil mengusap kaki Rima yang terluka.Aku?

Aku hanya diam mematung diluar memperhatikan mereka berdua.Perasaan khawatir itu kembali memaksa keluar dari dalam hatiku.Melihat mereka berdua itu…membuat sesak hati ini.Aku kemudian meremas tanganku.

“Aww!!”

Kuangkat kedua telapak tanganku.Betapa terkejutnya aku melihat seluruh telapak tanganku melepuh seperti itu.Tiba-tiba seluruh rasa sakit akibat luka itu menjalar.Padahal sebelumnya aku tidak merasakan apapun.

“Ra-ah!Kemarikan telapak tangamu!”ujar Jihyun sambil meraih paksa tanganku.Kemudian ia membulatkan matanya begitu melihat ruam ditanganku dan segera menarikku menuju kamar mandi.Ia meletakan kedua tanganku diwastafel dan mengguyur tanganku dengan air.Perlahan aku merasa sejuk dan rasa sakit itu berangsur-angsur hilang.

“Dasar!Kalau mau bertindak itu tolong pergunakan otakmu!Untung saja tanganmu tidak sepenuhnya melepuh.”ujar Jihyun memarahiku sambil mengusap perlahan telapak tanganku.Aku hanya bisa diam.Tidak berniat menjawab perkataannya.

“Sudah.Ayo kita obati lukamu.”Jihyun menarik lenganku untuk menuju ruang tengah dan mengobati lukaku.Tapi aku menahannya.Ia berbalik dan menatapku bingung.

“waeyo?Ayo cepat kita obati lukamu sebelum infeksi!”

“Shireo!Aku tidak mau!”

Jihyun menatapku garang.Aku yakin ia tengah kesal saat ini.Tapi aku benar-benar tidak mau kesana.Disana hanya akan membuatku merasakan sakit.

“kau ini kenapa sih?Sejak tadi kuperhatikan kau seperti-“

Jihyun terdiam setelah ia menyentuh kulit lenganku.Aku yakin kulitku saat ini sudah sedingin salju.Aku memang akan seperti ini kalau sedang merasa gelisah dan takut.

Jihyun menangkupkan tangannya kewajahku dan memaksaku menatap matanya.Mata berwarna golden yang membuat tenang apabila melihatna.

“Ra-ah.Lihat aku.Katakan.Apa yang membuatmu gelisa?”ujarnya yang terdengar seperti perintah.Aku menggelengkan kepalaku.Ia terdengar sedikit menggeram.Aku melepaskan tangannya dengan lembut.Kemudian tersenyum kecil.Berusaha membuatnya yakin kalau aku baik-baik saja.

“Aku tidak apa-apa.Tadi aku hanya gelisah saja.Kajja.”ajakku pada Jihyun.Ia hanya menghembuskan nafasnya kemudian mengangguk.Kamipun menyusul yang lain diruang tengah.

“Hyung,bisa ambilkan obat luka bakar itu?”ujar Jihyun pada Sungmin oppa yang kebetulan menyadari keberadaan kami.

“Obat?Siapa yang lu-Astaga Ara!Kenapa dengan tanganmu?!Kenapa bisa melepuh seperti itu?!”Sungmin oppa sangat terkejut saat matanya melihat kearah tanganku yang digenggam oleh Jihyun.Ia kemudian segera memberikan obat lika bakar itu pada Jihyun.Jihyun mengoleskan obat itu secara perlahan ditanganku.

“Aww!Pelan-pelan!”ujarku.Bayangkan bagaimana perihnya tanganmu yang melepuh begitu bersentuhan dengan obat yang mengandung bahan kimia.Rasanya amat sangat pedih!

“Inikan sudah pelan-pelan!”
“Ya Ryeowook-ah!Yeojamu sedang terluka kau malah mengurusi orang lain!Dimana hati nuranimu?!”

“Yeojamu?”

Glek!

Demi apapun aku akan segera membunuh magnae setan itu dan mulut embernya itu!Tidakkah ia tahu kalau dia baru saja membalik sebuah kartu terlarang?Aish!habislah sudah.

“eh..amm…itu..kami biasa memanggil Ara dengan sebutan itu.Itu hanya panggilan.haha.”jelas Eunhyuk oppa pada Rima.Untung saja yeoja itu percaya akan ucapan Hyukkie oppa.Bisa habis kalau sampai ia tahu rahasia ini.

“Tapi sebenarnya ada apa?Kenapa bisa sampai seperti itu?”Tanya Siwon oppa penasaran.Aku berniat menjawab tapi langsung dipotong oleh Rima.

“Tadi aku hanya bertanya pada Ara eonnia apakah ia sudah punya pacar atau belum.Tapi eonnie malah tidak mau menjawabnya.Aku mendesak eonnie sampai akhirnya aku tersandung.”
Rima berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada oppadeul.Mereka semua mengangguk mengerti.Aku kembali focus pada luka ditanganku.

“Aish!Kenapa kau tidak menjawab pertanyaannya saja sih?Kalau kau menjawabnyakan kejadian seperti ini tidak akan terulang!”tiba-tiba Ryeowook membuka mulutnya.Ia seperti menyalahkanku atas kejadian ini.

“Mwo?”

“Kalau kau jawabkan Rima tidak akan terluka seperti ini!Apa lagi ini luka bakar.Kalau lukanya sampai membekas bagaimana?Aish!Kenapa kau bisa kekanak-kanakan seperti itu sih?”

“Kenapa kau berkata seolah-olah ini semua salahku?”ujarku kesal.Sudah sedari tadi aku menahan emosiku.Kenapa ia menyalahkanku?Memangnya kejadian ini keinginanku?

“Kalau kau menjawbanya Rima tidak akan mungkin tersandung dan panggangan itu tidak mungkin jatuh.Kalau sudah begini bisa repot nantinya”

“Memangnya kau ini siapanya?Kenapa sebegitu paniknya kau padanya?Memangnya kau angkap aku ini siapa?”ujarku berterus terang.Aku benar bukan?Memangnya Rima itu siapanya dia?Kenapa ia sampai sebegitu paniknya ketika yeoja itu terluka sementara ia mengabaikanku yang juga terluka.Memang dia menganggapku apa?

Kulihat Ryeowook oppa terdiam.Sementara Rima menatapku dengan tatapan bingung.Semua orang juga menatap bingung pertengkaran kami.Aku menghela nafas panjang dan menarik paksa tanganku dari genggaman Jihyun.Aku juga meraih tas yang kuletakan disofa dan beranjak menuju pintu.Aku ingin segera pergi dari sini.

“Ara-ah!Kau mau kemana?”tahan Yesung oppa yang baru saja masuk kedorm.Ia memegang kedua bahuku dan menatapku dengan pandangan bertanya juga.

“Aku mau pulang oppa.Aku tidak tahan bersama namja yang sama sekali tidak menghargai keberadaan yeojachingunya disini.Permisi!”akupun melepas paksa tangan Yesung oppa dan pergi meninggalkan dorm.
.
.
.
.
.
.
Aku berjalan keluar dari gedung apartemen dengan langkah yang cepat.Sesekali aku berusaha menghapus air mataku yang sudah kutahan sejak tadi.Aku tidak mungkin menangis didepan oppadeul.Aku melangkahkan kakiku tanpa arah.Aku berjalan kemanapun kakiku ingin melangkah.
Akhirnya aku berhenti dikursi taman kota.Aku berusaha mengatur nafasku yang memburu akibat emosiku yang tidak stabil.Setelah aku berhasil menetralkan nafasku,perlahan air mataku jatuh dari kelopak mataku.Aku sesekali terisak.

“Ternyata…seperti ini rasanya dikhianati oleh orang yang dicintai.Sesak sekali.”ujarku sambil meremas dadaku.Tidak kuperdulikan rasa perih ditanganku akibat luka bakar yang belum sepenuhnya sembuh.Aku menangis dalam diam.Hanya suara nafasku yang menderu yang terdengar.


“Aish!Kenapa kau tidak menjawab pertanyaannya saja sih?Kalau kau menjawabnyakan kejadian seperti ini tidak akan terulang!”

“Menjawabnya?Apa aku harus berkata bahwa aku adalah yeojachingumu?”

“Kalau kau jawabkan Rima tidak akan terluka seperti ini!Apa lagi ini luka bakar.Kalau lukanya sampai membekas bagaimana?Aish!Kenapa kau bisa kekanak-kanakan seperti itu sih?”

“Kekanak-kanakkan?Lalu kenapa kau menerimaku dahulu kalau kau anggap aku kekanak-kanakkan?”


“Kalau kau menjawbanya Rima tidak akan mungkin tersandung dan panggangan itu tidak mungkin jatuh.Kalau sudah begini bisa repot nantinya”

“Sebenarnya kau anggap aku ini apa?”ujarku lirih.Sebegini sakitkah yang namanya patah hati itu?Kenapa aku harus mengalaminya.

“Kenapa semua jadi seperti ini?”

“Butuh teman?”

Tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku.Kualihkan pandanganku kesamping dan menemukan Jihyun tengah berdiri sambil memegang dua buah kaleng minuman.Aku mengalihkan tatapunku kemudian mengangguk lemah.Jihyun kemudian duduk ditempat kosong disebelahku.

“Kore(ini)”ujarnya sambil menyodorkan sekaleng coffe yang masih hangat padaku.Tapi aku menolaknya.

“Kau ambil atau aku alan membuatmu memaksa mengambilnya.”.Ancamnya.Aku dengan terpaksa meraih minuman itu dan membukanya.Tercium aroma coklat Americano yang khas dari dalam kaleng.Akupun meminum sedikit coffe itu.

“Ne,Ra-yah…”ujarnya lirih.Akupun menanggapi panggilannya.Ia menarik nafas panjang kemudian mulai berbicara padaku.

“Katakanlah.”

“Eh?”

Jihyun kembali menatapku intens.Kembali memperlihatkan bola mata indahnya itu.Aku mencoba mengalihkan tatapanku.Namun ia segera menahanku.

“Keluarkan semua perasaanmu saat ini.Jangan menyimpannya terus menerus.Itu hanya akan membuatmu terbebani.”

“Aniyo gwenchanaya Hyunnie.Aku-“
“Berhenti berbohong Han Jineul-sshi!”

Deg!

Aku terkejut saat Jihyun tiba-tiba saja membentakku.Ini pertama kalinya ia membentakku.Selama ini walaupun ia memang selalu menyebalkan,tapi ia sama sekali belum pernah membentakku seperti ini.Aku menundukkan kepalaku.Takut untuk melihat wajahnya sekarang ini.

“Wae?Kenapa kau harus sampai membohongi perasaanmu sendiri demi namja yang belum tentu menghargai perasaanmu itu?Kenapa kau berbohong kalau kau ini baik-baik saja padahal sesungguhnya kau tidak baik-baik saja?Eoh!”Jihyun mencengkram bahuku dengan sangat kuat sehingga membuatku merasa kesakitan.Ia yang menyadari tindakannya berlebihan,langsung melepaskan cengkramannya dan memalingkan wajahnya dariku.

“Mianhae…”ujarnya lirih.Aku memberanikan diri untuk menggenggam tangannya.Ia sedikit terkejut dengan tindakanku.Akupun mengulas senyum tipis padanya.

“Daijoubu.Soshitte….Arigato ne.Hyunnie.(Tidak apa-apa.Lalu…Terima kasih.Hyunnie)”

Aku berterima kasih padanya untuk semua rasa khawatirnya selama ini.Jihyunlah orang yang sering membantuku mengatasi semua masalahku meski terkadang dengan cara yang salah.Tapi aku tahu.Ia melakukan semua itu hanya untuk melindungiku.Ia hanya ingin menjagaku.Gomawo Jihyunnie.
.
.
.
.
.
.
.
“Mwo?Ara pergi?!”teriak Chi begitu ia mengetahui kalau tadi sempat terjadi perang dunia ke-3 didalam dorm.Tadi ia sedang keluar bersama Jinyeon dan baru mengetahui seluk beluk kejadian 30 menit setelahnya.

“Ne eonnie.Ara tadi sempat bertengkar dengan Ryeowook oppa dan dia pergi begitu saja dari sini.”jelas Yoy pada Chi.Tanpa babibu,Chi langsung mencari keberadaan Ryeowook.Dan ia menemukan namja itu tengah mengobati kaki seorang yeoja yang sangat dikenal oleh Chi.

“Ya!Kim Ryeowook!Apa-apaan kau ini!Kenapa kau bisa sampai bertengkar dengan Ara?Apa yang menjadi masalahnya?”Chi langsung naik darah begitu melihat kekasih dongsaengnya itu bukannya mengejar yeochingunya dan berusaha mendamaikan suasana tetapi malah santai dengan yeoja lain.

“Hanya masalah kecil.Dia saja yang terlalu membesar-besarkan masalah.Aku hanya bilang kalau ia tidak ceroboh,mungkin Rima tidak akan terluka.Biarkan saja dia.Toh nanti juga kembali seperti biasa.”

Chi mengepalkan tangannya erat.Sudah habis kesabarannya dengan namja satu ini.Dimana letak perannya sebagai kekasih?Kenapa ia malah memperdulikan orang lain.Atau jangan-jangan…

“Ya.Ryeowook-ah…Jawab pertanyaanku dengan jujur…”

Ryeowook masih setia membalut luka Rima.Sementara Rima sendiri sudah bingung sejak awal pertengkaran ini.

“Apa kau masih mencintai Ara?”

….
….
! pertanyaan yang dilontarkan oleh Chi ternyata berhasil membuat Ryeowook diam seribu bahasa.Ia tidak tahu harus menjawab apa.Ia masih menganggap Ara sebagai kekasihnya.Tapi kalau rasa cinta?Dia tidak berani menjawabnya.

“Wae?Kenapa kau diam?Kau tidak bisa menjawab?Atau kau memang tidak mencintainya lagi?”tantang Chi.Raut wajah orang-orang yang berada didorm seketika menegang.Ryeowook masih diam ditempatnya.Chi semakin bertambah kesal karena Ryeowook tidak menjawabnya.

PAAKK!

Chi melemparkan sebuah kotak sedang berwarna biru dengan pitah putih yang menghiasinya tepat kekepala Ryeowook.Namja itu mengaduh kesakitan dan menatap tajam Chi.Namun tidak membuat Chi takut.Emosinya sudah diluar batasnya.



“Dasar namja tidak tahu diri!Kau tidak pantas menerima rasa cinta yang tulus yang diberikan Ara padamu!Bahkan aku tidak sudi mengakuimu sebagai kekasihnya!Kau bahkan tidak pantas mendapatkan yeoja seperti Ara!”kesal Chi.Siwon dan Leeteuk berusaha menenangkannya.Namun Chi tidak peduli.Ryeowook menunduk dalam diam.Rima berusaha menenangkan Ryeowook yang tengah diam.

“Kau dengar Kim Ryeowook-sshi…Mulai saat ini,jangan pernah dekati Ara lagi!Aku bisa mencarikannya namja yang bisa membahagiakannya melebihi kau!Bersenang-senanglah dengan yeoja disebelahmu itu!”tunjuk Chi pada Rima.Rima yang merasa terlibat dengan semua ini juga diam.Tidak berani membalas.

“Chi,tenanglah!Kita bisa bicarakan semua ini baik-baik.”ujar Siwon berusaha menenangkan.Namun rupanya Chi sedang dipengaruhi emosi.Ia langsung meraih tasnya dan menarik tangan Yoy untuk ikut bersamanya.

“Eonnie,kita mau kemana?”

“Sudah jelas bukan!Kita pulang!”

“Chi chamkkaman!Biar aku mengantarmu.”tawar Siwon.Tapi Chi tidak menanggapinya.Ia pergi begitu saja dari dorm.

.

Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam,kini beranjak mendekati Ryeowook.Dan…

Pletak!

“Ya!Apa yang kau lakukan?”kesal Ryeowook karena tiba-tiba mendapat pukulan dikepalanya.Kyuhyun hanya memasang wajah datar dan meraih box yang tadi dilempar oleh Chi.Ia kemudian menyerahkannya pada Ryeowook.

“Buka.”

“Huh?Kenapa bukan kau saja yang buka?”

“Ini ditujukan untukmu.Berarti ini milikmu pabbo.Aku tidak ingin membuka kado yang jelas-jelas bukan untukku!”kerasnya.Ia memaksa Ryeowook untuk membuka kotak itu.Kyuhyun menduga kalau kado itu pasti dari Ara untuk jerapah pendek ini.
Dengan ragu,Ryeowook meraih kotak yang diberikan Kyu dan membukanya perlahan.Saat ia melihat isinya,Ryeowook sedikit terkejut.Ia kemudian mengeluarkan benda yang ada didalam kotak itu.


“Topi rajut?”gumannya.Ia memperhatikan dengan seksama topi rajut berwarna merah itu.Memang tidak sebagus buatan ahli.Hanya saja Ryeowook merasa kalau topi itu terlihat amat sangat bagus dimatanya.

“Apa itu buatan Ara?Aku tidak menyangka gadis yang biasa berkutat didepan laptopnya itu bisa merajut topi seperti itu.”guman Eunhyuk.

“Bahkan menjahit sobekan baju saja ia tidak bisa.Tapi kalau ia sudah bisa membuat topi serapi itu berarti…”

Ryeowook memandang topi itu dengan pandangan sendu.Apa yang sudah ia lakukan?Ia menyianyiakan orang yang jelas-jelas menyayanginya dengan setulus hatinya.

“Jadi…Ryeowook oppa dan…Ara eonnie sudah..”

Tiba-tiba saja Rima menyadarkan Ryeowook akan sesuatu.Ia atau tepatnya hampir semua member membocorkan rahasia bahwa ia sudah berhubungan dengan seseorang.

“Ah..itu…Sebenarnya.”

“Sudahlah.Tidak usah dijelaskan.Sebaiknya aku pergi sekarang.”Rima kemudian beranjak dari tempatnya semula menuju pintu dan pergi meninggalkan dorm setelah meraih tasnya terlebih dahulu.

“Hyung,eottokae?”ujar Donghae khawatir.Pasalnya ia takut kalau Rima bicara pada media,Ryeowook dan Ara akan menjadi bulan-bulanan media.Terlebih Ara.Sudah pasti jutaan fans diluar sana tidak akan diam begtu saja mendengar kabar bahwa idol mereka tengah berpacaran dengan orang biasa sepertinya.

“Aku tidak tahu Hae-ah.Aku hanya berharap dia dapat menjaga rahasia hubungan Ryeowook dengan Ara.”ujar Leeteuk sambil menghembuskan nafasnya berat.

“Hyung.biar aku yang akan bicara dengannya.Ini tanggung jawabku karena akulah yang menyebabkan masalah ini!”sergah Ryeowook yang segera berdiri dari sofa dan bergegas menuju pintu depan.Namun langkahnya ditahan oleh Yesung.Ryeowook menatap Yesung bingung.

“Jangan sekarang.Lebih baik kau menunggu waktu yang benar-benar tepat untuk membicarakannya dengannya.Sekarang ini aku yakin kalau kau berbicara dengannya,masalahnya akan semakin rumit.”
Jelas Yesung pada Ryeowook.Ryeowook berpikir sebentar lalu mengangguk mengiyakan perkataan Yesung.

Sekarang lebih baik kau menghubungi Ara.Aku yakin ia menunggumu saat ini hyung.”usul Kyuhyun pada Ryeowook.Dan akhirnya Ryeowook mengiyakan usulan Kyuhyun.Sementara member lain berpikir ‘Tumben nih setan usulnya bener…’

Ryeowook menekan speed dial angka 1 pada ponselnya.Dan ia langsung terhubung dengan orang yang saat ini ingin diajaknya bicara.
Setelah beberapa saat terdengar nada suara panggilan,akhirnya Ara mengangkat panggilan Ryeowook.

‘Yeoboseyo?’

“Ara-ah!”

“…….”

“Ara-ah.Aku…aku ingin mengatakan sesuatu padamu.Jebal.Dengarkan aku.”

“……..”masih tidak ada tanggapan dari Ara.Tetapi Ryeowook tidak perduli.Ia yakin Ara saat ini tengah mendengarkannya.Iapun menguatkan hatinya untuk mengaakannya.

“Ara-ah…Mianhae.Jeongmal mianhae.Aku sama sekali tidak bermaksud menyakitimu.Aku….Aku hanya.Tidak mengerti dengan perasaanku.Aku tidak tahu kenapa kita bisa memiliki hubungan sejauh ini.Aku tidak mengerti kenapa aku…bisa menyukaimu.Tapi kini aku sadar.Aku menyukaimu karena ketulusanmu.Aku sadar akan itu.Dan aku baru menyadarinya ketika kau pergi dariku.Jadi…kumohon.Kembalilah padaku…’’Selesai Ryeowook.Ia berharap Ara memberinya jawaban positif.Namun ia juga tidak memaksanya.Toh semua ini juga dimulai dari salahnya.Jadi biarkanlah yeoja itu yang memberikan keputusan akhirnya.

“Oppa…Kau tahu?Aku tidak bisa tidak memaafkanmu meski kau sudah berbuat kesalahan sefatal apapun itu.Aku pasti akan memaafkanmu.Mungkin aku memang yeoja bodoh yang sudah dibutakan oleh rasa cinta sehingga tidak bisa memandang buruk seseorang yang telah mencoba menyakitiku.Bahkan Jihyunnie sendiri berkata kalau aku adalah yeoja dengan 1000 topeng.Jadi aku mohon.Jangan hancurkan harapan dan tanggapanku padamu oppa.”

Merasa mendapat jawaban positif dari yeoja diseberang sana,Ryeowook mengulas senyum kebahagiaan diwajahnya.

“Ne.Aku berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi.”ujar Ryeowook bahagia.

“Ne.Sekarang aku harus kembali oppa.Jihyun menyuruhku untuk langsung pulang saja.Tidak apa-apakan kalau aku tidak kembali kesana?”

“Ne gwenchanayo.Lebih baik pikirkan kesehatanmu saja.Lagi pula ini sudah malam.Tidak baik seorang yeoja berkeliaran dimalam hari seperti ini.Jaga dirimu ne?”

“Ne oppa gomawo…Ne oppa…Bagaimana dengan…Rima?Ia sudah mengetahui semuanya bukan?”
Ryeowook memberi sedikit jeda.Ia tidak ingin membebani pikiran yeojachingunya itu dengan berbagai masalah lagi.

“Ne.Tapi kau tenang saja.Tadi aku dan hyungdeul sudah berusaha menjelaskan semuanya padanya.Dan ia mau berjanji untuk menutup rahasia ini dari public.”bohongku padanya.Dapat kulihat tatapan protes dari Kyuhyun dan Donghae akan tindakanku.Namun mereka tetap diam tidak menggangguku.

“Ah..jinja.Yokatta ne.Kalau begitu selamat melanjutkan acaranya tadi oppa.Jaljayo~”

Dengan ucapan itu,Ryeowook dan Ara memutuskan sambungannya secara bersamaan.Ryeowook menghela nafas berat.

“Ya hyung!Apa yang kau katakana?Kenapa kau berbohong pada Ara dengan berkata kalau semuanya sudah selesai begitu saja?”protes Kyuhyun pada Ryeowook begitu dilihatnya Ryeowook sudah selesai dengan ponselnya.Ryeowook memilih menjawab Kyu dengan helaan nafasnya.

“Wookie-ah,kenapa kau berbohong padanya?Aku yakin kalau kau berkata yang sesungguhnya,Ara akan-“

“Aku tidak ingin membebaninya lagi hyung.Sudah cukup kejadian seperti ini terjadi sekali.Aku tidak ingin ini terjadi untuk yang kedua kalinya.”ujar Ryeowook lemah.Leeteuk yang paham maksud Ryeowook menenangkan namja itu dengan menepuk bahunya pelan.

“Ya.Aku yakin kau dan Ara bisa melewati masalah dengan cepat Ryeowook-ah.”ujarnya sambil tersenyum tulus.Senyuman yang dapat memberikan rasa tenang yang amat dibutuhkan Ryeowook.Iapun mengangguk pada Leeteuk.

“Yah…Aku hanya berharap kejadian yang lebih buruk dari ini tidak akan pernah terjadi.”guman Ryeowook.


.
.
.
.
“Pembohong!Kalian semua pembohong!”

Seorang yeoja tampak meremas bantal yang tengah dipegangnya.Dilihat dari raut wajahnya,yeoja itu tampak sangat kesal.Bulu-bulu angsa yang berasal dari bantal yang ia robek dengan gunting miliknya bertebaran diseluruh kamar.

Yeoja itu menatap tajam dua buah foto dikamarnya yang ditempel ditengah-tengah papan dart’s dikamarnya.Foto yang pertama adalah foto seorang namja yang mengenakan setelan jas putih dengan rambut caramel keritingnya.
 




Sementara pada foto kedua,terdapat foto seorang yeoja yang memiliki tanda silang pada pemukaannya.seperti target utama panah-panah dart’s itu.




Yeoja itu menatap tajam foto yeoja yang terdapat tanda silang itu.Ia kembali melemparkan anak panah dan anak panah itu tepat mengenai titik utama gambar itu.

“Kau sudah merebut orang yang kumiliki.Kau membohongiku.Kini kau harus merasakan pembalasanku!”



_CUT_
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar