Senin, 12 Desember 2011

LUMINA


LUMINA…



Cast : All Suju member  ex.Zhoumi and Henry#mianhae
Genre :Crime,Suspense,action.
Rating :T(teen)
Disclaimer :I don’t the cast.But the story is mine.
Song :t.A.T.u-All About Us.



“to-tolong…Tolong ampuni aku.Aku tidak memiliki apapun…”
                Seorang pria paruh baya tengah memohon pada seorang pria didepannya.Pria paruh baya itu memohon pada pria muda didepannya agar menurunkan benda berlaras panjang yg menempel dikepalanya.Tapi sepertinya pria muda itu tidak memperdulikannya.Ia malah asik memperhatikan goresan-goresan kekhawatiran diwajah pria paruh baya itu.

“Aku mohon…Tolong ampuni aku..”mohonnya lagi/

“Ya!Kau ini brisik sekali!Mau memohon sampai kapanpun kau akan tetap mati!”bentaknya pada pria paruh baya itu dan membuatnya diam seketika.

“Baiklah…Kau boleh membunuhku.Tapi setidaknya izinkan aku untuk mengetahui siapa orang yg menyuruhmu..”

Pria muda itu diam tidak bereaksi.Dia hanya menatap pria paruh baya itu.Tak lama setelahnya dia menyeringai.

“Maaf.Tapi itu hukumku untuk selalu menjaga rahasia klientku.”


DOOR!

“Nah..Saatnya aku beres-beres disini lalu pergi mengambil bayaranku.”Pria muda itu lalu membersihkan beberapa cipratan darah yg menempel diujung pistolnya lalu menyeka seluruh benda yg disentuhnya diruangan itu agar menghilangkan bekas sidik jarinya.Lalu pergi meninggalkan pria paruh baya tadi yg kini sudah terbujur kaku dengan sebuah lubang menghiasi kepalanya.





“Aish!Lagi-lagi.”racau seorang namja yg tadinya sedang membaca Koran dan sekarang tiba-tiba membanting Koran itu keatas meja.Banyak pengunjung coffe house itu yang terkejut dengan tindakannya.Tapi mereka memilih untuk tidak terlalu memperdulikannya dan kembali keaktivitas semula.

“”Ya!Jungsoo ya!Kau ini kenapa huh?Pagi-pagi sudah membuat keributan.”teman namja –yg membanting Koran-itu yg heran melihat tingkah temannya langsung bertanya padanya.

“Aish…Shindong-ah.Lagi-lagi pembunuh itu berulah.Kali ini sudah korbannya yg ke-7.Itu sudah terlalu banyak!”

“Yayaya!Aku mengerti.Tapi jangan membuatku kena serangan jantung Karena tindakan tiba-tibamu itu!”racaunya lagi.


Drrrt..Drrrt..Drrrt

“ya..Kita harus segera menuju tempat kejadian.Sungmin sudah menunggu kita.”

“Baiklah kalau begitu.Kajja.”




                Gardina Marine drink bar…

Berbeda dari bar yg biasanya,bar ini kini sudah ditutupi oleh puluha garis polisi dan dilantai berserakan penanda barang bukti dan sebuah pola tubuh korban pembunuhan.Pemilik bar inilah yg menjadi korbannya.Pemilik bar dengan cabang terbanyak di Korea selatan.Tapi kini bar itu tengah digeledah oleh para polisi untuk mencari kebenaran.Jungsoo atau Leeteuk dan Shindong serta Sungmin yg seorang polisi,ditugaskan untuk memeriksa dan memecahkan kasus pembunuhan ini.Kasus pembunuhan yg telah terjadi sejak 3 bulan yg lalu dan kali ini sudah memakan 7 korban yg rata-rata adalah orang-orang ternama di korea.

“Benar-benar pembunuh professional.Tidak ada jejak yg ditinggalkannya.Semua bukti atau sidik jarinya lenyap seperti titelan bumi.Bahkan jejak atau bau selongsor pelurunyapun tidak ada.”

“Sungmin-ah.Kau taukan kau sudah sangat sering mengatakannya setiap kali kita melakukan penyelidikan TKP seperti ini.Aku sampai hapal apa yg kau ucapkan.”

“Ya!Shindong-ah!Tapi aku benarkan?Ini sangat misterius!Pembunuhnya seperti bukan dari kalanga manusia.Dia mungkin saja..”

“Hantu?Kau ini terlalu banyak menonton film.”
Sungmin hanya mengerucutkan bibirnya tanda sebal dengan kelakuan dua orang rekan kerjanya itu.


CKREK!FLASH!

Sebuah lampu kilat memecahkan keheningan yg terjadi diantara ke-3 orang polisi itu.Ternyata didalam ruangan itu sudah ada seorang wartawan yg tengah memotret tempat kejadian itu.

“Aish!Kau lagi!Ya!Yesung-sshi!Bukankan sudah aku peringatkan untuk tidak memasuki TKP tanpa persetujuan kami?Tidakkah kau tahu kami sedang melakukan penyelidikan ditempat ini?”

“Ya aku tahu.Dan aku tidak mengganggu kalian bukan?”ujarnya santai sambil terus memotret seisi ruangan bar tanpa memperdulikan Shindong yg sudah berkacak pinggang ditempatnya.

“Aish!YA!kau ini!”

“Sudahlah Shindong-ah.Toh dia memang tidak mengganggu kita.Jadi biarkan saja dia.”

“Tapi Jungsoo-ah…Aish.Ya sudahlah.Tapi kau jangan mengganggu kami!”peringatnya pada Yesung.Tapi tidak digubris sama sekali olehnya.


“Dasar orang aneh.”kesal Shindong dan melanjutkan pekerjaannya yg tertunda.


Marine Wine Storage…

                “ya Ryeowook-ah.Kau yakin bisa melakukannya?”seorang namja tinggi dengan rambut blonde yg mengenakan sebuah topi pet hitam tengah melakukan perbincangan dengan seorang namja bertubuh pendek didalam sebuah gudang anggur.Tampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu.

“Nde.Percayalah padaku hyung.Aku bisa melakukannya.Kalaupun aku tertangkap,aku yakin mereka tidak akan sampai membunuhku.”

“Yah..Aku hanya berharap kau tidak berurusan dengan Sungmin ataupun Leeteuk.Kau akan dalam masalah besar kalau berurusan mereka berdua.”

“Percayalah padaku Eunhyuk hyung.Aku bisa menyusup kedalam kantor mereka dan mengambil file pria itu.”

“Baiklah.Aku berikau waktu sampai jam 8 malam ini.Aku tunggu kau didermaga.”

“Nde hyung…”



                Somewhere in Police office…

“Siwon-ah..Kau benar-benar yakin?”Tanya seorang namja cantik pada pria berbaju resmi desampingnya.Sementara pria itu hanya melirik namja cantik itu sekilas lalu melangkahkan kakinya menuruni tangga.Namja cantik itu mengikutinya.
 “Heechul-sshi.Sampai kapanpun aku tidak akan pernah merubah keputusanku untuk meninggalkan korea.Aku sudah tidak bisa hidup di Negara yg kini tengah dihantui oleh rasa ketakutan akan seorang pembunuh bayaran liar yg tengah berkeliaran disini.Mungkin saja akulah yg akan menjadi sasaran berikutnya.”

“Ya aku mengerti.Tapi setidaknya biarkan aku ikut bersamamu.”

“Tidak Heechul-sshi.Kalau aku ikut membawamu,kemungkinan terbesar kau akan terbunuh sebelum pembunuh itu menyerangku.”

“Tapi setidaknya biarkan aku melakukan sesuatu padamu.Aku bukan orang yg bisa menerima sebuah bantuan tanpa membalasnya.”

“Ok.Kalau kau memang bersikeras.Aku ingin kau membantuku memanggil seorang Detective yg terkenal didunia bawah.Kau pasti mengenalnya.”

“Maksudmu…Lee Donghae?”

“Ne.Tolong panggil dia untuk membantu Leeteuk dan Sungmin memecahkan kasus murahan seperti ini.”




                “Apa?Data-data milik keluarga Choi hilang?!”teriak Shindong pada Sungmin setelah memberitahukan sesuatu.

“Ne.Bukan hanya data-datanya.Tapi seluruh asset berharga miliknya juga hilang.Sepertinya semalam seseorang tengah meyusup kekantor.”

“Aish…Eottoke?Semua data hilang.Kita tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Aku rasa tidak.”ujar Yesung memecahkan suasana.Entah sejak kapan dia sudah berdiri didekat jendela besar disana sambil memegang sebuah foto dengan menggunakan sebuah penjepit foto.

“Ya!Sejak kapan kau.Aish..apa yg kau lakukan disini?”racau Shindong frustasi melihat Yesung yg selalu muncul secara tiba-tiba dan membuatnya kena serangan jantung tingkat akut.Tapi lagi-lagi Yesung tidak memperdulikannya.Dia malah sibuk mengibaskan foto yg dipegangnya.

“Foto apa itu?”Kali ini Leeteuk berhasil membuat Shindong benar-benar kena serangan jantung hebat dengan kemunculannya yg lebih tidak jelas.

“Ah..Ini.Ini adalah kunci untuk mengungkapkan…siapa orang yg tengah menyusup kemari semalam dan mencuri data-data itu.”

                Perkataan Yesung membuat ketiga orang itu langsung memlompat kearahnya dan merebut foto itu.

“Ini…Orang ini..”ujar Sungmin terbata-bata.

“Kau mengenalnya?”

“Aku mengenalnya.Dia penjual bahan-bahan kimia.Dia tinggal di daerah busan.”

“Kalau begitu aku menyerahkan urusan anak ini padamu Sungmin.Tangkap dia dan rebut kembali data-data itu.”Perintah Leeteuk.

“dan kau Yesung-sshi.Kali ini aku berterima kasih padamu karena hobi memotretmu itu,kami bisa menangkap pencuri itu.”

“Kalian harus membayarku untuk itu..”

“Ujung-ujungnya ada maunya juga..”racau Shindong(lagi).

Toktoktok!

“Silahkan masuk.”

Cklekk!


“Ah…Heechul-sshi.Ada apa?Tumben kau datang kemari sendirian.”Tanya Leeteuk.

“Aku kesini hanya untuk menyampaikan perintah tuanku.”

“Perintah apa?”

“Siwon-sshi meminta kalian untuk pergi ke daerah perdagangan hitam digunma.Dia meminta kalian menemui Lee Donghae.Siwon-sshi bilang mungkin dia bisa membantu kalian memecahkan masalah kali ini.”

“Terima kasih Heechul-sshi.Kami akan segera menemuinya.Apa ada yg ingin kau sampaikan lagi?”

“Ani.Aku sudah selsai.”

“Baiklah.Kalau begitu kami permisi dulu.Shindong-ah.Kau ikut dengaku.”

                Leeteuk dan Shindong lalu pergi meninggalkan Heechul dan bergegas menuju tempat yg dikatakan Heechul tadi.Tempat perdagangan Hitam di Gunma.


*Sungmin POV*

                Itu dia!Itu namja yg ada difoto yg diberikan Yesung-sshi kemarin.Tidak salah lagi.Itu pasti dia.Apa yg dilakukannya diLeveiyu?Bukankan tempat itu hanya boleh dikunjungi oleh orang dengan surat tertentu?
                Akupun menunggunya keluar dari caffe itu.Eh.Itu dia keluar.Dan ditangannya ia seperti membawa…Bungkusan.Bungkusan apa itu?Akupun terus mengukutinya sampai akhirnya ia mengendarai motornya menuju sebuah Pelabuhan.
                Dia turun dari motornya dan menuju sebuah gudang barang tua.Aku masih terus mengikutinya.Dan didalam,kulihat ia sedikit melihat kebelakang.Sepertinya ia menyadari seseorang tengah megikutinya.Tapi dia tidak meperdulikannya dan terus berjalan ketengah-tengah gudang.Dia melihat kekiri dan kekanan.Sepertinya sedang mencari seseorang.

“Kerja bagus..”

Eh?Siapa itu?Seorang pria beranbut blonde yg memakai..ah..dia memakai topi.Aku tidak bisa melihat wajahnya.Mereka sepertinya sedang membicaraka sesuatu.Akupun mencoba mendengarkan pembicaraan mereka.

“Kau lihat hyung?Aku bisa melakukannya tanpa ketahuan.Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi.”

“ya..Kau sudah bekerja keras.Tapi…”

                Kulihat namja blonde itu seperti mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan dia mendekati namja kecil itu.Hening…
Hening beberapa saat.Awalnya aku tidak mengerti apa yg terjadi.Tapi akhirnya aku tahu begitu melihat namja kecil itu ambruk dan mengeluarkan darah dari perutnya.Sementara namja blonde itu sibuk menjilat pisaunya yg berlumuran darah namja kecil itu dan menyeringai kecil.

“Kau terlalu polos.Bisa-bisanya kau percaya pada pembunuh sepertiku.Kau kira jika kau berhasil melakukan apa yg aku peritahkan,aku akan memberikanmu balas jasa?huh…Jeongmal pabbo ya.”

                Apa?Pembunuh?Jangan-jangan Namja itu adalah pelaku pembunuhan itu?Apa yg harus kulakukan?apa aku harus langsung menangkapnya?Kulihat namja kecil itu sudah tidak bergerak lagi.Apa dia sudah….mati?

                Semudah itukah baginya untuk menghilangkan nyawa seseorang.Hanya dengan sekali tusuk saja 1 nyawa hilang dari dunia ini.Benar-benar pembunuh yg kejam.Pria berambut blonde itu akhirnya pergi meninggalkan tubuh namja tadi.Setelah benar-benar pergi,Aku langsung menghampiri namja yg ditusuk tadi.Kuberanikan diriku untuk menyentuh nadinya.Dan seperti yg kukatakan sebelumnya.Namja itu sudah meninggal.Nadinya sudah berhenti.Nafasnya sudah tidak ada dan…matany kini tertutup rapat.Aku melepaskan mantel yg kugunakan dan menggunakannya untuk menutupinya dan aku juga segera menghubungi Leeteuk hyung.

“Hyung…Bisakah kau mengirimkan ambulance dan polisi kepelabuhan sekarang?Aku menemukan korbannya yg ke-8..”


*Sungmin POV end*


*Leeteuk POV*

“Hyung…Bisakah kau mengirimkan ambulance dan polisi kepelabuhan sekarang?Aku menemukan korbannya yg ke-8…”


                Apa?Terjadi lagi?dan kali ini sudah korban ke delapan?Siapa lagi kali ini.

“Siapa korbanya kali ini dan dia berasal dari perusahaan apa?”

“Dia bukan korban yg seperti biasanya.Menurut kartu identitas yg kutemukan disompetnya,ia bernama Kim Ryeowook.Dia seorang penjual bahan-bahan kimia.Dan dia…pelaku pencurian data-data keluarga Choi.”

Apa?jadi kali ini hanya orang biasa?tumben sekali.Bukankah biasanya ia hanya membunuh orang-orang yg memliki status dan memegang nama baik dikorea?Kali ini ada apa lagi?

“Hyung,ada apa?Tadi telpon dari siapa?”

“Sungmin.Dia menemukan korban ke delapan.Shindong,bisakah kau panggilkan polisi dan ambulance kepelabuhan dekat sini.Sungmin dan korban itu ada disana.”

“Arasseo hyung.”

                Haah…masalah kasus ini membuatku semakin pusing saja.Kali ini apa yg diinginkan oleh pembunuh itu?Haah..aku harus cepat-cepat menemukan dia.

Drrt..Drrrt…Drrrrt


“Yeobosseo?”

“…”

“Mwo….?Terjadi kebakaran besar dipelabuhan?”

“...”

“ba-bagaimana dengan korban?Apa ada korban jiwa dalam kebakaran itu?”

“…”

“……arasseo.Kau yg menanganinya.”

“Hyung..ada apa lagi?Aku dengat terjadi kebakaran besar.”

“Pelabuhan Marinelle…disana terjadi sebuah ledakan yg berasal dari sebuah gudang barang.Dan itu mengakibatkan terjadinya kebakaran besar diseluruh pelabuhan..”

“pelabuhan Marinelle…bukankan pelabuhan itu pelabuhan dekat sini?”

“Ya.Dan Sungmin…juga berada disana.Dan menurut para petugas disana,mereka menemukan serpihan motor didalam kebakaran tersebut.Dan menurut mereka,pemilik motor itu sudah dipastikan sudah terbakar hangus didalam sana.”

“Tunggu dulu hyung.Pelabuhan itukan….Sungmin bukannya..”

“Ya.Sungmin ada disana.Dan pemilik motor itu….adalah Sungmin.”


*Leeteuk POV End*

*Donghae POV*


                Haah..hari ini tidak ada bedanya dengan kemarin-kemarin.Sama sekali tidak ada perubahan.Tetap saja membosankan.Setiap hari kalau buka klient yg meminta mencarikan barang-barangnya yg hilang,mereka selalu menawariku pekerjaan yg kotor.Aku tidak ingin menodai tanganku ini dengan perbuatan yg sama sekali tida menyenangkan.

TokTokTok.

Hm?Tumben ada yg mencariku jam segini.Aku menyuruhnya masuk kedalam ruanganku.

Cklekk!

“Donghae-sshi?”

Hm?Siapa mereka berdua?Dilihat dari tampang memang mencurigakan.Tapi kalau meneliti keseluruhan,sepertinya mereka orang baik-baik.

“Ya.Kalian ini siapa dan untuk apa menemuiku?”

“Perkenalkan.Aku Leeteuk dan ini Shindong.Kami dari kepolisian Seoul.Kami kesini atas perintah dari Choi Siwon-sshi.”

Siwon hyung?Ada apa dengannya?Bukankah biasanya dia selalu datang sendiri tanpa meminta bantuan orang lain untuk menemuinya.

“Kami diperintahka untuk menyuruh anda bergabung dalam pemecahan kasus di Seoul.”

“Kasus?Kasus apa?”

“Kasus pembunuhan yg dilakukan oleh seorang pembunuh bayaran.Dan dia sudah memakan 8 korban.Ah…tidak.9 korban.”

“Ada apa dengan korban yg terakhir?Sepertinya berat bagimu untuk mengakuinya..”

“Korban yg terakhir adalah salah satu anggotaku.DIa terbunuh sekitar 10 menit yg lalu disebuah pelabuhan.”

“Oh..maaf karena mengingatkanmu..”

“Gwenchana…aku sudah bisa merelakannya.”

“well..mungkin aku akan membantu kalian.Tapi aku tidak akan pergi sendiri.Aku akan membawa rekan kerjaku sendiri.”

“Baiklah terserah anda saja.Kalau begitu bisakan kau ikut kekantor kami  sekarang?”

“Ne.”

*Donghae POV End*


*YesungPOV*

                Ckrek!CkreKk!

Aku tetap saja mengambil foto bekas gudang yg terbakar kemarin dimana dua orang yg kukenal meninggal akibatnya.Sungmin dan Ryeowook.Ah…Ryeowook bukan hanya teman.Bagiku dia sudah seperti adikku sendiri.Aku sering bercerita banyak soal hobi memotretku padanya bila aku berkunjung ketoko kecilnya untuk membeli larutan untuk mencetak foto.
                Tapi sekarang aku tidak bisa bercerita lagi padanya.Karena ia sudah tidak ada didunia ini.Dia sudah pergi meninggalkanku duluan sebelum aku sempat memenuhi janjiku untuk memberikannya hasil foto yg paling indah yg akan kubuat untuknya.
                Aku jadi semakin membenci pembunuh itu setelah mengetahui kalau dialah penyebab tewasnya Ryeowook.Tapi yg tidak kumengerti adalah kenapa dia ada disini?Dan kenapa Sungmin juga ada disini?kebetulan?Itu sangat tidak mugnkin.Melihat kondisi motor yg digunakan Ryeowook dan Sungmin yg penuh dengan guratan yg tertutup hitanya bekas terbakar,mereka seperti melalui rute yg sama dan dengan kecepatan yg sma.Dengan kata lain,Sungmin mengikuti Ryeowook kemari karena ia melihat Ryeowook melakukan sesuatu yg mencurigakan dan pada akhirnya ia mlihat kejadian pembunuhan Ryeowook dan dia sendiri juga menjadi korban pembunuhannya.

“YA!Kau lagi!”

Kulihat Shindong sepertinya marah lagi padaku.Buktinya Ia berteriak padaku karena lagi-lagi aku memasuki tempat kejadian perkara tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Ya!Yesung-sshi.Apa yg sedang kau lakukan disini?Bukankah aku sudah memperingatimu untuk jangan masuk sembarangan?Aish..kau ini.Dasar-“

“Dia temanku…”

“Eh?Maksudmu Sungmin?”tanyanya bingung.

“Bukan.Namja itu.Kim Ryeowook.Aku mengenalnya.Dia sahabatku..”

“Sahabatmu?Aku kira kau tidak punya sahabat karena sikap anehmu itu.”

“Dia seorang penjual bahan kimia.Aku sering membeli larutan untuk mencuci foto-fotoku padanya.Dia anak yg baik.Karena itu aku akan mencari tahu penyebab kematiannya.”

“…Dia dimanfaatkan oleh pembunuh itu.”Tiba-tiba seorang pria berambu spike coklat memotong pembicaraan ku.Siapa dia?Sepertinya aku seringmelihatnya.

“Annyeong Yesung-sshi.Perkenalkan.Aku Lee Donghae.Aku yakin kau pasti masih mengingatkukan?”

Ah…Sekarang aku mengingatnya.Dia Lee Donghae.Dia seorang detective yg bekerja undercover.Aku sering mendengar isu bahwa dia sudah memecahkan lebih dari 40 kasus pembunuhan.Aku pernah bertemu dengannya dulu saat membantunya memecahkan permasalahan dengan memberikan bukti foto yg tidak sengaja kudapatkan.Dan dia juga membantuku dari kejaran yakuza yg berusaha membunuhku karena aku diannggap ancaman oleh mereka.

“ya.Aku masih sangat mengingat anda.Donghae-sshi.”

“Oh..Ayolah.Aku tidak suka mendengarmu menggunakan bahasa formal padaku.Jadi tolong hentikan.”

“Ne ne..Arasseo.Hae-ah.”

“Tampaknya kalian sudah saling kenal ya?”Leeteuk akhirnya memotong pembicaraan kami.

“Ne.Yesung-ah sudah sangat sering membantuku memecahkan kasus-kasus dengan hasil memotretnya.”

“Jadi hasil foto bodohnya itu bisa bermanfaat ya?”celetuk Shindong eremehkanku tapi aku hanya menganggapnya angin lewat saja.

“Ye.Hasil foto Yesung-ah terkadang tidak sengaja atau mungkin disengaja ,pasti ada diantaranya yg memberikanku hint untuk memecahkan kasus.”

“Dengan kata lain ia tidah hanya sekedar memotret.”

“Sudahlah Hae-ah.Kau terlalu memujiku..”

“Tidak itu kenyataan.Oh iya.Bagaimana keadaan Ryeowook?Apa dia masih suka bermanja-manja denganmu meski kini ia sudah berumur 20 tahun?haha…Aku sangat rindu pada anak itu.”

“Dia sudah tidak ada.”

“Eh?”

“Dia dibunuh…oleh pembunuh yg sedang kau tangani kasusnya.”

“A-Apa?Kau pasti bercandakan yesung-ah?”

                Aku melihat mata Hae ,mulai berkaca-kaca.Spertinya ia kini tengah berusaha kuat menahan tangisnya.Yah..aku juga mengerti perasaannya.Bagaimanapun hae dan Ryeowook sangat dekat seperti saudara kembar.Pasti Hae sangat terpukul mendengar berita kematian Ryeowook.Apalagi penyebabnnya adalah dibunuh oleh orang yg saat ini tengah diincarnya.

“Aku tidak bercanda Hae.Aku-“

“KATAKAN PADAKU KALAU KAU SEDANG BERBOHONG JONGWOON-AH!!”

Teriaknya sambil menarik kerah bajuku.Aku bisa menangkap kesedihan didalam matanya.

“Maaf Hae-ah…Tapi aku tidak berbohong..”

                Hae perlahan mengendurkan cengkramannya padaku.Aku melihatnya mengusap wajahnya.Berusaha menghilangkan air matanya yg jatuh meluncur dari pelupuk matanya.

“Leeteuk-sshi,Shindong-sshi,Yesung-ah…Aku mohon.Kalau aku berhasil bertemu dengan pembunuh ini,jangan cegah aku untuk membunuhnya.”


*Yesung POV End*


*Eunhyuk POV*


“…Jadi,bisakah kau melakukan sebuah permintaanku yg kali ini.Eunhyuk-sshi?”

“Apa yg akan kau berikan padaku untuk membalas jasaku?”

Aku akan memberikan apapun yg kau inginkan.Termasuk barang yg selama ini kau cari..”

“Baiklah.Akan kulakukan.Siapa dia?”

Dia seorang wartawan biasa yg sering terlibat dalam berbagai kasus dikepolisian akibat hasil fotonya yg selalu berkhaitan dengan kasus tersebut.Namanya adalah…Yesung.”

“Aku mengerti.Kapan kau ingin aku membunuhnya?”

“Aku ingin kau secepatnya membunuhnya…Dia hanya akan menjadi penghalangku saja.”

“Baiklah.Akan kulakukan…Aku akan membunuhnya mala mini juga.”

Cklak!

                Dasar orang zaman sekarang.Begitu ada penghalang atau orang yg tidak disukainya langsung bunuh saja.Tapi kalau orang seperti itu tidak ada,aku juga tidak akan mendapat uang sih.Ah..sudahlah.Sekarang lebih baik aku memikirkan bagaimana aku membunuh orang bernama Yesung itu.

Ctek!Ctek!Ctek!..

Aku memulai mengetikkan beberapa huruf diatas keyboard komputerku.Berusaha mencari data dari Yesung.

“Hmm…Dia ternyata terlibat dengan polisi-polisi sekitar sini.Berarti aku harus berhati-hati padanya.Dan..oh.ternyata ia tinggal didekat sini.Baguslah.Aku tidak perlu membuang-buang waktuku untuk mencarinya.”

Aku meninggalkan meja komputerku dan memakai pakaian yg biasa kukenakan untuk melakukan tugasku.

*Eunhyuk POV End*

*Yesung POV*

Hari ini sudah hari ke-duaku memulai penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Ryeowook.Dan sampai sekarang aku belum juga menemukan bukti atau petunjuknya.

“AAAH!S**t!Kenapa denganku?Kenapa aku merasa pusig disaat seperti ini?”

“Yesung-ah,sebaiknya kau pulang dan berisitirahatlah.Kau kelihatan pucat.”
Leeteuk hyung menepuk pundakku.Menyuruhku untuk menurut nasehatnya.Tapi mana bisa aku beristirahat disaat seperti ini.Aku masih harus melakukan tugasku.

“Ani hyung.Aku tidak apa-apa.”

“Tapi wajahmu pucat sekali yesung-ah.”

Kali ini Donghae yg menyuruhku untuk pulang.Tapi aku tetap saja menolaknya.

“Aku tidak apa-apa Hae-ah.Aku hanya sedikit-“

“Yesung!!”


BRUK!!


“Huh!Kau ini merepotkan sekali!”

Aku membuka sedikit mataku untuk melihat orang yg berteriak padaku itu

“Shindong…sshi?”

“haah..kau sebaiknya memang istirahat saja.Lihat!Kau hamper saja ambruk tadi.”

“Aku..Aku sudah bilang aku tidak apa-apa!Sekarang lepaskan tanganku!Aku ingin melanjutkan penyelidikan!”Perintahku pada Shindong yg terus saja menahan tubuhku yg hamper bersentuhan dengan lantai.Tapi yg dilakukannya malah…


SRAT!!

“YAA!Apa yg kau lakukan?!”
Teriakku padanya yg tiba-tiba saja mengangat tubuhku dan menggendongku seperti membawa karung beras.

“Hei!Turunkan aku!Aku Bilang turun-“

“Kau ini berisik sekali!Sudah!Jangan memaksakan dirimu dulu!”
Dia tetap tidak mendengarkanku.Shindong tetap membawaku paksa kesebuah kamar.

“Aku bilang aku tidak apa-ap-AWW!!”

Tiba-tiba saja dia melempar tubuhku keatas tempat tidur.Dia ini gak waras ya?Dengan tenaganya itu,dia bisa menghancurkan tubuhku berkeping-keping.

“Ap-“

“istirahatlah..”

“Mwo?”

“Istirahat kubilang!Apa kau tuli heh?”bentaknya lagi padaku.Aku sudah mulai kesal karenanya.

“Jangan mengaturku!Aku bisa menjaga diriku sendiri!Kau tidak tahu rasanya kehilangan!Aku-“


BYURR!!


                Sebotol penuh air dingin mengguyur tubuhku.Shindong menyiramkannya langsung kekepalaku dan langsung membanting botol vase itu hingga hancur berkeping-keping.

“DINGINKAN KEPALAMU ITU PABBO!!KAU HANYA AKAN MENYAKITI DIRI SENDIRI KALAU KAU BERTINDAK SEPERTI ITU!”

“…..”Aku hanya bisa terdiam mendengarnya.Baru kali ini dia membentakku seperti itu.well,biasanya dia juga membentakku sih.Tapi entah kenapa kali ini aku tidak bisa membalasnya.

“Kau pikir dia akan senang melihatmu seperti ini?KAU PIKIR KIM RYEOWOOK AKAN SENANG MELIHATMU MENDERITA KARENANYA SEPERTI INI?TERUS MENYIKSA DIRIMU SENDIRI DENGAN ALASAN KEPENTINGAN DIA?Aku rasa tidak…”

“…..Mianhae…”

“…..Sudahlah.Sekarang kau memang lebih baik beristirahat.”


Shindong beranjak meninggalkanku dikamar yg entah kamar siapa itu.Aku merebahkan sedikit tubuhku untuk mencoba berisirahat.Dari pada aku kena lempar Shindong lagi.

DUKK!

“Aww!!Adududh…Ini apa sih dari tadi kepalaku selalu jadi korbannya.Tadi dilempar,trus disiram.Sekarang apa lagi ini yg dibalik bantal?”Racauku karena merasakan sesuatu yg keras menghantam kepalaku.Aku merogoh bantal yg kutiduri.Dan dibalik bantal aku menemukan sebuah botol yg memiliki sebuah label dengan gambar lambang diatasnya.

“Ini kan-“


DUAKK!!

BRUK!

Tiba-tiba saja seseorang menghantam tengkukku dan aku langsung roboh dan beberapa detik kemudian semuanya menjadi gelap.
*Yesung POV End*


*Shindong POV*


                Haah…Akhirnya aku bisa menenangkan sikepala besar itu.Yaaa meski aku merasa tidak enak juga karena membentaknya terlalu keras.Dia saja sampai terdiam seperti itu.Aku akan minta maaf padanya nanti.

SREK..

Eh?Apa ini?..
Sebuah negative?Kenapa ini bisa ada padaku?
Aah..apa mungkin tadi tidak sengaja  masuk kedalam sakuku saat aku membopong Yesung kekamar itu.Lebih baik aku berikan ini padanya sekarang..

                Aku melangkah berbalik menuju kamar tadi.

Tok..Tok..

“yesung-ah.kau sudah tidur?Ada sesuatu yg tidak sengaja terbawa olehku.”

Hening…
tidak ada suara siapa-siapa didalam sana.’Apa mungkin sudah tidur ya?’

Karena penasaran,aku langsung masuk saja kedalam kamar itu.

“yesung-ah.Ini ada benda milikmu yg-“

SREK…

BRAK~~

WUSH~


“Yesung-ah?”

Hening…
Tidak ada siapapun dikamar itu.Yg ada hanyalah Jendela beranda kamar yg terbuka lebar dan membiarkan gordinnya berkibar.

“Yesung-sshi?”

                Kucari dia didalam kamar itu.Tapi hasilnya nihil.Dia tidak ada.Dia menghilang.

“Kemana dia?”

DUKK!

“Aww..Sepertinya aku menendang sesuatu tadi!”

Aku mencari benda yg tadi sempat tertendang olehku.Dan ternyata benda itu adalah sebuah…Botol anggur?

“Kenapa dikamar ini masih sempat-sempatnya ada botol anggur?Dan mereknya..Waw..ini anggur merek terkenal pula.Ckckck…Pemilik bar  ini pasti sangat kaya.Eh,kenapa aku jadi mikir sendiri gin?Ah..sudahlah.”

Baru saja aku akan meletakan botol anggur itu,aku melihat sebuah bercak darah disekitar tempat tidur itu.Akupun menyentuh darah pada ujung pinggiran tempat tidur itu.

“Darah ini masih basah.Artinya ini baru saja.”

Tiba-tiba sebuah pikiran tidak enak melintas diotakku.

“Jangan-jangan dia…”



~T.B.C~


Annyeong~
Author gila nan sadis ini comeback lagi dengan ff gajenya XD
Kali ini saia Cuma buat ff twoshoot..:3
Ini dijamin Cuma two shoot kok.Soalnya saia juga pening mikirin objek mistery terlalu banyak XD#curcol
Wkwkwkwk….Semoga cukup memuaskan ya selama saia melanjutkan ff “X18X” :33
Dan saia sih Cuma nyaranin buat baca nih ff sambil dengerin lagu t.A.T.u yg judulnya Story about us :3
Kkk~Sekian deh cuap2 saia.XD
ditunggu yah next captnya
#all:Ga mau#pundung







Tidak ada komentar:

Posting Komentar