Playlist : Up to you. :D
Christmast atau Natal
yang ditunggu-tunggu umat kristian,akhirnya sebentar lagi akan Tkaki sebagai
tempat santa claus meletakan hadiah untuk mereka.Hanya anak kecil yang masih
percaya akan hal ini.
Sementara orang-orang
dewasa diluar sana,lebih memilih untuk menghabiskan waktu mereka dengan pergi
ke gereja dan berjalan-jalan kesuatu tempat bersama pasangan
mereka.Memanfaatkan waktu momentum romantic pada malam natal ini.
“Ra-yah!Hyunnie!Palli!Kalian
mau bertapa didalam kamar kalian semalaman eoh?”
Dapat kudengar
teriakan Jae oppa dari luar sana.Ia memang orang yang serba on time ya.Setiap
saat harus selalu tepat waktu.Kalau sudah membuatnya menunggu,omelannya satu
harian deh.(-___-)
“Neeee!Aku sudah siap
oppa!Tidak usahn teriak-teriak begitu.Kedengaran tetangga nanti -__-“
Ujarku sambil
perlahan menuruni tangga menuju lantai bawah dimana Jaejin oppa sudah menunggu
kami.Sekarang tinggal menunggu Jihyunnie yang dijamin tengah bersemedi didalam
kamarnya.
“Aish!Anak itu.Selalu
saja ia telat!Ra-yah,bisa kau seret dia kesini sekarang juga?”
Aku hanya bisa
menganggukkan kepalaku kemudian beranjak
kelantai dua menuju kamar Jihyun.Sudah biasa bagiku untuk selalu memyeretnya
paksa keluar seperti ini.
“Hyunnie!Cepat
keluar!Jae oppa sudah mengomel diluar sana.”teriakku dari depan kamarnya.Ia
dapat mendengar suara Jihyun yang berteriak menjawab Ara.Selang 10 menit
kemudian,barulah pintu itu terbuka dan nampaklah namja yang sedari tadi
ditunggu oleh Jaejin oppa dan aku.
“Lama sekali kau
didalam!Apa sih yang sebenarnya kau lakukan didalam sana?Luluran dulu?”sungutku
kesal dan sekaligus penasaran apa yang sebenarnya dilakukan namja satu ini.
“Kau kira aku
yeoja!”sungutnya kesal.Ia masih berdiri didepan pintu kamarnya sambil merapikan
jas hijau yang dikenakannya.Jujur saja.Ia terlihat lebih tampan dari pada
Ryeowook.
“Apa?Kenapa kau
melihatku seperti itu?”ujarnya membuyarkan lamunanku.
“Eh?Ah…Ani.Sudahlah.Cepat
kita turun.Jae oppa sudah memarahimu sedari tadi karena kau belum selesai
luluran dikamar mandi.”
“Aku tidak luluran!”
.
.
.
.
.
.
“Sungmin-ah!Kau sudah
membeli semuanya?”teriak Teukie hyung dari ruang tengah padaku yang sedang
berkutat dengan beberapa sayuran dan daging yang akan dijadikan barbeque untuk
pesta natal dan tahun baru.
“Ne hyung.Aku sedang
memotong bahan-bahannya sekarang.”
Aku melanjutkan
kegiatanku.Setelah aku selesai dengan sayuran,aku harus segera menyiapkan bumbu
dan memanaskan pemanggang.Huft…sebenarnya kemana Ryeowook dan Eunhyuk?Kalau
Donghae dan Siwon aku yakin saat ini tengah pergi menjemput yeojachingu
masing-masing.Nah…kalau dua manusia ini aku tidak tahu keberadaannya.Ara bilang
dia kesini bersama dengan kedua kakaknya.Karena setelah ke gereja,mereka ingin
mengunjungi makam adiknya.
“Sungmin hyuuung.Aku
akan pergi menjemput Jinyeon sekarang!”
“Ah!Kyu!Bisakah nanti
kau belikan garam dan lada dimini market?Persediaan kita kurang.”
Kyuhyun hanya
mengangguk dan berlalu pergi meninggalkanku didapur.Kini aku harus menyiapkan
bumbu yang akan digunakan untuk membuat barbeque nanti.
“Aaah…Akhirnya bahan
dan bumbu sudah selesai.”
“Min,bisa kau bantu
membereskan ruang tengah?”Teuki hyung memanggilku lagi.Kali ini aku disuruh
membereskan ruang tengah.Kalau begini ceritanya sih semua aku yang
kerjakan(-_-)
Ting..Tong…
“Biar aku yang
membukakan pintunya hyung.”ujar Shindong dan langsung bergegas membukakan pintu
untuk menyambut orang didepan sana.
“Annyeong haseyo
hyung.”ujar tamu mereka yang ternyata adalah para member SHINee.
“Annyeong.Ayo masuk
saja.”ujar Shindong mempersilahkan hoobaenya masuk.
Para member SHINee
duduk diruang tengah yang tadi sudah kubersihkan bersama Yesung hyung dan Teuki
hyung.
“Hyung,apa Donghae
hyung,Ryeowook hyung,dan Siwon hyung mengundang yeojachingu mereka?”Tanya
Taemin padaku.
“Kalau tidak diundang,aku
berani jamin dorm ini akan kebanjiran air mata apalagi si ikan cucut
itu.”ujarku sedikit bercanda.Sementara Taemin hanya membulatkan mulutnya tanda
mengerti.Tapi bicara soal mereka,kenapa mereka lama sekali sih?Seharusnya
mereka tidak selama ini berada digereja.
Ting…Tong…Ting…tong..
“Chamkamman!”Teriakku.Kupercepat
langkahku menuju pintu dan membukanya.Dan saat aku membukanya,aku melihat
seorang namja yang tidak asing lagi bagiku.
“Aigoo…kau tidak
berubah ya Sungmin-ah.”
“Jaejin hyung Annyeong
^^.Sudah lama tidak bertemu hyung.”ujarku sambil sedikit membungkuk pada Jaejin
hyung.
“Ne.Aku kira aku akan
sulit mengenalimu karena sudah lama tidak bertemu.Ternyata wajahmu tidak
berubah ya.”
“Aish…tapi setidaknya
aku sudah terlihat manly bukan hyung?”
“EHEM!Tolong jangan
lupakan kami berdua disini!”kudongakkan kepalaku untuk melihat kebelakang
Jaejin hyung.Ternyata dibelakang sana,terdapat anak kembar tapi tidak serupa
itu.
“Aigoo~Jihyunnie.Kau
ini.Semakin lama semakin tampan saja.Berbeda dengan kembaranmu yang berdiri
disampingmu itu.”ledekku pada Ara yang kini mengerucutkan bibirnya dan aku
yakin ia pasti mengumpat dan mengutukku dalam hati.
“Bukannya dari dulu
aku sudah terlihat tampan hyung?”nah mulai.Pedenya nih anak keluar.Kadang kala
aku ingin menjitak kepala anak yang satu ini.
“Sudah sudah.Ini
sudah dingin diluar sini!Apa kalian tega membiarkan seorang gadis kedinginan
eoh?”sewot Ara yang sepertinya masih kesal karena ledekkanku tadi.
“Memangnya kau
yeoja?”Ledek Jihyun pada Ara sambil tersenyum mengejek.
PLETAK!
“Awww!Jinja
appoyo~”erang Jihyun sambil memegang belakang kepalanya yang baru saja
dihadiahkan jitakan mulus dari Ara.
“Aish…jinja kalian
berdua ini.Sudah.Stop bertengkar.Kalian ini seperti anak umur 5 tahun
saja.Lebih baik kalian segera masuk sebelum kalian mati beku diluar.”ujarku
berusaha melerai kedua kucing liar ini.Gak dirumah,gak ditengah jalan,tetap
saja hobi bertengkar ya.
Setelah selesai
beradu mulut selama beberapa menit didepan pintu,Jihyun dan Ara akhirnya masuk
kedalam dan ikut bergabung dengan para member SHINee dan hyungdeul lainnya.
“Noona!Hyung~”dapat
kudengar suara Taemin yang berteriak memanggil Ara dan Jihyun yang baru saja
masuk kedalam dorm.Memang Taemin,Jihyun dan Ara adalah teman dekat.Aku sering melihat
mereka bertiga pergi bersama kesuatu tempat yang ada hubungannya dengan hobi
mereka.Entah itu toko kaset atau tempat-tempat lainnya.Dan hal itu pula yang
menyebabkan Ryeowook sebal dan cemburu pada Jihyun dan Taemin.
Cklek!
“Yeorobun
Annyeonnnnnnnng~”
Ah!Suara lantang
itu…Aku yakin fishy couple itu sudah kembali dari acara mereka.Siapa lagi yang
punya suara nyarin seperti itu selain Yoy.
“Yooooooy~Nan
bogoshipoyo masista~”
“Nado Baby~”
Eugh…Sejak kapan dua
yeoja itu jadi sangat menjijikan seperti itu?apa Hae dan wookie salah memberi
makan mereka?
“Yaya!Ra-ah!Hentikan
nada manja dibuat-buatmu itu.Sama sekali tidak imut tau!”
“Biarin!Memangnya kau
imut apa?wajah seperti keroro saja belaga cool!”
“Mworago?Keroro?Ya
ish!yeoja ini…”
Aigoo…nampaknya
sikembar itu kembali berulah.Kali ini persoalannya wajah.Gak sadar apa kalau
wajah kalian berdua itu sama (‘-_-)
“Hey…sudah kalian
ini.wajah sama saja bisa saling ejek.”kali ini Jaejin hyung langsung turun
tangan untuk memisahkan kedua kucing itu.Aku yang mendengar dari dapur saja
sudah bisa membayangkan ekspresi wajah Jae hyung saat ini.Apa lagi yang
jelas-jelas ada didepan mereka.
“by the way,where is
Ryeowook hyung?i didn’t see him tonight.”ujar Jihyun (sok) nginggris.
“Tolong bicara dengan
bahasa Korea selama anda berada di Korea tuan!”kali ini aku mendengar suara
Heechul hyung yang jengah pada Jihyun yang selalu berbicara dengan bahasa
Inggris yang jelas-jelas tidak dimengertiny.
“Owh..Sorry hyung.”
“eh,tapi Hyunnie
benar juga.Kemana Ryeowookie?Aku tidak melihatnya sejak sore
tadi.Sungmin-ah,apa kau melihatnya?”
“Molla hyung.AKu juga
tidak tahu.Bukannya ia pamit padamu hyung?”
“Aniyo.Aku bahkan
tidak tahu kalau dia pergi.”
“Waeyo oppa?Siapa
yang hilang?”Yoy akhirnya bersuara normal setelah memperhatikan suasana
disekitarnya.Hae yang tepat berada disampinya menjelaskan padanya bahwa
Ryeowook menghilang semenjak sore.
“aigoo…Winnie the
pooh itu memang selalu sulit dicari kalau sudah menghilang sedikit saja ya.Apa
dia bisa menembus ruang waktu?”
“Kau ini semakin
ngawur saja Young ha (-__-).Dikasih apa kau sama ikan cucut ini ampai jadi gila
seperti itu?beritahu pada oppa.”ujar Heechul hyung sambil bersiap-siap memukul
Donghsae(walau Cuma pura-pura).
“Aniyo!Aku tidak
berbuat apa-apa!Sungguh!”Hae membela diriny sendiri sambil membentuk tanda
peace dengan kedua tangannya.Memohon ampun pada Heechul.Heechul kembal
ketempatnya semula dan kembali mengobrol dengan Yoy.Begitu juga dengan semua
yang ada didorm sampai akhirnya Siwon,Chi,Kyu dan Jinyeon datang dan ikut bergabung dengan kami.Kini
aku,Leteuk hyung,Key,Jinyeon,Chi dan Eunhyuk yang sudah kembali dari lantai
atas untuk membawa beberapa buah peralatan yang kurang lengkap,mulai memanggang
daging dan sayuran barbquenya dibalkon.
“Ya!Eunhyuk oppa!Jangan
curi-curi makan daging yang sudah matang dong!Ini kan dimakan nanti.”
“Mian.Habis aku tidak
tahan.Daging-daging ini seperti bekata ‘Makanlah..makanlah aku..’kepadaku.Jadi
aku makan saja.”
Ketok!
“Dasar tukang
makan.Ada-ada saja alasanmu itu Hyuk!”ujarku sambil memukul pelan kepala Hyuk
dengan ujung pengait daging yang kupegang.Kami terus memasak sambil tertawa
ringan sampai akhirnya orang yang sedari tadi dinyatakan hilang kembali kedorm.
“Ya!Ryeowookie.Kemana
saja kau?Kami semua mencemaskanmu”omel Teuki hyung begitu Ryeowook memasuki
dorm.
“Mian hyung.Tadi aku
ada sedikit urusan.Makanya langsung pergi tanpa berpamitan dengan hyung.”maaf
Ryeowook pada semua hyungdeul yang mencemaskannya.
“Ya sudah.Masuk
sana.Temani yeoja chingumu tuh.Dia sudah menunggumu sedari tadi.”
“Eh?Maksud hyung…Ara
ada disini?”Tanya ryeowook pelan.Aku mengernyitkan dahiku heran.Sudah jelas
bukan?Setiap tahun juga Ara dan yang lainnya selalu ada disini.Merayakan pesta
natal dan penyambutan tahun baru bersama-sama.Kenapa ia heran kalau Ara datang
sekarang?
Ara yang mendengar
suara ribut didepan melangkahkan kaikinya kesana untuk mencari tahu apa yang
terjadi.
“Tentu saja.Memangnya
ada apa Ryeowookie?”
“Ani.Tidak
apa-apa.Hanya saja aku…”
“Annyeong
oppaedeul..”
Seketika kami semua
menoleh kearah suara yeoja yang asing diteinga kami semua.Aku semakin
mengernyitkan dahiku.Pandanganku tertuju pada sosok yeoja dengan balutan baju
berbulu warna soft pink dengan celana pendek yang dipadukan dengan high sock
berwarna hitam serta rambut berwanr coklat yang tergerai indah itu.Siapa
dia?Tidak mungkin ia adiknya Ryeowook mengingat Ryeowook itu anak tunggal.Apa
mungkin saudara perempuannya.
“Nugaya..Ryeowook-ah?”Tanya
Leeteuk hyung sopan.Ia tetap menjaga imagenya didepan seorang yeoja.
“Ah..dia Kim Hyun
Rim.Dia ini trainee baru di SM.Dia hanyalah temanku.Ia bilang ia tinggal di
Seoul seorang diri dan orang tuanya bekerja di Amerika.Aku mengajaknya kesini
karena kuyakin ia akan merayakan natal seoran diri dan kesepian nantinya.”
“annyeong Leeteuk
oppa.Joneun Kim Hyunrim imnida.Tapi cukup panggil aku Rima saja.”yeoja itu
memperkenalkan dirinya pada Leeteuk hyung dengan sopan.Leeteuk hyungpun
membalas perkenalan Rima.
Aku sedikit merubah
arah pandanganku.Dan aku terkejut begitu mataku melihat ekspresi wajah Ara
memandang Ryeowook,Leeteuk hyung dan yeoja itu.Wajahnya terlihat terkejut.Ia
bahkan tidak mengedipkan matanya.Pandangannya hanya tertuju pada yeoja yang ada
disamping Ryeowook.
“Ah!Ara eonnie!”
Kuarahkan pandanganku
pada yeoja itu.Ia memanggil Ara dengan sebutan akrab.Apa mereka sudah
berkenalan?Tapi kenapa dengan ekspresi Ara tadi.Kulihat Ara juga tersentak
kaget saat yeoja itu memanggilnya.Ia mengganti wajah kaget dan shocknya tadi
menjadi senyuman yang amat sangat dipaksakan.Sebenarnya apa yang terjadi
disini?
.
.
.
.
.
Pandanganku terus
tertuju pada seorang yeoja yang sedari tadi larut dalam perbicaraannya dengan
Ryeowook dan beberapa member lainnya.Entah karena apa,aku tidak bisa melepaskan
perhatianku padanya.
Cemburu?Entahlah.Aku
juga tidak tahu.
“Ya,Ara-ah.Waeyo?Kenapa
kau terus memandangi Rima?”Tanya Yoy yang sepertinya sudah sedari tadi
memperhatikanku.Aku memasang seulas senyum tipis agar tidak ada yang
mencurigainya.
“Aniyo gwenchana.Aku
hanya sedang tidak enak badan saja.”ujarku seadanya.Tapi ku yakin Yoy tidak
akan semudah itu mempercayainya.
“Ya.Kau mau berbohong
padaku?Aigoo…aku tahu kalau kau memiliki banyak topeng dan naskah drama dibalik
wajahmu itu.Tapi tetap saja kau tidak akan bisa membohongiku.Kau cemburu
bukan?”
Aku menundukkan
wajahku.Senyum yang tadinya kupajang perlahan memudar.Digantikan oleh wajah
gusarku tadi.Ia kemudian duduk disampingku sambil memegang minuman miliknya.
“Aku…tidak tahu….”
“Hmm?”
“Aku tidak tahu…aku
tidak mengerti apa sebenarnya yang kurasakan saat ini.Aku tidak marah.Hanya
saja aku….Haaah..Mollayo..”Aku menggelengkan kepalaku pasrah.Aku benar-benar
tidak tahu apa yang kurasakan saat ini.Aku seperti merasakan suatu ketakutan
yang amat mendera.Tapi aku tidak tahu aku takut akan apa.
“Aigoo…kau ini
benar-benar buta akan perasaanmu sendiri ya.”
Aku memandang bingung
Yoy.Buta?perasaan sendiri?Apa maksudnya?
“Dengar Ara.Perasaan
itu namanya cemburu,jealous.Perasaan dimana kau marah,iri,sebal,kesal dan takut
akan sesuatu.Kau marah begitu melihat Ryeowook bersama yeoja lain bukan?Kau iri
pada yeoja itu bukan?Kau sebal dan kesal pada yeoja itu bukan?dan kau takut
kalau Ryeowook akan direbut oleh yeoja itu nantinya,bukan?”
Aku kembali
menundukan kepalaku.Memang benar apa yang dikatakan oleh Yoy.Aku
marah,iri,kesal dan takut akan kehadiran yeoja itu.Aku ingin berkata bahwa
namja itu adalah miliknya.Tapi sisi lain hatinya melarangnya melakukanya.Ia
takut kalau tindakannya akan menyakitkan orang lain.
“Ara,kau hanya tidak
mengerti apa yang harus kau lakukan.Tapi menurutku,kau cukup menjadi Ara yang
biasanya.Ara yang bisa memikat seorang Kim Ryeowook dengan usahanya
sendiri.Bukan menjadi orang lain dan aku mohon kali ini pikirkan
kebahagiaanmu.Tidak selamanya kau harus berusaha membahagiakan orang
lain.Sekali-sekali kau harus mempertahankan apa yang menurutmu milikmu.”Yoy
menepuk kepalaku dan beranjak pergi menuju ruang tengah untuk bergabung bersama
Hae dan yang lainnya.Aku sekilas memperhatikan mereka bedua.Mereka terlihat
serasi walau sesekali terjadi pertengkaran diantara mereka berdua.
Aku berdiri dari sofa
yang kududuki dan beranjak menuju dapur.Mungkin aku bisa membantu oppadeul
menyiapkan makanan saja untuk menghilangkan kejengahanku.
“Mwoya?Kau ingin
membantu?Ya.Han Jineul apa kau salah makan obat?”ujar Eunhyuk oppa sambil
menempelkan punggung tangannya didahiku.Dia kira aku gila apa.Memangnya aneh
kalau aku ingin membantu?
“Ya!Oppa.Memangnya
salah kalau aku ingin membantu kalian?Masih untung aku mau membantu!”sewotku
pada mereka yang menertawakanku dan heran melihat tindakanku.
“Aniya.Biasanya
kaukan selalu berkutat dengan Laptop,I-pad,Handphone ataupun buku
sketchmu.Kenapa kau tiba-tiba jadi ingin menyentuh alat-alat dapur
sekarang?”ejek Kyuhyun padaku.Namja satu ini sama saja dengan Jihyun.kalau
tidak meledekku sehari saja tidak akan puas.
“Dari pada
kau,jangankan memasak.Memegang perkakas dapur saja aku yakin tidak bisa.Masak
ramyeon saja tidak becus.”balasku tidak kalah mengejek darinya.Ia telihat
mengerjapkan matanya tidak percaya akan ejekanku barusan.Dilihat dari
gelagatnya,ia seperti akan memukul kepalaku dengan sendok yang tengah
dipegangnya.Tapi sebelum sempat memukulku,aku sudah berlindung duluan dibalik
punggung Sungmin oppa.Ia akhinya hanya bisa merengut dan mengumpat tidak
jelas.:P
“Sudah sudah.Ara,kau
bantu memanggang daging saja bisakan?”.
Aku mengiyakan
perkataan Sungmin oppa dan langsung beranjak menuju balkon untuk membantu
oppadeul.Sekalian menghilangkan perasaanku sejenak dengan tidak melihat mereka
berdua.Tapi ternyata dugaanku salah.Mereka berdua saat ini sedang memanggang
daging sambil tertawa riang.Sepertinya mereka menggantikan pekerjaan Echi
eonnie dan Siwon oppa.
“Ah,eonnie.Kau ingin
membantu juga?”Aku memasang senyum yang sudah pasti dipaksakan pada Rima untuk
membalas pertanyaannya.Ia tampak berbinar dan senang sekali.Seperti tidak
memiliki beban apapun.Sementara Ryeowook,ia juga memasang senyum padaku.Ia mengisyaratkan
padaku untuk berada didekatnya.Aku menuruti saja.
“Ayyy…Eonnie jangan
dekat-dekat dengan Ryeowook oppa!dia ini namjachinguku!namjachingu eonnie kan
Yesung oppa!”Rima pura-pura marah padaku karena melihat sikap Ryeowook yang
terlalu peduli padaku.Tapi ucapan terakhirnya benar-benar membuat kaget.
Bukan hanya
aku.Ryeowook oppa,Sungmin oppa,serta member lainnya termasuk Yesung sendiri
terkejut dengan perkataan Rima.
“Apa maksudmu?Ara
dan…Yesung?Namjachingu?”Tanya Sungmin langsung pada Rima.
“Ah…Aniyo oppa.Ara
eonnie bilang padaku kalau di Super Junior ia menyukai Yesung oppa.Istilah
namjachingu kan hanya perumpamaan saja oppa.”ujar Rima berusaha menjelaskan apa
yang ia katakana tadi.Ryeowook dan Sungmin mengangguk mengerti.Mereka terlalu
terkejut tadi.Bagaimanapun juga,Rima tidak tahu mengenai hubungan ia dengan
Ryeowook.Apa lagi ia seorang ELF.Akan jadi masalah besar nantinya kalau sampai
berita ini menyebar luas.
“Aniyo Rima-ah.Aku
tidak akan merebut Ryeowook darimu.Tidak akan.”Aku mengatakan hal yang membuat
sakit hatiku sendiri.Aku yakin Ryeowook dan Sungmin hyung kini bertanya-tanya
tentang apa yang kukatakan barusan.Tapi aku tidak memperdulikannya.Aku terus
memanggang daging tanpa mempedulikan sekitarku.Setidaknya biarkan aku meredam
perasaanku ini.
.
.
.
.
.
Hari ini aku
benar-benar tidak mengerti apa yang ada dipikiranku.Aku mengajak Rima,yeoja
yang baru kukenal beberapa hari yang lalu digedung rekaman untuk ikut merayakan
pesta malam natal bersama hyungdeul.Tapi aku tidak mengajak Ara yang merupakan
yeojachinguku sendiri.
Aku lebih banyak
menghabiskan malam natal ini dengan bercanda bersama Rima dibandingkan dengan
Ara.Sedari tadi aku melihatnya hanya menatap gelas minumannya dengan pandangan
kosong.Aku berniat menghampirinya dan menanyakan keadaannya.Tapi Siwon hyung
memintaku menggantikannya untuk memanggang makanan.Rima yang mendengarnya
kemudian mengikutiku dan membantuku memasak.
“Oppa!Kemarin aku
pergi menonton konsermu bersama Ara eonnie lho.”
“Eh,bersama
Ara?Kalian pergi bersama?”
“Ani.Kami bertemu
ditempat konser.Tapi Ara eonnie aneh.Masa dia datang ketempat konser
sendirian?kenapa ia tidak bergabung dengan Cloud’s lainnya?”
Rasanya sedikit sakit
begitu mendengar Ara mengakui dirinya sebagai fans Yesung hyung.Kenapa ia tidak
bilang kalau ia fansku sih (=.=)
“eh oppa.Oppa
sebenarnya suka yeoja seperti apa sih?”
“eh?Umm…Aku..suka
yeoja yang punya suara indah dan berperawakan mungil.Dan…tidak terlalu tinggi.”
“Jinja?Aaaah…berarti
bukan dong.”ujar Rima.Nada suaranya terdengar kecewa.
“Waeyo?apa kau tidak
sesuai dengan kriteriaku?”ujarku sedikit menggoda.
“Ani.Awalnya aku kira
kalau tipe ideal oppa itu Ara eonnia.Soalnnya Oppa dan Eonnie terlihat sangat
serasi.Tapi ternyata bukan ya.”
Deg!
Benarkah?Benarkah
kalau Ara tidak sesuai dengan tipe idealku?Lalu…Kenapa aku bisa menyukainnya?
Kenapa aku dan dia bisa
memiliki hubungan dengannya?
“Oppa?Oppa
melamun?”Rima melambaikan tangannya didepan wajahku untuk menyadarkanku.
“Eh?Ani.waaa!Dagingnya
hangus!”Aku langsung membalikkan daging yang hampir gosong itu.
“Ah,Eonnie.Kau mau
membantu juga?”
Aku menolehkan sedikit
kepalaku dan melihat Ara datang bersama dengan Sungmin hyung.Kelihatannya
Sungmin hyung memintanya membantu kami.Aku tersenyum padanya dan
mengisyaratkannya untuk berada disebelahku.
“Ayyy…Eonnie jangan
dekat-dekat dengan Ryeowook oppa!dia ini namjachinguku!namjachingu eonnie kan
Yesung oppa!”
Mworago?Yesung hyung?Kenapa
bisa begitu?Akukan namjachingunya!Aish..Kim Ryeowook.Berpikirlah positif!Aku
yakin itu hanyalah istilah yang sering digunakan fans untuk kami.
“Apa maksudmu?Ara
dan….Yesung?Namjachingu?”Sungmin hyung juga tidak kalah bingungnya dengan
diriku.
“…Aniyo oppa.Ara
eonnie bilang padaku kalau di Super Junior ia menyukai Yesung oppa.Istilah
namjachingu kan hanya perumpamaan saja oppa.”Rima menjelaskan pada
kami.Tuhkan.Itu hanyalah istilah yang sering digunakan oleh para fans.Terkadang
itu terdengar sedikit…errrr menyebalkan (_-_)
“Aniyo Rima-ah.Aku
tidak akan merebut Ryeowook darimu.Tidak akan.”
Eh?Kenapa…?Kenapa
nada suara Ara saat menyebutkannya terdengar….sedih?Ada apa dengannya?
.
.
.
.
.
.
.
Aku tidak tahan
melihatnya terus seperti ini.Melihatnya terus-terusan membohongi dirinya
sendiri.Walaupun aku sudah berulang kali menegurnya,tetap saja ia tidak
berubah.Selalu mengenakan topengnya untuk menyembunyikan wajah aslinya.
Ra-ah…Aku mohon.Hentikan
ini semua.Sudah cukup kau merasakan sakit yang dalam karena kesalahan yang sama
sekali tidak kau perbuat .Kesalahan yang menyebabkan dirinya kini telah
tiada.Kesalahan yang menyebabkan kematiannya.
“Jiho-yah…Mianhae.Aku…tidak
bisa menjaga Noonamu dengan baik.”
“Hyung….Tolong jaga
Noona….Bahagiakan dia…Jangan buat ia mengeluarkan…air matanya lagi hyung…”
“Mianhae…Aku belum
bisa menepati janjiku…Please forgive me..Jiho..”
_CUT_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar