Minggu, 29 Januari 2012

LUMINA - *[Part B]*

LUMINA…

Cast : All Suju member  ex.Zhoumi and Henry#mianhae
Genre :Crime,Suspense,action.
Rating :T(teen)
Disclaimer :I don’t the cast.But the story is mine.
Song :t.A.T.u-All About Us.





*****************

*Leeteuk POV*

                Huft…2 hari berturut-turut harus terus melakukan penyelidikan.Rasanya kepalaku mau pecah saja.Kapan kira-kira pembunuh itu bisa berhenti berulah.Apa untungnya coba membunuh orang selain untuk balas dendam.


BRAKK!!


                Tiba-tiba saja pintu dibuka paksa oleh seseorang.Akupun menoleh untuk melihat siapa itu.Dan ternyata dia adalah Shindong yg datang dengan wajah…Panik?

“Ju-Jungsoo!!Yesung..hosh hosh…Yesung..”

“Tenanglah Shindong.Atur nafasmu terlebih dahulu lalu bicaralah..”ujarku padanya.Ia lalu mengatur pasokan udaranya dan mulai berbicara lagi.

“Yesung menghilang!”

“Mwo?Bagaimana bisa?”tanyaku padanya.Bagaimana mungkin ia bisa menghilang?Jelas-jelas tadi  dia masih bersama Shindong.Atau mungkin…

“Shindong…Jangan-jangan Yesung…”

“Ada apa dengan Yesung?”

Tiba-tiba sebuah suara mengintrupsi percakapan kami.Dan begitu berbalik,kulihat Donghae-pemilik suara-itu sudah apa disampingku.Dia menatapku meminta jawaban atas pertanyaannya tadi.Akhirnya dengan berat hati aku mengatakan yg sebenarnya.

“Yesung menghilang..”

“MWO?”

“Yesung menghilang dari kamarnya.Padahal baru beberapa menit kutinggalkan..”ujar Shindong member penjelasan.

Donghae terlihat ingin memukul meja dihadapannya.Tampaknya ia sangat marah sekarang.Jelas saja.Kemarin ia baru saja mendengar berita kalau salah satu sahabatnya meninggal.Dan sekarang ia kehilangan jejak salah satu sahabatnya lagi.

“AAKH!!Sial!”

Donghae beranjak pergi meninggalkan kami.Tapi Shindong menahan tangannya.

“Lepaskan!”

“Tunggu dulu Hae-ah!Aku tau kau saat ini sedang marah.Tapi aku mohon dengarkan aku.Aku menemukan sesuatu ditempat tidur dimana Yesung tadi berada.”

“Lalu apa urusannya denganku?Kalian bisa menanganinya sendiri bukan!”

“Hae!Aku rasa ini adalah pesan dari Yesung untukmu!”

Hae terdiam setelah mendengar perkataan terakhir Shindong.Dia lalu memandang Shindong untuk meminta penjelasan.Sebenarnya aku juga penasaran dengan apa yg dikatakan oleh Shindong tadi.Jadi kuputuskan untuk mendengarkanya.

“Apa maksudmu?”

“Ini.Aku menemukan ini dikamar.”

Shindong lalu mengeluarkan sebuah botol anggur dari dalam jaketnya.Aku hanya menatap heran botol anggur itu.

“Botol anggur?Apa maksud ini?”

“Aku yakin sebelum terjadi sesuatu pada Yesung,ia sempat memegang benda itu.Perhatikan beberapa bekas jarinya yg hitam oleh kertas negative pada kameranya.”

                Ternyata dibotol itu memang ada beberapa bercak hitam berbentuk sidik jari seseorang.Dan aku yakin orang itu adalah Yesung.Siapa lagi orang yg memiliki bekas negative seperti itu pada tanganya kalau bukan Yesung yg hobi memotret.

“Lalu?apa hubungannya dengan semua ini?”

“Mungkin ada petunjuk pada label botol anggur ini…”

                Donghae dan aku memperhatikan label pada botol anggur itu.Pada labelnya terdapan gambar Mata dan sebuah nama anggur itu sendiri.

“Aku tidak mengerti..”

“Anggur ini bernama ‘Zorro’ yg artinya Rubah dalam bahasa Spanyol..”

“Rubah??Apa hubungannya?”

                Kami terdiam sebentar.tiba-tiba suara Handphone Donghae memecahkan suasana hening diantara kami.


“Yeobseyo?”

“…”

“Ya!Jangan sakiti dia!”

“…”

“Apa maumu?”

“…”

“Apa kalau aku melakukannya kau akan membebaskannya?”

“…”

“Baiklah..Akan kuturuti perintahmu..”


“Hae-ah!Ada apa ?”

“Mereka menginginkanku untuk menghentikan penyelidikan ini kalau mau Yesung selamat.Dan mereka memintaku menyerahkan seluruh dokumen kasus ini mala mini juga dipelabuhan..”

“Mwo?Andwae!mana mungkin kita menyerahkan seluruh dokumen ini padanya?Kau gila!”Terak Shindong tidak terima.

“Aku mohon!Nyawa temanku sekarang ini ada pada mereka!”

“Tapi tidak semudah itu juga kami bisa menyerahkan dokumen penting itu padamu!”

                Aku inginsekali membela Donghae.Tapi aku juga membenarkan apa yg diucapkan oleh shindong.Tidak semudah itu memang menyerahkan dokumen penting padanya.Apalagi untuk kepentingan pribadi.

BRUK!

“Aku Mohon!!Ako mohon padamu!!”

                Ya tuhan.Apa yg kau lihat ini benar?Donghae.Dia…Dia rela bersujud didepan Shindong dan aku hanya untuk memohon meminjamkannya dokumen itu.Demi menyelamatkan temannya.

“Hae-ah.Berdirilah.Jangan seperti ini.Ayo kita cari solusi lain untuk menyelamatkan Yesung.”

“Aku mohon!AKU MOHON!AKU MOHON!!”

Kali ini dia tidak hanya memohon.Tapi ia juga menangis.Sebegitu berhargakah Yesung dalam hidupnya hingga ia rela melakukan segala cara.Aku jadi benar-benar tidak tega melihatnya.

“Baikalh.Aku akan memberikan dokumen itu padamu.”ujaku akhirnya.Kulihat Donghae dan Shindong terkejut mendengar keputusanku.

“Jungsoo-ah!KAu sudah gila hah?!”

“Kita tidak punya pilihan Shindong.Setidaknya kali ini kita harus bisa menyelamatkan satu orang.”

“Khamsamida…Khamsamida hyung..”Donghae masih bersujud dihadapanku.Akupun mengangkat bahunya.Menyuruhnya untuk menghentikan semua tindakannya.

“Malam ini…kita bawa Yesung kembali.”

Donghae mengangguk pelan sambil berusaha menghapus air matanya.Rasanya seperti melihat seorang anak kecil yg mainannya berhasil direbut kembali oleh ummanya.



*Leeteuk POV End*

-_-_-_-_-_-_---_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
*Donghae POV*


Saat ini,aku,Leeteuk dan Shindong sedang berada disebuah pelabuhan.Sebenarnya yg ada ditengah-tengah pelabuhan hanya aku.Sementara Leeteuk da Shindong hyung bersmbunyi dan memperhatikan situasi dari tempat lain.Aku menggenggam erat Amplop ditanganku.Didalam amplop ini,terdapat semua data penyelidikan kasus pembunuhan yg selama ini ingin segea diselesaikan.
                Tapi mala mini aku harus menukarnya dengan seorang temanku yg menjadi barang tukarnya.Aku terus melihat jamku dengan gelisa.Takut kalau aku telat.Tapi dugaanku salah saat aku melihat sebuah mobil hitam melintas didepanku.Beberapa menit kemudian ia berhenti.Dan detik itu juga hpku berbunyi.

“Yeobseyo?’’

“Letakan dokumen itu pada kail yg ada dibelakangmu.”perintahnya.Akupun mencari kait yg dimaksud dan menggantungkannya disitu.Lalu tiba-tib kait itu naik dan semakin tinggi keatas box barang-barang disekitarnya.

“Aku sudah melakukannya.Sekarang kembalikan Yesung!”

“…”

“Hoi!Kau masih disana?!”

“khuhkhukhukhu…Lugu sekali kau ini.Baiklah.Aku akan mengembalikannya.Tapi aku tidak bilang padamu kalau aku akan mengembalikannya seperti semula..”

“Apa?”

CKLEK!

 Tiba-tiba saja mobil didepanku itu membuka pintunya.Dan sepertinya ia hendak mengeluarkan sesuatu.


BRUK!!

                Mereka tampak menjatuhkan sesuatu ketanah.Aku tidak bisa melihat dengan jelas.Dari penglihatanku,mereka seperti menjatuhkan seseorang dengan kemeja putih kepinggir jembatan itu.Dan setelah itu mobil itu begegas meninggalkan tempat itu.Tapi saat mobil itu melintas didepanku,aku dapat menangkap seorang namja berambut pirang dengan sorot mata tajam dibalik kacamata hitamnya itu.
                Aku sedikit terkecoh dengannya hingga melupakan seseorang yg mereka lempar keluar tadi.Perlahan aku mendekati tubuh namja itu.Namja itu mengenakan selembar kemeja putih tipis yg penuh dengan bercah-bercak darah.

‘Oh tuhan.Tolong katakana kalau firasatku ini salah..’uajrku dalam hati sambil berusaha menyentuhnya.Dan saat au berhasil menyentuhnya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat wajahnya….

“YESUUUNG!!!”

                Kududukkan tubuh Yesung yg sudah kaku itu ditubuhku.Aku berusaha membangunkannya dangen cara menggoyang-goyangkan tubuhnya dan sesekali menepuk pipinya.Tapi hasilnya nihil…
Yesung tidak meresponku…

Tidak akan pernah lagi…

                “Hei.Ini tidak lucu!Ya!Yesung-ah!Kau berhasil menipuku!Kau berhasil Yesung-ah!”Aku mencoba segala cara untuk bisa membangunkanya.Tapi tetap tidak ada reaksi apapun.

“Ya!Yesung-ah!!Ayo lihat aku!Tertawakan aku sepuas hatimu karena kau berhasil menipuku!Ayo Yesung!!YESUNG-AH!!”

                Aku tahu apapun yg kulakukan ini percuma.Yesung sudah tiada.Dia sudah pergi.Menyusul Ryeowook dialam sana.Kupeluk tubuh namja itu.Aku menangis dipelukannya.Mengeluarkan segala kesedihanku.

“Tuhan!Kenapa kau ambil lagi orang yg penting dari hidupku!Kenapa harus mereka?!Kenapa bukan aku saja yg kau ambil!!”Teriakku.

“Yesung-ah.Mianhae…Jeongmal mianhae.Mianhae karena aku tidak bisa melindungimu.Mianhae..Mianhae!!”berulang-ulang kali kuucapkan kata maaf padanya meski kuyakin ia tak akan pernah lagi bisa medengarnya.

                Aku medengar suara derap langkah kaki yg berlari mendekatiku.Aku yakin itu adalah Shindong dan Leeteuk hyung.Tapi aku tidak peduli pada apapun sekarang ini.Aku terus saja menangis didalam pelukan tubuh Yesung yg sudah sangat dingin itu.


*Donghae POV End*

******&&&&&&&&&&&&&&&&&**************&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&*************&

*Leeteuk POV*


                Lagi-lagi kami terlambat.Padahal kami sudah melakukan segalanya.Tapi tetap saja kami masih belum bisa menyelamatkan siapapun.Kemarin Sungmin.Dan sekarang Yesung.Lalu berikutnya siapa?Apakan aku?Yaa..mungkin saja.

Puk

                Seseorang menepuk bahuku.Akupun menoleh untuk melihatnya.

“Hyung.Aku rasa kita sudah berbuat yg terbaik.Walau…hasilnya tidak seperti yg kita inginkan…”

                Ujar Shindong-orang yg menepuk bahuku-berusaha menenangkanku.Tapi kata-kata itu tidak pantas kudapatkan.Donghae lah yg berhak menerimanya.Karena dialah orang yang sangat kehilangan atas kejadian ini.Dia kehilangan satu lagi orang didekatnya.



                Hari ini adalah hari pemakaman Yesung.Hanya beberapa orang yang hadir yang kemungkinan besar adalah teman-teman reporter dan beberapa orang lainnya.Kudengar ia tidak tinggal dengan orang tuanya.Bahkan saudaranya tidak satupun terlihat.Satu-satunya orang yang mungkin dianggap keluarga oleh Yesung adalah Donghae.
               
                Donghae menatap lurus kearah rangkaian bunga dengan foto Yesung ditengah-tengah makam.Tatapannya kosong.Mata itu terus saja mengalirkan bulir-bulir krystal bening dari dalam.Dia sama sekali tidak mau mengucapkan sepatah katapun sejak kemarin.Bahkan Shindong saja begitu memperhatikannya.

                Akhirnya upacara penghormatan terakhir sudah berakhir.Semua pengunjung sudah mulai meninggalkan pemakaman.Kini yang tersisah hanyalah Donghae,Leeteuk,Kyuhyun dan Shindong.


BRUKK

“Donghae!”

“HYAAA!Semua salahku!Salahku!Salahku karena tidak bisa melindungnya!”Jerit Donghae sambil terus mengais tanah pemakaman dengan tangannya.Tidak diperdulikannya jas hitamnya penuh dengan tanah.Dia bersujut didepan makam yesung.Meraung-raung seperti orang gila.Tapi aku membiarkannya.Sudah sepantasnya ia menjadi seperti itu.

“Hyu-“

Kutahan Kyuhyun yg ingin meraih Donghae.Kugelengkan kepalaku.Mengisyaratkan untuk membiarkannya sejenak.Membiarkannya menenangkan kesedihannya yg sedang meluap saat ini.

“Kita biarkan dia dulu sendiri.Dia butuh ketenangan.”

                Akhirnya,Kyuhyun,dan Shindong meninggalkan Donghae sendirian.


*Leeteuk POV End*



^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


*Eunhyuk POV*


                Entah setan apa yg merasukiku,aku mengikuti namja itu kesebuah pemakaman umum dipinggir kota.Ya.Lee Donghae.Namja yang kemarin menemuiku demi menyelamatkan nyawa temannya.Tapi percuma karena aku sudah menghabisinya terlebih dahulu.Aku bukan orang bodoh yg bisa meninggalkan bukti hidup secara bebas.

...Suatu saat…Kau..akan menyesal…”

DEG!

Tiba-tiba saja kata-kata yg diucapkan Yesung sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya terlintas dikepalaku.Menyesal?Menyesal karena apa?Arrgh!sial!kenapa aku jadi pusing begini?
Haah sudahlah.Lebih baik aku segera pulang keapartemenku dan menghilangkan pusing dikepalaku ini.

Drrrt….Drrrt…

Aish!Ini siapa lagi?untung udah disilent mode.Kalau tidak pasti polisi-polisi itu akan langsung mendatangiku.

“Yoboseyo?”

“Aku punya permintaan…”

“Nugu?”

“Aku ingin kau juga menghabisi seluruh polisi-polisi itu.”

“Untuk apa kau memintaku menghabisi mereka?”

“hmm…untuk apa?Aku hanya membenci mereka dan ingin memusnahkan mereka.Apa ada yg salah?”

Haaah…menyusahkan saja.Permintaan tamak dari orang-orang yg merasa dirinya hebat dan meyingkirkan siapapun orang yg tidak disukainya.Sifat manusia yg sangat kubenci.

“Baiklah.Kapan?”

“Secepatnya.Aku sudah tidak tahan melihat wajah memuakkan mereka.untuk masalah imbalan,kau bisa minta sebanyak yg kau mau.”

“Aku mengerti.Aku akan membereskan mereka sekarang juga.”

“khukhhku…aku suka cra kerjamu yg cepat Eunhyuk-sshi.Kau memang senjata yg berbahaya.”

                Ya.Dan suatu saat aku juga akan membunuhmu karena aku sudah muak menjadi kaki tanganmu.

“Baiklah.Aku mengharapkan berita bagus lainnya darimu.”

Klik.

 Sambungan akhirnya terputus.Akupun memasukan handphone-ku kedalam saku mantel yg kukenakan.Aku hendak beranjak meninggalkan pemakaman dan menjalankan rencana berikutnya.

“Target berikutnya…Leeteuk-sshi…”



*Eunhyuk POV End*


********************************


*Leeteuk POV*


                Hujan.Malam ini kota Seoul dilanda hujan yg sangat lebat.Mungkin langit tengah bersedih atas apa yg terjadi hari ini hingga ia menjatuhkan butiran-butiran air matanya.Saat ini aku sedang dalam perjalanan kembali kekantorku.Melanjutkan segala pekerjaan yg tertinggal.Dan juga menyiapkan diri untuk menerima konsekuensi atas hilangnya data-data penting itu.Haah…kapan semua ini akan selesai.

“Leeteuk hyung.Sebaiknya kau istirahat saja.Kau kelihatan sangat lelah.”

“Ani Shindong-ah.Aku tidak bisa beristirahat.Masih banyak pekerjaan yg harus dikerjakan.”

Shindong tidak membalas perkataanku.Ia mungkin mengerti keadaan ini.Keadaan dimana kita memang harus terus terjaga.
               
“Hyung…kita diikuti.”

                Aku pun melihat kearah kaca mobil yg memantulkan gambar dibelakang mobil kami.Dan benar saja.Sebuah mobil hitam terlihat tengah berada dibelakang mobil kami.Dia mengejar kami meski kami sudah berulang kali menambah kecepatan mobil.

“Hyung.Kencangkan sabukmu.Aku akan sedikit mengebut lagi.”

                Aku mengangguk dan segera mengencangkan sabukku dan tanganku berusaha mencari tempt untuk menahan tubuhku agar tidak bergeser.Shindong dengan segera menambah kecepatannya.Ia melintasi jalan yg cukup sepi.Sehingga tidak akan membahayakan siapapun karena kecepatannya.

                Tapi sepertinya percuma saja.Sudah sejam kami berusaha mengecohnya,ia tetap masih setia berada dibelakang kami.

“Aish!Sial!Dia masih mengikuti kita!”

“Shindong-ah!Awas didepan!”
“MWO?!”

CKIIIIIEEEET!!!!

                Huft..Hampir saja Shindong menambrak mobil didepan kami.Tapi kelegaan kami ternyata harus berakhir sampai disini.Karena mobil yg mengikuti kami masih setia berada dibelakang kami dan ia….semakin mendekat?

“Hyung..Aku punya perasaan tida enak.”

“Shindong!Cepat kabur dari sini!”

                Aku akhirnya menyadari apa yg akan dilakukan mobil itu selanjutnya.Aku yg panic langsung berusaha membuka pintu mobil.Tapi…

BRUK!!BRUK!

Tiba-tiba saja 2 buah mobil datang dan menahan pintu mobil kami sehingga kami tidak bisa membuka pintu mobilku.Mobil dibelakang kami semakin mendekat.Kali ini aku benar-benar merasa akan menemui ajalku.

“Shindong merunduk!”

DUAKK!!

Mobil itu akhirnya menabrak kami.Dan mobil kami kini semakin mendekat kemobil didepan kami yg membawa kawat-kawat besi dibelakangnya.Dan pada akhirnya…

PRANG!!CRAASH!!


*Leeteuk POV end*

                __________________________________________________

*Eunhyuk POV*


                Aku terus mengejar mobil Putih didepanku.Meski mereka berulang kali berusaha mengecohku,tapi percuma saja.Aku tetap bisa kembali mengejar mereka.

                Mereka kini terjebak kemacetan dan kini berhenti dibelakang sebuah mobil yg tengah mengangkut banyak kawat-kawat besi panjang yg siap menusuk siapa saja yg berada dibelakangnya.Aku memajukan mobilku untuk menambrak mereka.Tapi resiko yg paling aku khawatirkan adalah kalau mereka menyadari rencanaku dan kabur dari dalam mobil.Meski aku bisa membunuh mereka saat mereka hendak kabur.Tapi kalau gagal?aku akan ketahuan!

BRAK!BRAKK!

                Tiba-tiba dua buah mobil hitam datang dan menghimpit pintu mobil mereka.Siapa mereka?Ah…ini kesempatanku untuk melaksanakan rencanaku.Aku menambahkan kecepatan mobilku.Bisa kulihat kalau Leeteuk dan temannya sedang panic didalam mobil yg mengurung mereka.Tapi kalian tidak akan kemana-mana karena…

PRAAANG!!CRAASHH!

                Kawat-kawat besi itu menembus kedalam mobil mereka hinggal menghancurkan kaca belakang mereka.Dan dari ujung kawat-kawat besi yg kulihat,terdapat bercak-bercak berwarna merah pekat yg membekas.Darah.

“2 ekor,sudah diatasi…”


*Eunhyuk POV End*


*******************************





Tidak ada komentar:

Posting Komentar